Seorang Mama baru-baru ini menyebarkan sebuah berita mengenai tanaman hias beracun yang ternyata sering ditanam oleh sebagian orang.
Tanaman hias tersebut bernama Dumb Cane atau Daun Bahagia. Tanaman yang memiliki nama latin Dieffenbachia ternyata telah membuat anak perempuannya keracunan hingga kejang-kejang.
Pengguna Facebook, Husnolkhotimah Fahmi, membagikan ceritanya tersebut pada 14 Juni yang lalu.
Ia bercerita bahwa anaknya yang bernama Nashwa saat itu sedang bermain di luar rumah, kemudian tiba-tiba rasa ingin tahu anaknya pun muncul.
Nashwa yang malang kemudian memakan sebagian daun dari tanaman Daun Bahagia tersebut. Tidak lama kemudian, ia pun langsung kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa.
Setelah kasus tersebut menimpa sang Anak, Fahmi pun segera memperingatkan banyak orang untuk menjauhi tanaman tersebut dari anak-anak.
"Jika ada tanaman Daun Bahagia di taman rumah, persis seperti yang terlihat di foto ini, dan kamu memiliki anak kecil, maka lebih baik singkirkanlah. Karena itu beracun!" tulis Fahmil di postingan laman Facebook-nya.
Konon, Nashwa diketahui hanya memakan sedikit daun dari tanaman tersebut. Tak lama setelah itu, gadis berusia 4 tahun tersebut diketahui pulang ke rumahnya sambil menangis seperti ia sedang menderita luka parah.
Sang Mama yang curiga pun bertanya kepada Nashwa apa yang menyebabkannya sakit. Namun, gadis malang tersebut tidak mau mengungkapkan apa yang terjadi karena takut sang Mama marah.
Meski sempat tak berani jujur, akhirnya Nashwa pun mengaku bahwa ia telah memakan daun pohon Dieffenbachia. Mengetahui hal tersebut, sang Mama pun segera membawanya ke klinik terdekat.
Usai dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diketahui Nashwa kini mengalami pembengkakan terutama di sekitar bibir.
Setalah meresepkan obat untuk mengatasi pembengkakan dan menyerap racun, Nashwa kini dilaporkan telah pulih kembali.
Mengetahui kasus di atas, Popmama.com pun mengulik aneka tanaman hias beracun lainnya yang ternyata ada di sekitar kita.
Berikut 5 daftar tanaman hias beracun yang wajib dijauhi dari anak-anak.
