Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Anak Perlu Konsumsi Probiotik Setiap Hari? Ini Kata Pakar
Pexels/MART PRODUCTION
  • Anak sehat dengan pola makan beragam, tumbuh baik, dan tanpa keluhan pencernaan tidak otomatis memerlukan suplemen probiotik setiap hari.

  • Kesehatan mikrobioma usus lebih diutamakan dari makanan utuh: prebiotik melalui buah, sayur, biji-bijian, dan kacang; probiotik dari yogurt, kefir, keju, serta fermentasi.

  • Probiotik dapat digunakan untuk kondisi tertentu seperti diare terkait antibiotik, diare infeksi akut, atau gangguan pencernaan berulang, dengan konsultasi dokter mengenai tujuan, strain, dan durasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anak yang sehat tidak harus minum suplemen probiotik tiap hari, kata Prof. Hanifah Oswari. Anak bisa makan pisang, buah, sayur, kacang, yogurt, atau makanan fermentasi untuk membantu perutnya. Probiotik mungkin dipakai saat anak diare atau punya masalah perut, tapi harus tanya dokter dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat berkunjung ke apotek, Mama mungkin sering melihat beragam produk suplemen probiotik anak dengan klaim dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Ketika melihat hal itu, kerap memicu pertanyaan, apakah si Kecil memang perlu minum suplemen probiotik setiap hari?

Menjawab keraguan tersebut, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Prof. Hanifah Oswari melalui akun Instagram pribadinya @drhanifahoswari, menegaskan bahwa anak yang sehat tidak otomatis membutuhkan suplemen probiotik rutin.

Intip penjelasannya selengkapnya di Popmama.com mengenai fakta anak perlu konsumsi suplemen probiotik menurut pakar.

Fakta Anak Perlu Konsumsi Suplemen Probiotik

Pexels/ready made

Mungkin ada Mama yang beranggapan bahwa memberikan suplemen-suplemen pencernaan atau probiotik setiap hari adalah kunci daya tahan tubuh kuat anak.

Namun, fakta anak perlu konsumsi probiotik dalam bentuk suplemen ternyata tidak berlaku untuk semua anak. lho!

Pakar kesehatan anak, Prof. dr. Hanifah Oswari dalam konten edukasinya menjelaskan bahwa anak yang sehat, memiliki pola makan beragam, dan tumbuh dengan baik. Ia tidak otomatis memerlukan suplemen probiotik rutin.

Senada dengan hal tersebut, para ahli dari Wake Forest Pediatrics juga menyatakan bahwa mikrobioma usus anak akan berkembang secara alami melalui interaksi dengan makanan harian, lingkungan, dan pola hidup sehat.

Jadi tidak harus setiap hari Mama memberikan asupan suplemen probiotik ya. Selama si Kecil tidak mengalami keluhan pencernaan dan malah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Beda Probiotik dan Prebiotik, Jangan Tertukar Ma!

Pexels/Monstera Production

Mama mungkin pernah berpikir bahwa nama yang hampir sama seperti prebiotik dan probiotik berarti memiliki kandungan sama.

Padahal tidak ya Ma! Sebelum memutuskan membeli suplemen, penting bagi orangtua untuk memahami bahwa probiotik dan prebiotik adalah dua hal yang berbeda meskipun keduanya saling mendukung satu sama lain.

  • Probiotik: mikroorganisme atau bakteri baik hidup yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membantu menjaga keseimbangan usus.

  • Prebiotik: jenis serat khusus yang menjadi "makanan" bagi bakteri baik agar dapat tumbuh, berkembang biak, dan bekerja optimal di dalam saluran pencernaan.

Salah satu fakta anak perlu konsumsi prebiotik adalah bahwa tubuh anak mama sebenarnya lebih membutuhkan asupan serat alami sehari-hari.

Dengan memberikan prebiotik yang cukup dari makanan harian, populasi bakteri baik di usus akan terawat dan terjaga secara alami tanpa perlu mengandalkan produk kemasan.

