Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Sejarah Hari Susu Nasional 2 Oktober dan Kenali Manfaat Susu untuk Anak

Sejarah Hari Susu Nasional 2 Oktober dan Kenali Manfaat Susu untuk Anak
Pexels/Alex Green
  • Hari Susu Nasional diperingati setiap 2 Oktober sejak dikenal pada 2001, untuk meningkatkan kesadaran gizi sekaligus mengingat peran peternak sapi perah lokal.

  • Susu mengandung protein dan kalsium yang mendukung pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan, tulang, dan gigi anak, tetapi kebutuhannya harus disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing.

  • Susu, yoghurt, dan keju dapat melengkapi menu bergizi seimbang, bukan menggantikan makanan utama. Orangtua perlu memilih produk dengan teliti, termasuk memeriksa kandungan gula tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tanggal 2 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Susu Nasional di Indonesia.

Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya susu dan produk olahannya sebagai salah satu sumber zat gizi dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi anak-anak, susu juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan. Namun, konsumsi susu tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan masing-masing anak.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Susu Nasional dan apa saja manfaat susu untuk anak? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya. Yuk, simak!

  1. 1. Mengenal sejarah Hari Susu Nasional

    Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat
    Pexels/Los Muertos Crew

    Setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Susu Nasional.

    Peringatan ini menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya susu dan produk olahannya dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

    Hari Susu Nasional juga berkaitan dengan perkembangan peternakan sapi perah serta keberadaan para peternak susu lokal di Indonesia. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa peringatan ini mulai dikenal sejak tahun 2001.

    Pemilihan tanggal 2 Oktober juga dikaitkan dengan sejarah organisasi yang menaungi peternak sapi perah di Indonesia.

    Selain membahas manfaat susu, peringatan ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali peran peternak lokal dalam menyediakan produk susu bagi masyarakat.

    Susu yang dikonsumsi sehari-hari tentu tidak terlepas dari proses panjang mulai dari peternakan hingga akhirnya sampai ke meja makan keluarga.

    Karena itu, Hari Susu Nasional bukan hanya tentang mengajak masyarakat minum susu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya pemenuhan gizi dan dukungan terhadap sektor persusuan di Indonesia.

  2. 2. Susu punya banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak

    Susu mengandung banyak zat gizi yang baik untuk perkembangan anak
    Pexels/Ketut Subiyanto

    Susu dikenal sebagai salah satu minuman yang mengandung berbagai zat gizi dan dapat menjadi bagian dari pola makan anak.

    Salah satu kandungan yang terdapat dalam susu adalah protein, yang dibutuhkan tubuh untuk membantu pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan.

    Susu dan produk olahannya juga umumnya mengandung kalsium, mineral yang berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan tulang dan gigi.

    Selain itu, beberapa produk susu diperkaya dengan vitamin dan mineral tertentu yang dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak.

    Meski begitu, Mama perlu memahami bahwa susu bukan satu-satunya sumber gizi untuk si Kecil.

    Anak tetap membutuhkan makanan yang beragam, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan, hingga sumber lemak.

    Kebutuhan susu setiap anak pun dapat berbeda, tergantung usia dan kondisi masing-masing.

    Jadi, Mama tidak perlu memaksakan anak mengonsumsi susu dalam jumlah tertentu hanya karena menganggap semakin banyak susu akan semakin baik.

    Pastikan susu menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.

  3. 3. Susu bisa jadi bagian dari pola makan gizi seimbang

    Susu dapat menjadi pelengkap gizi seimbang untuk anak
    Pexels/Towfiqu barbhuiya

    Memenuhi kebutuhan nutrisi anak tidak cukup hanya dengan memberikan satu jenis makanan atau minuman.

    Anak membutuhkan berbagai zat gizi yang berasal dari beragam sumber makanan. Dalam hal ini, susu dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan bergizi seimbang.

