Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Fakta Bahaya Bakteri Kecoa di Dapur Rumah, Jangan Anggap Remeh!

Fakta Bahaya Bakteri Kecoa di Dapur Rumah, Jangan Anggap Remeh!
Pexels/Erik Karits
  • Kecoa dari saluran pembuangan, selokan, dan sampah dapat memindahkan bakteri seperti Salmonella, Shigella, serta E. coli ke makanan, piring, dan peralatan dapur.
  • Kontaminasi kecoa berisiko memicu diare, muntah, demam, dan nyeri perut, terutama pada anak; alergen dari kotoran, liur, dan serpihan tubuhnya juga dapat memicu alergi serta asma.
  • Penanganan perlu menyasar sarang di area lembap dan celah rumah, dengan menutup makanan, membersihkan sisa makanan, memperbaiki kebocoran, menutup retakan, serta rutin membuang sampah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mama, kehadiran kecoa di rumah jangan disepelekan ya. Apalagi jika serangga ini terlihat di sekitar dapur yang jadi tempat pengolahan sumber makanan keluarga.

Ternyata serangga nocturnal ini membawa ancaman kesehatan yang jauh lebih serius bagi seluruh anggota keluarga, lho.

Tentu Mama tahu bahwa serangga ini seringnya berpindah dari saluran pembuangan hingga tempat sampah ya. Sehingga hampir seluruh tubuh kecoa, terutama di kaki dan tubuhnya bisa memindahkan berbagai kuman berbahaya ke area piring ataupun makanan yang terbuka.

​Kontaminasi ini berisiko memicu gangguan pencernaan seperti diare, hingga masalah pernapasan pada anak akibat paparan alergen yang tertinggal di udara, Ma. Oleh karena itu, Mama tidak boleh tinggal diam saat menemukan serangga ini melintas di area pengolahan makanan.

Penanganan yang tepat harus menyasar hingga ke sarang persembunyiannya agar rumah benar-benar higienis, lho, Ma! ​Lantas, apa saja dampak buruk yang perlu diwaspadai dari kehadiran serangga ini di rumah? Berikut sudah Popmama.com rangkum informasinya.

  1. 1. Berasal dari area kotor

    ​Fakta bahaya bakteri kecoa di dapur rumah berasal dari tempat sampah
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Alasan utama mengapa kecoa sangat berbahaya di area rumah adalah habitat aslinya yang tergolong kotor dan tidak higienis, Ma.

    Serangga ini kerap berkembang biak serta mencari makan di saluran pembuangan air, selokan, sisa kotoran, hingga tumpukan tempat sampah yang sarat akan mikroorganisme patogen. Karena terbiasa beraktivitas di lingkungan yang penuh kontaminasi tersebut, permukaan tubuh serta kaki kecoa otomatis menjadi tempat menempelnya berbagai jenis bakteri berbahaya.

    Ketika kecoa mulai merayap keluar dari tempat persembunyiannya di malam hari untuk mencari makan, mereka membawa seluruh kuman tersebut ke dalam rumah.

    Nah, area dapur sering kali menjadi tujuan utama karena tersedianya sisa bahan makanan yang disukainya.

    Pemandangan ini tentu tidak boleh diabaikan begitu saja oleh Mama, lho. Mengingat asal-usul tempat hidupnya yang penuh cemaran kuman, hadirnya satu ekor kecoa saja di area pengolahan makanan sudah menjadi sinyal bahaya bagi kebersihan dan sanitasi rumah ya.

  2. 2. Berperan sebagai pembawa bakteri berbahaya

    ​Fakta bahaya bakteri kecoa di dapur rumah membawa bakteri di tubuhnya
    Magnific/jigsawstocker

    Mama, kecoa bertindak sebagai pembawa mekanis (mechanical vector) yang sangat efektif dalam memindahkan berbagai kuman penyakit.

    Ketika kecoa merayap di tempat-tempat kotor, mikroorganisme patogen tidak hanya menempel pada bagian kaki dan luar tubuhnya saja, melainkan juga masuk serta bertahan di dalam saluran pencernaannya. Beberapa jenis bakteri berbahaya yang kerap ditemukan pada serangga ini antara lain Salmonella, Shigella, dan jenis tertentu dari E. coli, lho.

    Bayangkan bila bakteri tersebut terkontaminasi ketika kecoa berjalan melewati piring, sendok, hingga makanan terbuka di meja makan. Alhasil kuman yang menempel pada tubuhnya akan langsung berpindah ke permukaan barang-barang bersih tersebut, Ma.

    Tak hanya itu, kuman dari saluran pencernaannya pun bisa ikut mencemari area dapur melalui kotoran serta liur yang ia tinggalkan, lho, Ma. Tanpa sadar, peralatan dan bahan makanan yang Mama siapkan bisa terkontaminasi oleh patogen mikroskopisnya. Oleh karena itu, penting untuk Mama agar selalu menutup rapat piring serta tempat penyimpanan makanan ya. Supaya terhindar dari jajahan serangga pembawa bakteri ini.

  3. 3. Memicu infeksi saluran pencernaan bagi anak

    ​Fakta bahaya bakteri kecoa di dapur rumah terjadi infeksi pencernaan pada anak
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Dampak langsung dari makanan atau peralatan yang terkontaminasi oleh kuman kecoa adalah munculnya gangguan kesehatan pada saluran pencernaan.

