Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Kelainan Kaki O dan Kaki X pada Anak? Ini Penjelasan Dokter

kaki O kaki X 3.jpg
Freepik
Intinya sih...
  • Kaki O adalah kondisi ketika lutut anak berjauhan saat berdiri tegak, sementara kaki X ditandai dengan posisi kedua lutut yang saling menempel
  • Kondisi kaki O cenderung normal terjadi pada bayi atau balita dan dapat tumbuh lurus, sedangkan kaki X umumnya dialami anak usia 3–4 tahun
  • Faktor yang memengaruhi munculnya kondisi kaki O maupun kaki X antara lain defisiensi vitamin D, berat badan berlebih, kelainan bawaan, riwayat trauma, riwayat infeksi, tumor pada tulang, kelainan saraf, dan gangguan autoimun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bentuk kaki pada anak akan terus mengalami perubahan seiring proses tumbuh kembangnya. Selama masa pertumbuhan, variasi bentuk kaki, termasuk kaki berbentuk O dan kaki berbentuk X, merupakan hal yang cukup sering ditemui pada anak-anak.

Kelainan bentuk kaki pada anak bisa merupakan bagian dari fase pertumbuhan normal dan berangsur membaik dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi kaki O dan kaki X dapat memburuk seiring bertambahnya usia.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami kondisi ini sejak dini agar dapat melakukan pemantauan dan penanganan yang tepat.

Lantas, apa itu kelainan kaki O dan kaki X pada anak? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan. 

1. Apa itu kaki O dan kaki X?

kaki O kaki X 4.jpg
Dok. Sinai Hospital of Baltimore

Kaki O atau yang dikenal dengan istilah bow legs merupakan kondisi ketika lutut anak tampak berjauhan saat berdiri tegak, sehingga bentuk tungkai menyerupai huruf O.

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan genu varum. Kaki O umumnya ditemukan pada bayi dan balita sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang normal.

Sementara itu, kaki X atau knock knees ditandai dengan posisi kedua lutut yang saling menempel atau hampir bersentuhan, sementara pergelangan kaki justru mengarah ke luar dengan posisi berlawanan. 

2. Usia anak mengalami kaki O dan kaki X

kaki O kaki X 6.jpg
Freepik

Anak dengan kaki O juga dapat menunjukkan gait atau pola berjalan yang terlihat tidak normal. Pada anak yang berusia di bawah 2 tahun, kondisi kaki O ini biasanya tidak menimbulkan nyeri. 

Kondisi kaki O cenderung normal terjadi pada bayi atau balita dan dapat tumbuh lurus  seiring dengan pertumbuhan. Namun kondisi kaki O yang menetap setelah usia 2 tahun kemungkinan merupakan kelainan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Sebab, saat memasuki usia remaja, penderitanya dapat mengeluhkan rasa tidak nyaman hingga nyeri di panggul, lutut, dengan atau tanpa nyeri pada pergelangan kaki. Keluhan ini terjadi akibat peningkatan beban pada beberapa sendi tertentu.

Sedangkan, kaki X sendiri umumnya dialami anak usia 3–4 tahun dan akan membaik secara alami setelah anak berusia 6–7 tahun.

3. Hal yang memengaruhi kondisi kaki O dan kaki X

kaki O kaki X 2.jpg
Popmama.com/Sania Chandra

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi munculnya kondisi kaki O maupun kaki X pada anak, antara lain:

  • Defisiensi vitamin D

  • Berat badan berlebih

  • Kelainan bawaan

  • Riwayat trauma 

  • Riwayat infeksi

  • Tumor pada tulang

  • Kelainan saraf

  • Gangguan autoimun

“Ada kalanya sering anak kekurangan vitamin D, yang menyebabkan kalsium susah diabsorbsi, sehingga kalsium yang terdeposit dalam tulang akan lebih rendah. Alhasil, bisa menyebabkan kelainan tulang tungkai,” kata dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A. (K) selaku Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedi Anak RS Pondok Indah – Puri Indah saat acara ‘Media Discussion - Koreksi Struktur Kaki Anak O/X Minim Sayatan dengan Guided Growth Surgery’ di Sentosa Senayan, Rabu (28/1/2026). 

4. Diagnosis kaki O dan kaki X

kaki O kaki X 5.jpg
Freepik/prostooleh

Apabila kondisi kaki O atau kaki X tidak menunjukkan perbaikan seiring pertambahan usia, orangtua perlu mewaspadai tanda-tanda lain. Beberapa di antaranya:

  • Bentuk kaki tidak simetris

  • Tinggi badan anak pendek

  • Lengkungan tungkai cukup parah

  • Perubahan tungkai terjadi sangat cepat

  • Adanya kelainan tulang lainnya

“Untuk memperkuat diagnosis, dokter spesialis ortopedi anak biasanya akan menggali informasi terkait keluhan, riwayat kesehatan, serta riwayat kesehatan keluarga. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengamati bentuk kaki anak saat berdiri maupun berjalan,” ungkap  dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A. (K).

Sebagai tambahan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan radiologi seperti scanogram pada tungkai yang mengalami kelainan. Selain itu, pemeriksaan laboratorium mungkin diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasari kondisi tersebut.

5. Cara mencegah kaki O dan kaki X

Ilustrasi anak aktif senam bareng ibu (pexels.com/Valeria Ushakova)
pexels.com/Valeria Ushakova

Meskipun kaki O dan kaki X sering kali merupakan bagian dari tahap pertumbuhan normal, orangtua tetap dapat melakukan langkah pencegahan agar kondisi ini tidak berlanjut hingga anak dewasa. antara lain dengan beberapa hal berikut:

  • Memastikan kebutuhan vitamin D harian terpenuhi, baik dengan mengonsumsi makanan kaya akan vitamin D maupun meningkatkan waktu anak untuk terpapar sinar matahari

  • Memastikan kebutuhan kalsium harian telah terpenuhi, untuk menjaga kesehatan tulang anak

  • Menjaga berat badan ideal anak 

Nah, itu dia informasi seputar apa itu kelainan kaki O dan kaki X pada anak. Untuk mendapatkan penanganan yang optimal, sebaiknya konsultasikan kondisi si Kecil dengan dokter spesialis ortopedi subspesialis ortopedi anak ya, Ma. 

Mengenal Kaki O dan Kaki X pada Anak

Apa perbedaan antara kaki O dan kaki X?

Perbedaan utama kaki O (bow legs) dan X (knock knees) terletak pada posisi lutut saat dirapatkan. Kaki O ditandai dengan lutut yang melengkung ke luar dan berjauhan, sementara kaki X ditandai dengan lutut yang saling mendekat atau menempel, tetapi pergelangan kaki berjauhan.

Kapan orangtua harus waspada dengan kondisi kaki anak?

Orangtua perlu berkonsultasi ke dokter jika kaki O masih terlihat setelah usia 2 tahun, kaki X yang masih terlihat setelah usia 7-8 tahun, atau terdapat keluhan nyeri pada kaki anak.

Apa komplikasi jika kondisi kelainan ini tidak ditangani?

Sebenarnya kondisi kelainan kaki O atau kaki X ini dapat membaik dengan sendirinya jika sesuai umur perkembangan. Namun, ketika kondisi ini menetap dan dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kaki O maupun kaki X dapat menyebabkan komplikasi, seperti osteoarthritis, cedara pada meniskus dan ligamen, kelainan pola jalan, dan adanya risiko jatuh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More

5 Menu Sederhana untuk Mama Mager, Tetap Bergizi dan Disukai Anak

02 Feb 2026, 10:47 WIBKid