Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Kebiasaan yang Bisa Turunkan Imun Anak, Jarang Disadari

7 Kebiasaan yang Bisa Turunkan Imun Anak, Jarang Disadari
Freepik/wirestock
Intinya Sih
  • Sistem imun penting untuk melindungi si Kecil, tetapi kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele bisa tanpa sadar melemahkannya.

  • Kebiasaan seperti kurang tidur, konsumsi gula berlebih, kurang aktivitas, hingga stres dapat menurunkan daya tahan tubuh anak.

  • Dengan membangun kebiasaan sehat dan lingkungan yang mendukung, imun si Kecil bisa lebih kuat dan tidak mudah sakit.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Daya tahan tubuh atau sistem imun berperan sangat penting dalam melindungi si Kecil dari berbagai penyakit. Sistem imun yang kuat akan membuat si Kecil lebih jarang sakit dan lebih cepat pulih jika terserang infeksi.

Namun tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang justru bisa melemahkan sistem imun si Kecil. Kebiasaan-kebiasaan ini seringkali terlihat sepele dan dianggap tidak berbahaya, padahal dampaknya cukup signifikan.

Mengenali kebiasaan-kebiasaan ini akan membantu Mama menjaga kesehatan si Kecil dengan lebih baik.

Berikut Popmama.com rangkum 7 kebiasaan yang bisa turunkan imun anak, jarang disadari!

Table of Content

1. Kurang tidur

1. Kurang tidur

Anak laki-laki tertidur
Freepik/krakenimages.com

Tidur berperan sangat penting dalam proses pemulihan tubuh dan pembentukan sistem imun yang kuat. Saat tidur, tubuh si Kecil melakukan berbagai proses perbaikan sel dan penguatan sistem pertahanan tubuh.

Si Kecil yang kurang tidur cenderung lebih mudah terserang penyakit. Mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena flu, batuk, dan infeksi lainnya dibanding anak yang tidur cukup.

Hormon yang membantu melawan infeksi sebagian besar diproduksi saat tidur. Hormon-hormon ini seperti sitokin yang berfungsi melawan peradangan dan infeksi, produksinya meningkat saat si Kecil tidur nyenyak.

Pola tidur yang tidak teratur bisa membuat daya tahan tubuh si Kecil menurun secara signifikan. Si Kecil yang tidurnya tidak konsisten, kadang larut malam kadang tidur cepat, akan mengalami gangguan pada ritme sirkadian yang pada akhirnya mempengaruhi sistem imun.

Selain durasi, kualitas tidur juga sangat penting. Tidur yang sering terbangun atau tidak nyenyak juga bisa mengganggu proses pembentukan sistem imun meski durasinya sudah cukup. Pastikan si Kecil mendapat waktu tidur yang cukup sesuai kebutuhannya.

2. Terlalu sering konsumsi makanan manis

Anak perempuan memegang donut
Freepik/pvproductions

Asupan gula berlebih dapat menekan kinerja sistem imun secara langsung. Gula dapat menurunkan kemampuan sel darah putih untuk melawan bakteri dan virus, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Makanan manis juga bisa memicu peradangan dalam tubuh. Konsumsi gula yang tinggi menyebabkan peningkatan marker inflamasi yang justru membuat tubuh sibuk mengatasi peradangan internal daripada fokus melawan patogen dari luar.

Si Kecil yang terlalu banyak makan makanan manis jadi lebih rentan terkena infeksi ringan seperti batuk dan pilek. Efek penurunan imun dari konsumsi gula bisa bertahan beberapa jam setelah makan, sehingga si Kecil yang suka makan manis akan terus-menerus memiliki imun yang lemah.

Konsumsi gula berlebihan juga berdampak pada kesehatan jangka panjang. Selain menurunkan imun, gula berlebih juga meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit kronis lainnya yang pada akhirnya juga mempengaruhi sistem imun.

Batasi konsumsi makanan dan minuman manis untuk si Kecil. Ganti camilan manis dengan buah-buahan segar yang mengandung gula alami dan dilengkapi dengan vitamin serta serat yang justru baik untuk imun.

3. Kurang aktivitas fisik

Anak laki-laki makan popcorn
Freepik/prostooleh

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah dan fungsi imun. Saat si Kecil bergerak aktif, aliran darah meningkat dan membantu sel-sel imun beredar lebih efektif ke seluruh tubuh untuk melawan infeksi.

Si Kecil yang jarang bergerak cenderung memiliki daya tahan tubuh lebih rendah. Gaya hidup sedentari atau kurang gerak membuat metabolisme tubuh melambat dan sistem imun tidak bekerja secara optimal.

Terlalu banyak duduk juga bisa memperlambat metabolisme tubuh. Si Kecil yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk menonton TV atau main ponsel akan mengalami penurunan fungsi berbagai sistem tubuh termasuk sistem imun.

Bermain aktif di luar rumah dapat membantu memperkuat sistem imun. Aktivitas fisik yang menyenangkan seperti berlari, melompat, atau bermain bola tidak hanya baik untuk kebugaran fisik tetapi juga merangsang produksi sel-sel imun.

Tidak perlu olahraga yang berat. Untuk anak-anak, yang penting adalah mereka aktif bergerak setidaknya 60 menit sehari melalui bermain atau aktivitas yang mereka sukai.

