Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Solusi Mengatasi Anak Jijikan dan Sensitif Tekstur
Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI
  • Sensitivitas tekstur pada anak dapat dipicu indera yang lebih peka, pengalaman tidak menyenangkan, atau takut hal baru; orangtua dianjurkan memahami penyebabnya agar merespons lebih tepat.
  • Orangtua dapat mengenalkan tekstur, bau, dan rasa secara bertahap lewat sensory play, kombinasi bahan halus-kasar atau basah-kering, serta permainan aktif dengan figur mainan.
  • Bermain peran dapat membuat eksplorasi terasa lebih nyaman; gunakan bahan aman bagi kulit dan alergi, hindari memaksa, lalu beri apresiasi atas keberanian anak mencoba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama pernah gak sih menghadapi si Kecil yang jijikan dan sensitif akan tekstur? Padahal sudah diberikan kegiatan tapi tidak ada hasil signifikan. Anak tidak hanya jijikan dan sensitif terhadap sesuatu yang dirasakannya tetapi juga terhadap makanannya, hingga si Kecil GTM atau tantrum. 

Mungkin saja penyebab anak seperti itu adalah kurangnya eksplorasi kegiatan si Kecil. Jadi sebenarnya bukan anak yang terlalu manja, tetapi sistem sensori mereka yang masih menyesuaikan dengan kondisi di sekitarnya. 

Tentunya untuk mengetahui penyebab anak menjadi jijikan dan sensitif terhadap tekstur perlu diketahui terlebih dulu alasannya. Lalu bagaimana cara mengatasi anak yang mengalami hal tersebut? Yuk simak 7 solusi mengatasi anak jijikan dan sensitif tekstur di Popmama.com.

1. Pahami penyebab

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Penyebab dari anak yang jijikan dan sensitif tentunya beragam ya, Ma. Tapi perlu diketahui bahwa penyebabnya bisa terjadi karena indera si Kecil yang lebih sensitif. 

Misalnya saat menghirup atau menyentuh sesuatu yang lengkat, bau menyengat, dan licin, anak dapat merasa jijik.

Tapi penyebab lainnya juga dapat dikarenakan pengalaman yang tidak menyenangkan hingga rasa takut akan hal baru. Memahami kondisi ini akan membantu Mama lebih sabar dan tepat dalam memberikan respon kepada si Kecil. 

2. Eksplorasi sensory play

tbgstudio__

Solusi yang dapat dilakukan oleh para orangtua ketika memiliki anak yang jijikan dan sensitif adalah mengajaknya sensory play. Kegiatan ini dapat mengenalkan anak kepada tekstur-tekstur baru. 

Tentu saja tujuannya tidak hanya mengenalkan tekstur, melainkan juga bau dan wangi kepada anak. Mama bisa mulai dengan media simpel seperti slime jelly atau adonan tepung yang seru untuk diremas. 

3. Kombinasikan tekstur

Pinterest.com/vilmairis

Tekstur yang beragam juga perlu dikombinasikan lho, Ma. Misalnya menggabungkan antara tekstur halus dan kasar, tekstur licin dan kesat, tekstur basah dan kering.

Mengapa demikian? Agar si Kecil dapat membandingkan dan merasakan perbedaan tiap-tiap tekstur. Eksplorasi beragam tekstur dalam satu wadah ini juga efektif mengasah fleksibilitas sensori perabaannya.

4. Libatkan permainan aktif

Pinterest.com/liz9237

Gak cuman tekstur, tapi Mama Papa juga bisa menambahkan figuran-figuran mainan di dalam sensory play. Misalnya latar pantai yang memiliki pasir dan air, Mama Papa bisa menambahkan figuran hewan-hewan laut, seperti ikan dan bintang laut.

Jadi tidak hanya mengenalkan tekstur, tetapi juga hewan-hewan yang hidup dilautan. Si Kecil pun jadi semakin bersemangat dan fokus saat beraktivitas!

5. Bermain role play

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Role play atau bermain peran bisa banget Mama Papa terapkan ketika mengenalkan tekstur-tekstur pada anak. Pendekatan ini mampu mendistraksi pikiran anak akan jijik.

Melansir dari jurnal Early Childhood Research and Practice yang membahas pendekatan role play atau bermain peran membantu anak untuk berimajinasi yang efektif sebagai media pembelajaran. Ajak si Kecil berpura-pura jadi "detektif" atau "koki koki kecil" agar suasana main makin seru, Ma. 

Bermain peran membantu melatih anak untuk berimajinasi, mengekspresikan diri, dan berinteraksi dalam berbagai skenario yang mencerminkan kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang signifikan, sebut Safana, V. A., & Retnoningsih, S. (2025).

6. Gunakan bahan bermain yang aman

Pinterest.com/kiddiesstore

Selain memperhatikan kebutuhan anak, Mama Papa juga perlu memperhatikan bahan mainan anak. Misalnya jika sedang berkegiatan sensory play, Mama Papa bisa pastikan bahan yang digunakan aman bagi kulit dan juga alergi anak.

Gunakanlah bubuk slime khusus anak yang non-toksik atau bahan makanan (edible) agar aktivitas bermain selalu aman dan nyaman.

7. Beri apresiasi dan tidak memaksa

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI

Meski anak jijikan dan sensitif, orangtua tetap tidak dapat memaksakan pribadi anak. Biarkan mereka memegang dan merasakan secara perlahan. Setelahnya, bisa banget Mama Papa berikan apresiasi kepada si Kecil karena sudah berani untuk mencoba. Pujian kecil dan pelukan hangat dari Mama terbukti ampuh mendongkrak rasa percaya diri si Kecil, lho. 

Nah, itulah 7 solusi mengatasi anak jijikan dan sensitif tekstur yang bisa Mama dan Papa lakukan kepada si Kecil. 

Mengubah kebiasaan ini memang membutuhkan proses dan kesabaran ekstra ya, Ma. Selama dilakukan secara konsisten dan menyenangkan, indera peraba si Kecil pasti akan semakin terlatih sehingga tumbuh kembangnya berjalan optimal!

Curated For You

Editorial Team

Related Article