    Mama bisa memberikan susu sebagai pelengkap menu harian anak, bersama dengan makanan pokok, lauk sebagai sumber protein, sayuran, dan buah-buahan.

    Dengan menu yang beragam, anak berkesempatan mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung aktivitas dan tumbuh kembangnya.

    Penting juga untuk tidak menjadikan susu sebagai pengganti makanan utama.

    Jika anak terlalu banyak mengonsumsi susu hingga merasa kenyang, ia justru bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nutrisi dari makanan lain.

    Selain memperhatikan jenis makanan, Mama juga perlu melihat pola makan anak secara keseluruhan.

    Jumlah dan jenis susu yang diberikan dapat disesuaikan dengan usia, kebutuhan gizi, serta kondisi masing-masing anak.

    Jadi, tidak perlu berlebihan, Ma. Susu cukup menjadi salah satu bagian dari menu bergizi dan beragam setiap hari.

  4. 4. Ada banyak produk olahan susu yang bisa dinikmati

    Banyak olahan susu lainnya yang bisa dinikmati selain susu cair
    Pexels/Nicolás Rueda

    Kalau mendengar kata susu, mungkin yang langsung terbayang adalah segelas susu cair. Padahal, ada banyak produk olahan susu yang bisa menjadi pilihan untuk keluarga, seperti yoghurt, keju, susu bubuk, dan berbagai produk lainnya.

    Setiap produk tentu memiliki bentuk, tekstur, rasa, serta kandungan nutrisi yang berbeda.

    Bagi anak yang kurang menyukai susu cair, misalnya, yoghurt atau keju dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan zat gizi yang juga terdapat pada produk olahan susu.

    Mama juga bisa membuat menu anak menjadi lebih bervariasi dengan menggunakan produk olahan susu sebagai bagian dari makanan.

    Yoghurt dapat dipadukan dengan buah, sementara keju bisa ditambahkan pada beberapa menu yang disukai si Kecil.

    Namun, jangan lupa untuk tetap membaca label informasi nilai gizi pada kemasan. Beberapa produk susu, terutama yang memiliki rasa manis, dapat mengandung gula tambahan.

    Dengan lebih teliti memilih produk, Mama bisa memberikan variasi menu yang tetap sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Jadi, anak tidak harus selalu menikmati susu dalam bentuk minuman saja.

  5. 5. Biasakan anak mengonsumsi susu sesuai kebutuhannya

    Berikan anak susu sesuai dengan kebutuhan hariannya
    Pexels/cottonbro studio

    Mengenalkan susu kepada anak sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyenangkan tanpa menjadikannya sebagai sebuah kewajiban yang membuat si Kecil merasa terpaksa.

    Mama bisa memasukkan susu atau produk olahannya ke dalam rutinitas makan anak sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaannya.

    Misalnya, susu dapat menjadi bagian dari menu sarapan atau dikonsumsi sebagai pendamping camilan. Mama juga bisa memberikan pilihan kepada anak, seperti memilih antara susu cair, yoghurt, atau produk olahan susu lainnya yang sesuai dengan usianya.

    Namun, jangan lupa bahwa setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda.

    Jumlah susu yang dibutuhkan tidak bisa disamaratakan untuk semua anak. Karena itu, Mama sebaiknya menyesuaikan konsumsi susu dengan:

    • usia,
    • pola makan,
    • aktivitas,
    • kondisi anak.

    Susu bukan pengganti makanan utama, karena ini bisa jadi pilihan pelengkap asupan nutrisi anak. Tetap ajarkan anak untuk menikmati berbagai jenis makanan bergizi, minum air putih yang cukup, aktif bergerak, dan memiliki waktu tidur yang berkualitas.

    Itulah informasi seputar Hari Susu Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, mulai dari sejarah, manfaat susu, hingga perannya sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

    Momen ini bisa menjadi pengingat bagi Mama bahwa memenuhi kebutuhan nutrisi anak bukan hanya soal memberikan susu, tetapi juga memastikan si Kecil mendapatkan makanan yang beragam dan bergizi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More