Pengaruh Penting Keluarga dalam Pola Asuh Anak

Sebelum bertemu guru, anak-anak akan banyak belajar dalam berperilaku lewat keluarga

16 September 2021

Pengaruh Penting Keluarga dalam Pola Asuh Anak
Unsplash/ Bruno Nascimento

Keluarga juga memiliki peran penting dalam mendidik anak. Sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah, keluarga menjadi sumber pendidikan dan guru pertama buat Si Kecil.

Dari keluarga inilah, nantinya anak bisa mengerti banyak hal tentang kehidupan. Agar pendidikan yang anak dapat sesuai dengan yang ia butuhkan, para orangtua tentunya harus mengerti betul bagaimana pola asuh anak yang benar dan tepat.

Pengaruh Pola Asuh Anak Terhadap Perilaku Anak

Pengaruh Pola Asuh Anak Terhadap Perilaku Anak
Freepik/senivpetro

Ada pepatah barat mengatakan “children see, children do”.  Anak memang menjadi peniru handal untuk segala hal, khususnya suatu perilaku yang dilihatnya dari orang dewasa. Mereka bisa sangat cepat mengikuti apa yang orang lain lakukan atau katakan.

Seperti halnya ketika orangtua ingin menyuruh sang anak untuk bersikap sopan, berbicara santun dan lembut, atau perilaku positif lainnya, maka orangtua harus mempraktikkan hal tersebut lebih dulu.

Pastikan anak untuk selalu berada di lingkungan yang positif, karena anak-anak tidak sangat mudah sekali menirukan segala hal yang orang lain lakukan di sekitarnya.

Cara Mengasuh dan Mendidik Anak dengan Tepat

Ada beberapa cara pola asuh anak yang bisa diterapkan orangtua agar anak tumbuh menjadi anak yang terdidik dan bermoral.

Selain dengan cara memberinya contoh yang baik, para orangtua juga bisa melakukan hal-hal dibawah ini.

Editors' Picks

1. Bijak menggunakan internet

1. Bijak menggunakan internet
Freepok/javi_indy

Zaman sekarang, internet bisa dengan mudah diakses oleh siapapun, termasuk anak-anak. Internet memang bisa memberikan beberapa dampak yang positif bagi edukasi anak.

Namun, terdapat pula situs-situs terlarang yang bisa saja tidak sengaja terakses oleh anak. Untuk menghindari hal tersebut, orangtua sebaiknya bisa memperkenalkan internet secara bijak, mengawasi anak, dan menemani saat ia bermain internet atau gadget-nya.

2. Perkuat komunikasi di keluarga

2. Perkuat komunikasi keluarga
Freepik/freepik

Komunikasi menjadi hal yang juga penting dalam mendidik anak, bahkan hingga ia beranjak dewasa.

Latihlah anak untuk selalu terbuka mengenai segala hal tentang dirinya. Ajak ia mengobrol dan bercerita tentang sekolah, teman, dan aktivitas lainnya.

Komunikasi yang baik antar keluarga tentu akan membuat hubungan menjadi lebih erat, sehingga anak akan lebih nyaman dan terbuka akan segala problema kehidupannya.

3. Gali potensi anak

3. Gali potensi anak
freepik.com/Kireyonok_Yuliya

Dalam pola asuh anak, sangatlah penting bagi orangtua untuk bisa menggali potensi yang dimiliki anak.

Setiap anak pasti cenderung memiliki rasa penasaran terhadap hal-hal tertentu. Untuk melampiaskan rasa penasaran tersebut, mereka akan melakukan berbagai hal hingga rasa ingin tahunya terpenuhi.

Kondisi seperti ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh orangtua untuk menggali apa yang menjadi minat dan potensi anak. Dengan begitu, anak bisa menjadi lebih terasah dan berkembang menjadi anak yang cerdas.

4. Perlakukan anak dengan kasih sayang

4. Perlakukan anak kasih sayang
Unsplash/Caroline Hernandez

Hal yang tak kalah penting bagi orangtua saat mendidik anaknya adalah rasa kasih sayang. Pastikan bahwa anak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari keluarga.

Mendidik anak dengan cinta dan rasa sayang akan membuat anak tumbuh dengan perilaku yang baik.

Saat ini, begitu banyak anak yang berperilaku buruk dan berbicara kasar terhadap sesama teman atau orang lain.

Ini merupakan akibat dari kurangnya perhatian dan cinta di keluarganya. Anak yang tumbuh dengan cinta dan perhatian membuat mereka hidup lebih nyaman dan bisa memperlakukan orang lain dengan kasih sayang pula.

Untuk itulah pola asuh anak yang satu ini sangat penting ditanamkan sejak dini dalam keluarga.

Jadi peran keluarga, terutama orangtua dalam pola asuh anak memang begitu penting.

Jangan sampai peran tersebut dilemparkan kepada orang lain yang tidak ada kedekatan emosional dengan si Anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.