Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

8 Fakta Anak 3 Tahun Diperkosa Sang Papa yang Berprofesi Dokter

4 min read
8 Fakta Anak 3 Tahun Diperkosa Sang Papa yang Berprofesi Dokter
Freepik
  • Seorang anak perempuan berusia 3,5 tahun di Bandung diduga mengalami kekerasan seksual oleh papa kandungnya yang berprofesi sebagai dokter.

  • Kasus dilaporkan ke PPA Polda Jawa Barat setelah korban mengalami keluhan kesehatan dan hasil pemeriksaan menunjukkan luka serta gonore.

  • Terduga pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, sementara korban mendapat penanganan serta pendampingan fisik dan psikis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang anak perempuan berusia 3,5 tahun di Bandung, Jawa Barat diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh papa kandungnya sendiri. Diketahui, sang Papa yang berinisial IS berprofesi sebagai seorang dokter.

Mirisnya, korban sampai terinfeksi penyakit menular seksual gonore. Kasus dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur ini telah dilaporkan oleh mama kandung korban ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.

Berikut Popmama.com telah merangkum fakta anak 3 tahun diperkosa sang papa yang berprofesi dokter.

  1. 1. Kasus dilaporkan oleh mama kandung korban

    Kasus dilaporkan oleh mama kandung korban
    Instagram.com/ataliapr

    Kuasa hukum dari mama kandung korban, Debi Agusfrainsa, mengungkapkan laporan dugaan kekerasan seksual ini telah disampaikan ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat pada 28 September 2026 lalu.

    Pelaporan tersebut bertepatan dengan korban yang dibawa oleh papa kandungnya secara paksa. Kasus ini pun mendapat perhatian dari Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya.

  2. 2. Pelaku berprofesi sebagai dokter umum

    Pelaku berprofesi sebagai dokter umum
    Pexels/MART PRODUCTION)

    Debi mengungkapkan bahwa terduga pelaku berprofesi sebagai dokter umum dan memiliki klinik beserta apotek yang beroperasi di Kota Bandung.

    Terduga pelaku sempat mengirim pesan kepada istrinya untuk membahas keadaan anak mereka. Namun, komunikasi itu tidak berlangsung lama karena pelaku kembali menghilang dan memblokir komunikasi.

  3. 3. Korban sempat mengeluh sakit saat buang air kecil

    Korban sempat mengeluh sakit saat buang air kecil
    Unsplash/Giorgio Trovato

    Mama dari korban mulai mencurigai adanya dugaan kekerasan seksual pada akhir 2025 lalu. Kecurigaan muncul usai korban mengeluhkan rasa sakit ketika buang air kecil.

    Korban pun dibawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan medis. Dari pemeriksaan tersebut, dokter menemukan adanya luka pada organ intim korban dan menyarankan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn).

  4. 4. Dinyatakan positif gonore

    Korban positif penyakit kelamin gonore
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Hasil keterangan laboratorium dan visum menunjukkan bahwa korban mengalami luka robekan dan gonore. Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

    Infeksi ini menyerang saluran kemih, alat reproduksi, dubur, tenggorokan, hingga mata, serta dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom. Korban sempat bercerita ke sang Mama, pelaku pernah memasukkan jarinya ke alat vital anaknya secara berulang kali.

  5. 5. Korban sempat dibawa ke hotel dan diperlihatkan video porno

    Korban sempat dibawa ke hotel dan diperlihatkan video porno
    Pixabay/Anemone123

    Korban pernah dibawa ke sebuah hotel di Kota Bandung oleh sang Papa. Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada 17 Juli 2025. Sebelum pergi ke hotel, pelaku menyempatkan diri untuk pergi ke salah satu supermarket yang letaknya di sebelah hotel.

    Di sana, pelaku membeli alat kontrasepsi yang diduga adalah kondom. Tak sampai di situ, korban juga sempat diperlihatkan video porno. Diduga kuat terjadi pula kekerasan seksual di hotel dengan pelaku yang memasukkan benda dan jari ke dalam alat kelamin anaknya.

  6. 6. Sempat memeragakan pelecehan yang dilakukan sang papa

    Korban memeragakan pelecehan yang dilakukan sang papa
    Freepik

    Sekitar 24 November 2025, anak tiba-tiba meragakan adegan dewasa yang terbilang tidak senonoh. Saat ditanya, korban mengaku mengetahui hal itu dari video yang ada di HP sang Papa.

    Korban juga bercerita dan memeragakan bagaimana pelaku menindih tubuhnya hingga punggungnya sakit. Tak sampai di situ, korban juga sempat menggambarkan alat atau sesuatu yang diduga dimasukkan ke dalam area kemaluannya.

  7. 7. Korban sempat hilang dibawa pelaku secara paksa

    Korban sempat hilang dibawa pelaku secara paksa
    Instagram.com/ataliapr

    Saat korban hendak dibawa kabur oleh pelaku, sang Mama sempat mengejar dan bahkan terjadi aksi kejar-kejaran. Pada akhirnya, pelaku berhasil membawa kabur korban.

    Peristiwa ini bermula ketika pelaku menghubungi kembali dengan alasan ingin bertemu anaknya. Namun, pertemuan itu justru berujung pada hilangnya sang anak kandung. Pelaku membawa anaknya menggunakan mobil usai terjadi kejar-kejaran dengan mama korban.

  8. 8. Pelaku berhasil ditangkap dan dikawal oleh Atalia Praratya

    Pelaku berhasil ditangkap dan dikawal oleh Atalia Praratya
    Instagram.com/ataliapr

    Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya turun tangan untuk mengawal kasus ini. Kabar terbaru menyatakan bahwa pelaku berhasil ditangkap oleh Polda Jawa Barat dan ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (21/10/2026).

    Saat ini, korban sudah berada dalam lingkungan yang aman dan mendapatkan penanganan seta pendampingan fisik maupun psikis secara intensif dari tim PPA Polda PPA Polda (Kepolisian Daerah) dan UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Jawa Barat.

    Demikian informasi mengenai fakta anak 3 tahun diperkosa sang papa yang berprofesi dokter. Sungguh miris sekali kasus seperti ini ya, Ma?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More