Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Pencernaan Anak, Sering Diabaikan

7 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Pencernaan Anak, Sering Diabaikan
Freepik/pch.vector
Intinya Sih
  • Sistem pencernaan penting untuk menyerap nutrisi, tetapi kebiasaan sepele sehari-hari bisa tanpa sadar mengganggunya.

  • Kebiasaan seperti makan terlalu cepat, kurang minum, hingga pola makan tidak teratur dapat membuat pencernaan si Kecil kurang nyaman.

  • Memperbaiki rutinitas harian dan menjaga pola hidup seimbang, pencernaan si Kecil bisa lebih sehat dan optimal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sistem pencernaan si Kecil berperan penting dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Pencernaan yang bekerja dengan baik akan membantu tubuh si Kecil mendapatkan energi serta zat gizi secara optimal setiap hari.

Namun tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang justru bisa membuat pencernaan si Kecil menjadi kurang nyaman. Kebiasaan ini sering dianggap sepele dan tidak berbahaya, padahal jika terus dilakukan bisa berdampak pada kondisi tubuh si Kecil.

Berikut Popmama.com rangkum 7 kebiasaan sepele yang bisa ganggu pencernaan si Kecil yang sering diabaikan!

Table of Content

1. Makan terlalu cepat

1. Makan terlalu cepat

Anak laki-laki makan roti
Freepik

Kebiasaan makan terburu-buru sering terjadi, terutama saat mereka sedang lapar, bersiap ke sekolah, atau ingin cepat kembali bermain. Tanpa disadari, hal ini bisa memengaruhi proses pencernaan sejak tahap awal.

Saat si Kecil makan terlalu cepat, makanan tidak dikunyah dengan baik. Padahal proses mengunyah sangat penting untuk membantu memecah makanan agar lebih mudah diproses oleh tubuh.

Makanan yang masih kasar akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Hal ini bisa menyebabkan perut terasa tidak nyaman setelah makan, seperti kembung atau begah.

Selain itu, makan terlalu cepat juga membuat si Kecil kurang peka terhadap rasa kenyang. Akibatnya, mereka bisa makan berlebihan tanpa sadar.

Membiasakan si Kecil makan perlahan dapat membantu proses pencernaan berjalan lebih optimal. Mama bisa mengajak si Kecil makan dengan suasana santai agar ia tidak terburu-buru.

2. Sering makan camilan tanpa jeda waktu makan

Anak perempuan makan es krim
Freepik/jcomp

Camilan memang sering jadi andalan untuk mengatasi rasa lapar si Kecil di sela waktu makan. Namun jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini bisa memengaruhi sistem pencernaan.

Terlalu sering makan camilan membuat tubuh tidak memiliki waktu jeda untuk memproses makanan dengan optimal. Sistem pencernaan pun terus bekerja tanpa istirahat.

Kondisi ini bisa membuat si Kecil merasa tidak nyaman, terutama jika camilan yang dikonsumsi cukup berat. Selain itu, jadwal makan utama juga bisa jadi berantakan.

Si Kecil yang sering makan camilan biasanya jadi tidak terlalu lapar saat waktu makan tiba. Hal ini dapat memengaruhi asupan nutrisi yang seharusnya didapat dari makanan utama.

Memberikan jeda waktu makan yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan pencernaan. Mama bisa mengatur jadwal makan dan camilan agar tetap teratur.

3. Kurang minum air putih

Anak perempuan minum air putih
Freepik/bearfotos

Air putih memiliki peran penting dalam membantu proses pencernaan. Sayangnya, banyak anak yang belum terbiasa minum air dalam jumlah cukup setiap hari.

Kurangnya asupan cairan dapat membuat proses pencernaan berjalan kurang lancar. Tubuh membutuhkan air untuk membantu memproses makanan yang masuk.

Selain itu, air juga berperan dalam membantu penyerapan nutrisi. Tanpa cairan yang cukup, tubuh tidak bisa bekerja secara optimal.

Si Kecil yang kurang minum air seringkali menunjukkan tanda seperti perut terasa tidak nyaman atau mudah lelah. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Membiasakan si Kecil minum air putih secara rutin adalah langkah sederhana yang penting. Mama bisa mengingatkan si Kecil untuk minum secara berkala, bukan hanya saat merasa haus.