Utamakan Sumber Alami dari Makanan Harian Anak

Pexels/ROMAN ODINTSOV

Mama, daripada langsung memberikan suplemen kemasan pada anak untuk memenuhi asupan probiotik dan prebiotiknya.

Nyatanya, para ahli malah menyarankan orangtua mengutamakan bahan makanan alami. Hal ini guna menjaga kesehatan pencernaan si Anak agar lebih banyak mengonsumsi real food.

Anak pun bisa terpenuhi probiotik dan prebiotiknya dengan mudah melalui menu makanan bergizi. Berikut beberapa pilihan bahan makanan utuh yang kaya akan prebiotik dan probiotik alami:

  • Sumber prebiotik alami: Pisang, buah-buahan, sayur-sayuran, bawang merah, bawang putih, biji-bijian utuh, serta kacang-kacangan.

  • Sumber probiotik alami: Yogurt dengan kultur aktif hidup, kefir, keju tertentu, serta makanan fermentasi.

Berdasarkan penjelasan Prof. Hanifah Oswari, menyajikan variasi makanan sesuai dengan usia dan kemampuan makan anak jauh lebih aman, efektif, serta ekonomis untuk mendukung mikrobioma usus yang sehat.

Alasan Tidak Boleh Sembarangan Pilih Suplemen Menurut Pakar

Instagram.com/drhanifahoswari

Ketika melihat kemasan suplemen di pasaran, Mama mungkin menemukan berbagai merek yang mengklaim dapat menjaga kesehatan usus.

Namun, Prof. dr. Hanifah Oswari mengingatkan bahwa jenis probiotik tidak serta-merta memberikan manfaat yang sama.

Karena probiotik berisi mikroorganisme hidup dan bergantung pada jenis strain bakteri serta kondisi medis yang diteliti, bukan sekadar dari jumlah total bakterinya.

Oleh karena itu, memilih suplemen probiotik tidak boleh hanya ikut-ikutan tren atau sekadar melihat label kemasan ya, Ma.

Ini Kondisi ketika Anak Membutuhkan Probiotik

Pexels/Elina Fairytale

Meski sebagian besar anak sehat tidak memerlukan suplemen harian. Namun, ada beberapa situasi medis tertentu di mana suplemen probiotik dapat memberikan manfaat nyata.

Berdasarkan berbagai sumber, berikut adalah kondisi spesifik di mana pemberian probiotik disarankan di bawah pengawasan dokter:

  • Diare akibat antibiotik

  • Diare infeksi akut

  • Gangguan pencernaan berulang

Dalam kondisi-kondisi di atas, suplemen diberikan untuk tujuan terapi medis tertentu, bukan sebagai konsumsi harian.

Aturan Aman sebelum Memberikan Suplemen Probiotik

Pexels/Jonathan Borba

Jika Mama ingin memberikan suplemen probiotik untuk anak di rumah, ada beberapa aturan yang wajib diperhatikan.

Prof. Hanifah Oswari menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter untuk menanyakan tiga hal utama, yakni tujuan penggunaan, jenis strain yang tepat, serta lama penggunaannya.

Selain itu, pertimbangkan pula poin-poin keamanan dari Wake Forest Pediatrics berikut ini:

  • Probiotik tidak boleh diberikan tanpa pengawasan dokter pada anak yang sedang sakit parah, memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, menggunakan kateter vena sentral, atau bayi prematur karena berisiko memicu komplikasi serius.

  • Karena suplemen tidak diatur seketat obat-obatan, pilihlah merek terpercaya yang secara jelas mencantumkan jenis strain spesifik dan jumlah bakteri hidup hingga akhir masa simpan.

  • Pada anak yang sehat, pemberian probiotik terkadang memicu efek samping ringan seperti perut kembung atau gas di awal konsumsi.

Mama harus ingat bahwa konsumsi prebiotik lebih diutamakan melalui asupan makanan bergizi seimbang harian. Selain itu, utamakan konsultasi medis sebelum menambahkan suplemen apa pun ke dalam rutinitas si Kecil, ya, Ma!

Demikian fakta anak perlu konsumsi suplemen probiotik menurut pakar. Semoga bermanfaat ya Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article