5 Dampak Anak Kekurangan Magnesium, Bisa Memicu Kejang

- Magnesium penting bagi fungsi otot, saraf, tulang, dan proses tubuh anak; kekurangannya dapat memicu kelelahan, lemas, hilang nafsu makan, mual, serta muntah.
- Kadar magnesium rendah dapat mengganggu kerja otot, ditandai kram atau kontraksi otot; pada kondisi sangat rendah, perubahan kepribadian juga bisa terjadi.
- Kekurangan magnesium ekstrem dapat memicu kejang dan gangguan irama jantung pada anak, sehingga memerlukan pertolongan medis.
Magnesium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh anak untuk membantu fungsi otot dan saraf, menjaga kesehatan tulang, serta mendukung berbagai proses penting lainnya, Ma.
Mengutip National Institutes of Health (NIH), kekurangan magnesium dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti kehilangan nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, hingga kelemahan.
Bahkan jika kadar magnesium dalam tubuh semakin rendah, kondisi yang muncul malah jadi lebih serius, lho, Ma.
Kekurangan magnesium yang berat dapat menyebabkan kram otot, perubahan kondisi mental, kejang, hingga gangguan irama jantung.
Seperti apa gejala hingga dampak yang dapat terjadi ketika anak kekurangan magnesium? Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama.
Table of Content
1. Anak lebih mudah lelah dan lemas

Pexels/Aditya Bose Anak yang kekurangan magnesium dapat mengalami kelelahan dan lemas tubuh, lho, Ma.
Menurut NIH, kelelahan dan lemas ini termasuk gejala yang dapat muncul ketika tubuh mengalami kekurangan magnesium.
Karena kondisi ini berhubungan dengan peran magnesium dalam membantu fungsi otot dan berbagai proses penting di dalam tubuh Ma.
2. Nafsu makan anak menurun

Pexels/Михаил Казаченко Anak yang biasanya lahap tiba-tiba jadi susah makan?
Kondisi ini bisa jadi salah satu gejala yang muncul ketika tubuh kekurangan magnesium, lho, Ma.
Apalagi saat anak juga mengalami mual hingga muntah yang membuat keinginannya semakin susah untuk makan.
Kalau berlangsung cukup lama, perubahan nafsu makan tentu bisa membuat asupan kekurangan makanan Ma.
3. Otot anak bisa mengalami kram

Pexels/Towfiqu barbhuiya Pernah melihat anak tiba-tiba mengeluhkan ototnya terasa sakit atau menegang, Ma?
Kram dan kontraksi otot dapat muncul ketika tubuh mengalami kekurangan magnesium, lho, Ma.
Magnesium memiliki peran dalam fungsi otot, sehingga kadar yang terlalu rendah dapat memengaruhi kerja otot.
Nah, pada kondisi kekurangan yang semakin berat, keluhan pada otot dapat menjadi lebih terasa Ma.
4. Bisa memengaruhi kondisi mental

Pexels/Keira Burton Tubuh dan pikiran saling berkaitan, Ma.
Ketika kadar magnesium dalam tubuh berada pada tingkat yang sangat rendah, kondisi mental anak juga dapat ikut terdampak, lhoo, Ma.
Menurut NIH, perubahan kepribadian termasuk salah satu dampak yang dapat terjadi pada kekurangan magnesium yang berat Ma.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kadar magnesium yang sangat rendah dapat memengaruhi lebih dari satu sistem dalam tubuh, termasuk fungsi saraf ya.
5.. Kadar magnesium yang sangat rendah bisa memicu kejang

Pexels/Ketut Subiyanto Di tahap yang lebih berat, kekurangan magnesium dapat memengaruhi sistem saraf hingga menyebabkan kejang, Ma.
Kondisi ini berbeda dari kram atau kontraksi otot yang dibahas sebelumnya dan kejang termasuk dampak yang lebih serius, lho, Ma.
Tak hanya kejang, kadar magnesium yang sangat rendah juga dapat mengganggu irama jantung.
NIH memasukkan kedua kondisi tersebut sebagai akibat yang dapat terjadi pada kekurangan magnesium yang ekstrem.
Karena sudah termasuk kondisi serius, kejang atau gangguan irama jantung pada anak membutuhkan pertolongan medis ya Ma.
Kekurangan magnesium pada anak dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari mudah lelah hingga kondisi yang lebih serius seperti kejang.
Pastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi melalui pola makan bergizi seimbang ya, Ma.
Jika Mama melihat keluhan yang tidak biasa atau berlangsung terus-menerus, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya ya.



