    Bakteri seperti Salmonella dan E. coli yang berpindah dari tubuh kecoa dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari diare, muntah, demam, hingga nyeri perut yang mengganggu. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan jika dialami oleh si Kecil, mengingat sistem kekebalan tubuhnya yang masih dalam tahap perkembangan.

    Saat anak mengonsumsi makanan yang tanpa sengaja tersentuh serangga ini, bakteri patogen akan langsung masuk dan menginfeksi sistem pencernaannya, Ma.

    Infeksi saluran cerna tidak hanya membuat tubuh menjadi lemas akibat kekurangan cairan, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas harian anak. Oleh sebab itu, Mama perlu ekstra waspada dan segera mencuci piring atau peralatan makan yang dicurigai pernah dilalui kecoa, ya. Mengingat risikonya yang cukup serius terhadap kesehatan keluarga, menjaga kebersihan makanan harus menjadi prioritas utama di rumah.

  4. 4. Meningkatkan risiko serangan asma dan alergi

    ​Fakta bahaya bakteri kecoa di dapur rumah timbulkan asma pada anak
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Bahaya kecoa ternyata tidak hanya berhenti pada masalah pencernaan saja, Ma.

    Melansir dari Healthline dan Health NZ, diketahui bahwa kotoran, air liur, hingga serpihan kulit dan bagian tubuh kecoa yang terlepas mengandung protein khusus yang berfungsi sebagai alergen kuat. Partikel-partikel mikroskopis ini dapat mengering, terbang bebas di udara ruangan, dan tanpa sengaja terhirup oleh si Kecil maupun anggota keluarga lainnya.

    Paparan alergen kecoa ini dapat memicu berbagai reaksi alergi, seperti bersin-bersin, mata gatal dan berair, hingga hidung tersumbat, Ma.

    Selain itu, yang lebih mengkhawatirkan, khususnya bagi anak yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Ternyata menghirup partikel kecoa ini bisa menjadi pemicu utama terjadinya serangan asma yang mendadak, lho.

    Udara di dalam rumah yang tampak bersih pun bisa terkontaminasi oleh alergen ini jika terdapat populasi kecoa yang tersembunyi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan udara dan rutin menyapu serta mengepel area rumah sangat penting dilakukan untuk meminimalkan paparan alergen berbahaya ini.

  5. 5. Dapat menggigit dan memicu infeksi sekunder pada kulit

    ​Fakta bahaya bakteri kecoa di dapur rumah timbulkan infeksi sekunder
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Selain membawa kuman dan memicu alergi, kecoa ternyata juga memiliki potensi untuk menggigit manusia, lho, Ma.

    Menurut Healthline, meski kasus ini terbilang sangat jarang terjadi, kecoa dapat menggigit area tubuh tertentu seperti jemari, kuku, atau sekitar wajah ketika seseorang sedang tertidur pulas. Kondisi ekstrem ini biasanya hanya terjadi apabila populasi kecoa di dalam rumah sudah sangat tinggi dan sumber makanan lain di sekitarnya sangat terbatas.

    Belum lagi gigitan kecoa juga menyebabkan gatal, Ma. ​Melansir dari Healthline, bekas gigitan serangga ini dapat menyebabkan rasa gatal, bentol kemerahan, hingga pembengkakan ringan pada kulit.

    Jika bentol tersebut terus digaruk oleh si Kecil, hal ini berisiko menimbulkan luka terbuka yang memicu timbulnya infeksi sekunder akibat kuman yang berpindah dari mulut atau tubuh kecoa. Untuk menghindari hal tersebut, Mama perlu memastikan area kamar tidur anak selalu dalam keadaan bersih dan bebas dari sisa-sisa makanan yang dapat menarik perhatian kecoa di malam hari, ya.

  6. 6. Penanganan harus fokus pada sarang dan sumber persembunyiannya

    ​Mencegah bahaya bakteri kecoa di dapur rumah dengan menutup makanan sampai rapat
    Popmama.com/Syiva Amalia/AI

    Menghadapi ancaman kesehatan dari keberadaan kecoa tentu membutuhkan langkah penanganan yang tepat dan menyeluruh, ya, Ma.

    Menurut petunjuk sanitasi lingkungan dari Health NZ, hanya mengusir atau membunuh satu ekor kecoa yang lewat di meja dapur tidak akan menyelesaikan masalah secara tuntas. Mama harus fokus menemukan dan menangani sarang persembunyiannya yang biasa berada di celah-celah lembab, area bawah tempat cuci piring, hingga bagian belakang lemari dapur.

    Supaya pencegahan dari kecoa ini efektif, Mama bisa memutus rantai akses makanan dan kelembaban area rumah.

    Mama dapat menyimpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat, segera membersihkan tumpahan makanan atau noda minyak di dapur, serta memperbaiki pipa air yang bocor. Selain itu, menutup celah-celah retakan pada dinding dan rutin membuang sampah harian sangat efektif mencegah serangga ini datang kembali, nih. Dengan menjaga sanitasi lingkungan rumah secara konsisten, kesehatan pencernaan dan pernapasan seluruh anggota keluarga akan tetap terjaga dengan maksimal.

    Itu dia fakta bahaya bakteri kecoa di dapur rumah. Melihat berbagai risiko kesehatan di atas, Mama tentu tidak boleh lagi mengabaikan keberadaan serangga ini di rumah, ya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More