4. Terlalu sering konsumsi makanan olahan

Anak perempuan makan junk food
Freepik/pvproductions

Makanan olahan memang praktis dan sering disukai si Kecil karena rasanya yang menarik. Namun jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini bisa berdampak pada pencernaan.

Banyak makanan olahan yang rendah serat, padahal serat penting untuk membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik. Tanpa asupan serat yang cukup, pencernaan bisa terasa kurang nyaman.

Selain itu, makanan olahan juga cenderung mengandung tambahan gula, garam, atau bahan lain yang jika berlebihan tidak baik untuk tubuh.

Si Kecil yang terlalu sering mengonsumsi makanan jenis ini bisa jadi kurang terbiasa dengan makanan alami seperti sayur dan buah.

Mengimbangi dengan makanan segar seperti buah dan sayur dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Mama bisa mulai mengenalkan pilihan makanan yang lebih beragam sejak dini.

5. Kurang aktivitas fisik

Anak laki-laki bermain laptop di kasur
Freepik

Aktivitas fisik tidak hanya penting untuk kebugaran tubuh, tetapi juga berpengaruh pada sistem pencernaan. Si Kecil yang aktif bergerak biasanya memiliki pencernaan yang lebih baik.

Saat tubuh bergerak, berbagai sistem dalam tubuh ikut bekerja lebih optimal, termasuk pencernaan. Hal ini membantu makanan diproses dengan lebih lancar.

Sebaliknya, si Kecil yang jarang bergerak cenderung merasa kurang nyaman setelah makan. Terlalu banyak duduk atau berdiam diri bisa memperlambat proses dalam tubuh.

Gaya hidup yang kurang aktif juga sering berkaitan dengan kebiasaan lain, seperti terlalu lama menggunakan ponsel.

Mendorong si Kecil untuk aktif bermain setiap hari bisa membantu menjaga keseimbangan tubuh. Aktivitas sederhana seperti berlari atau bermain di luar sudah cukup memberikan manfaat.

6. Langsung tidur setelah makan

Anak perempuan tidur di meja
Freepik

Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk memproses makanan dengan baik. Namun beberapa anak memiliki kebiasaan langsung tidur setelah makan.

Posisi tubuh saat tidur tidak mendukung proses pencernaan yang optimal. Hal ini bisa membuat si Kecil merasa tidak nyaman setelah bangun.

Selain itu, tubuh belum memiliki waktu cukup untuk mencerna makanan sebelum beristirahat. Kebiasaan ini jika terus dilakukan dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan.

Memberikan jeda waktu sebelum tidur adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan. Mama bisa memastikan si Kecil makan dengan porsi yang cukup dan memiliki waktu istirahat setelah makan sebelum benar-benar tidur.

Kebiasaan kecil ini dapat membantu tubuh bekerja dengan lebih baik dan menjaga kenyamanan si Kecil.

7. Pola makan yang tidak teratur

Jam dan makanan
Freepik/drobotdean

Jadwal makan yang berubah-ubah bisa membuat tubuh kesulitan menyesuaikan diri. Sistem pencernaan bekerja lebih baik ketika memiliki ritme yang konsisten.

Si Kecil yang makan tidak teratur seringkali mengalami perubahan nafsu makan. Kadang sangat lapar, kadang justru tidak ingin makan sama sekali.

Hal ini bisa memengaruhi keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Pencernaan pun tidak bekerja secara optimal karena tidak memiliki pola yang jelas.

Rutinitas makan yang teratur membantu tubuh mengenali waktu untuk memproses makanan. Ini penting untuk menjaga kenyamanan pencernaan.

Mama bisa mulai dengan menetapkan jadwal makan yang konsisten setiap hari. Dengan begitu, tubuh si Kecil akan terbiasa dan bekerja lebih optimal.

Tujuh kebiasaan sepele yang bisa mengganggu pencernaan si Kecil ini seringkali luput dari perhatian. Padahal, perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kenyamanan dan kesehatan si Kecil.

Penting juga untuk memperhatikan pola makan, aktivitas, dan waktu istirahat si Kecil secara seimbang. Semua faktor ini saling berkaitan dan memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Dengan perhatian yang tepat, Mama dapat membantu si Kecil tumbuh dengan lebih nyaman dan sehat setiap harinya.

Kebiasaan mana yang paling sering terjadi pada si Kecil, Ma?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More