Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Usia yang Tepat untuk Mengajarkan Anak Pekerjaan Rumah Tangga

Usia yang Tepat untuk Mengajarkan Anak Pekerjaan Rumah Tangga
Freepik/rawpixel

Pernah nggak, Mama kepikiran untuk mengajarkan anak pekerjaan rumah tangga, tapi bingung mulai dari usia berapa ya?

Tenang, Mama nggak sendirian kok, karena anyak orangtua merasa ragu dan takut hasilnya berantakan atau anaknya masih terlalu kecil untuk diajarkan hal ini.

Padahal, melibatkan anak dalam urusan rumah justru bagian penting dari tumbuh kembang mereka, Ma. Selain melatih kemandirian, ini juga membangun rasa tanggung jawab sejak dini.

Biar nggak salah langkah, yuk simak panduan tugas rumah tangga sesuai usia anak dalam artikel Popmama.com berikut ini.

1. Usia 2-3 tahun bisa mulai dari hal sederhana

anak melakukan pekerjaan rumah tangga
Freepik/krakenimagescom

Di usia balita, anak sedang senang-senangnya meniru apa yang dilakukan orangtua. Momen emas ini bisa Mama manfaatkan untuk mengenalkan tugas rumah tangga yang sangat ringan dan menyenangkan.

Contohnya seperti merapikan mainan setelah bermain, membuang sampah kecil ke tempat sampah, menyiram tanaman, memasukkan baju kotor ke keranjang, atau mengelap meja dengan kain kecil.

Karena usia ini anak masih dalam tahap pengenalan, jadi jangan berharap hasil sempurna, ya, Ma. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan bahwa ia juga punya peran di rumah.

2. Usia 4-5 tahun mulai bertanggung jawab akan tugas kecil

anak melakukan pekerjaan rumah tangga
Freepik/bearfotos

Memasuki usia prasekolah, anak sudah bisa memahami instruksi sederhana dan mulai punya keinginan untuk “bantu-bantu”.

Nah, inilah saat yang tepat untuk menaikkan level tugasnya, Ma. Mama bisa mengajaknya memasukkan piring kotor ke bak cuci, memetik sayuran, menyapu area kecil, merapikan tempat tidur sendiri, atau memberi makan hewan peliharaan.

Meskipun hasil sapuannya masih belum bersih sempurna, atau masih berantakan saat memberi makan hewan peliharaan, tetaplah apresiasi usahanya ya, Ma.

Dengan begitu, anak merasa dihargai dan makin semangat belajar.

3. Usia 6-7 tahun sudah lebih terstruktur

anak melakukan pekerjaan rumah tangga
Freepik

Di usia sekolah dasar awal, anak sudah punya kontrol motorik yang lebih baik dan bisa mengerjakan tugas yang butuh ketelitian, Ma.

Nni saatnya mengenalkan pekerjaan seperti mengelap kaca jendela, menyortir cucian berdasarkan warna atau pemiliknya, membantu memasak misalnya mengaduk atau mencuci sayur, mencuci piring ringan seperti sendok dan garpu, serta ikut membantu mencuci kendaraan keluarga.

Meski sudah bisa lebih terstruktur, anak tetap perlu didampingi dulu sampai mereka percaya diri seiring waktu. Jangan lupa, pujian atas usahanya jauh lebih berharga daripada komentar soal kebersihan hasilnya.

4. Usia 8-9 tahun mulai lebih mandiri

anak melakukan pekerjaan rumah tangga
Freepik

Begitu anak memasuki usia 8–9 tahun, kemampuan berpikir logis dan tanggung jawabnya makin terlihat. Mama sudah bisa memberinya tugas yang lebih kompleks dengan pengawasan yang mulai dikurangi.

Misalnya mencuci piring sendiri hingga bersih, melipat baju, merapikan rak buku, serta menyapu halaman. Di fase ini, anak juga mulai belajar mengevaluasi hasil kerjanya sendiri, lho.

Jadi, Mama bisa membantu dengan membuat cek list sederhana, sehingga anak tahu apa saja yang harus diselesaikan tanpa diingatkan terus-menerus.

5. Usia remaja siap untuk tanggung jawab lebih besar

anak melakukan pekerjaan rumah tangga
Freepik/frimufilms

Inilah masa transisi menuju remaja, Ma, di mana usia 10–13 tahun mereka sudah mampu mengerjakan tugas rumah tangga yang nyaris setara dengan orang dewasa, tentu dengan pendampingan ringan.

Contohnya memasak nasi pakai rice cooker, mencuci baju sendiri dengan mesin cuci, membersihkan kamar mandi, merencanakan menu makan beserta belanjaannya, hingga belanja ke pasar atau supermarket dengan daftar belanjaan.

Untuk usia 13 tahun ke atas, Mama bisa tambahkan tugas seperti inventaris kebutuhan rumah, menyetrika, melakukan perbaikan kecil seperti ganti lampu dengan alat bantu, serta memastikan pintu dan pagar terkunci sebelum tidur atau bepergian.

Kunci keberhasilannya ada di sikap kita sebagai orangtua. Mama perlu kelola ekspektasi, karena hasil kerja anak pasti jauh dari sempurna. Tapi, pastikan untuk selalu memberi pujian untuk usahanya, bukan hasilnya. Buat cek list sederhana sesuai usia, dan ajak anak refleksi berkala tentang kesulitan yang ia hadapi.

Ingat, Ma, mengajak anak membantu pekerjaan rumah bukan soal bersih atau rapi. Ini proses belajarnya untuk tumbuh mandiri dan bertanggung jawab akan dirinya sendiri. Selamat mencoba di rumah, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More

Usia yang Tepat untuk Mengajarkan Anak Pekerjaan Rumah Tangga

12 Apr 2026, 11:57 WIBKid