4. Screen time yang terlalu lama

Anak bermain tablet
Freepik

Screen time yang berlebihan bisa mengganggu kualitas tidur si Kecil. Blue light dari layar ponsel mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur tidur, sehingga si Kecil jadi susah tidur atau tidurnya tidak berkualitas.

Screen time yang tinggi juga berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik. Si Kecil yang menghabiskan banyak waktu di depan layar otomatis mengurangi waktu untuk bergerak aktif dan bermain di luar.

Hal ini secara tidak langsung melemahkan daya tahan tubuh si Kecil. Kombinasi antara kurang tidur dan kurang aktivitas fisik akibat screenime berlebihan membuat sistem imun si Kecil bekerja tidak optimal.

Selain itu, penggunaan ponsel berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental si Kecil. Stres dan kecemasan yang bisa muncul dari konten yang dilihat atau interaksi di dunia digital juga bisa menurunkan imun.

Untuk itu, Mama bisa membatasi screen time pada si Kecil. Sebaiknya tidak lebih dari 1 jam per hari untuk hiburan di luar keperluan sekolah.

5. Jarang terpapar sinar matahari

Anak bermain layangan
Freepik/standret

Sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D yang sangat penting untuk sistem imun. Vitamin D berperan dalam mengaktifkan sel-sel imun dan membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih efektif.

Vitamin D yang diproduksi dari paparan sinar matahari penting untuk menjaga sistem imun tetap optimal. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan dan berbagai penyakit lainnya.

Si Kecil yang kurang paparan sinar matahari berisiko memiliki imun lebih lemah. Di era modern ini, banyak anak yang menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan, baik di sekolah maupun di rumah.

Aktivitas luar ruangan di pagi hari bisa jadi solusi sederhana. Ajak si Kecil bermain di luar rumah sekitar 10-15 menit setiap hari, terutama di pagi hari sebelum jam 10 saat sinar matahari masih lembut.

Paparan sinar matahari tidak perlu lama. 10-15 menit beberapa kali seminggu sudah cukup untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D yang dibutuhkan.

6. Lingkungan terlalu steril

Anak bermain mainan
Freepik

Terlalu jarang terpapar kuman bisa membuat sistem imun kurang terlatih. Sistem imun si Kecil perlu "belajar" mengenali berbagai mikroorganisme untuk bisa membangun pertahanan yang kuat.

Tubuh si Kecil perlu mengenali mikroorganisme untuk membangun pertahanan yang efektif. Paparan terhadap kuman dalam jumlah wajar membantu sistem imun mempelajari perbedaan antara ancaman nyata dan hal-hal yang tidak berbahaya.

Lingkungan yang terlalu bersih dapat menghambat proses pembelajaran sistem imun ini. Si Kecil yang tumbuh di lingkungan yang terlalu steril justru lebih rentan terhadap alergi dan penyakit autoimun karena sistem imunnya tidak terlatih dengan baik.

Paparan kuman dalam batas wajar justru membantu memperkuat imun. Membiarkan si Kecil bermain di tanah, berinteraksi dengan hewan peliharaan, atau bermain di taman adalah hal yang sehat dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Tentu saja tetap jaga kebersihan dasar seperti cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet. Tapi tidak perlu menggunakan pembersih antibakteri untuk setiap permukaan atau terlalu panik dengan sedikit kotoran.

7. Stres atau tekanan emosional

Anak sedang stres
Freepik

Kondisi emosional si Kecil ternyata juga sangat berpengaruh pada sistem imun. Hubungan antara kesehatan mental dan fisik sangat erat, dan stres adalah salah satu faktor yang paling merusak sistem imun.

Stres dapat menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi secara signifikan. Saat si Kecil mengalami stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dalam jangka panjang bisa menekan fungsi sistem imun.

Perubahan perilaku seperti mudah marah, cemas, atau menarik diri perlu diperhatikan sebagai tanda si Kecil sedang mengalami tekanan emosional. Si Kecil yang stres juga sering mengalami gangguan tidur dan nafsu makan yang pada akhirnya memperburuk kondisi imun.

Lingkungan yang nyaman dan suportif membantu menjaga kesehatan mental dan fisik si Kecil. Si Kecil yang merasa aman, dicintai, dan didukung akan memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan sistem imun yang lebih kuat.

Mama bisa meluangkan waktu berkualitas dengan si Kecil. Dengarkan keluhannya dan ciptakan suasana rumah yang positif. Aktivitas menyenangkan bersama keluarga bisa menjadi stress relief yang efektif untuk si Kecil.

Intinya, Ma, menjaga sistem imun si Kecil bukan hanya soal menghindari kebiasaan buruk, tetapi juga membangun kebiasaan baik. Pola makan bergizi, tidur cukup, aktivitas fisik teratur, dan lingkungan yang mendukung adalah fondasi penting.

Si Kecil dengan sistem imun yang kuat bukan berarti tidak akan pernah sakit, tetapi mereka akan lebih jarang sakit dan lebih cepat pulih jika terserang penyakit.

Kebiasaan mana yang paling sulit diubah untuk si Kecil?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More