Setiap anak memiliki potensi dan gaya belajar yang berbeda. Karena itu, cara orangtua mengasah kecerdasan anak pun tidak selalu harus melalui pelajaran akademis. Bermain musik, membaca buku bersama, melakukan eksperimen sederhana, hingga mengajak anak berdiskusi sehari-hari dapat menjadi bentuk stimulasi yang sama pentingnya bagi perkembangan otak.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard Center on the Developing Child, interaksi aktif antara anak dan orang dewasa melalui percakapan, bermain, dan respons yang konsisten dapat membantu membangun koneksi saraf yang kuat pada otak anak.
American Academy of Pediatrics (AAP) juga menekankan bahwa pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai minat anak lebih efektif dibandingkan tekanan untuk menguasai kemampuan tertentu sejak dini. Karena itu, yang terpenting bukan membuat anak menjadi "jenius", melainkan menyediakan lingkungan yang kaya stimulasi agar mereka bebas mengeksplorasi minat dan bakatnya sendiri.
Itulah tadi informasi mengenai gaya Kenkulus belajar main drum. Wah, kemahiran Kenkulus di banyak bidang tidak bisa lepas dari peran kedua orangtuanya nih!