Bak Negeri Dongeng, Ann Liu Pakai 13 Gaun Couture di Nikahannya!

- Ann Liu dan Brandon Zhu merayakan pernikahan megah di dua lokasi, San Francisco dan Amanzoe Yunani, menampilkan kisah cinta yang berawal dari kampus hingga pelaminan.
- Ann mengenakan total 13 gaun haute couture dari berbagai rumah mode ternama seperti Chanel, Dior, Valentino, hingga Jean Paul Gaultier sebagai ekspresi jati diri dan warisan budaya.
- Setiap busana dirancang dengan simbolisme mendalam—dari motif bunga lili hingga bordir zodiak keluarga—menyatukan unsur klasik, modern, serta perpaduan budaya Tionghoa dan Yunani.
Pernikahan bukan cuma soal mengucap janji suci, tapi juga tentang merayakan cinta dengan cara yang paling autentik.
Bagi Ann Liu, seorang profesional di bidang teknik biomedis, dan Brandon Zhu, perjalanan cinta mereka yang bermula dari sebuah kedai mi di kampus USC hingga akhirnya berlabuh di pelaminan adalah sebuah mimpi yang jadi nyata.
Setelah dilamar di tengah hamparan salju Courchevel, pasangan ini memutuskan untuk berbagi kebahagiaan dalam dua babak: suasana old-world glamour di San Francisco dan kemegahan mitologi di Amanzoe, Yunani.
Bagi Ann, pernikahan adalah momen sekali seumur hidup untuk berekspresi secara maksimal. Ia memilih untuk bereksperimen dengan total 13 busana haute couture yang setiap detailnya dikurasi dengan penuh cinta dan dedikasi.
Melansir dari liputan eksklusif Vogue, Ann menyebut bahwa bagi dirinya, couture adalah kosakata cara ia bercerita tentang jati diri, warisan keluarga, dan memori masa depannya bersama Brandon tanpa harus mengeluarkan sepatah kata pun.
Perencanaan pernikahan ini dilakukan Ann dengan sangat terorganisir bersama Alice Wilkes Design guna memastikan setiap elemen tampil sempurna. Dari simbol Yunani yang dipahat di piring tamu hingga motif bunga lili yang melambangkan pengabdian, semuanya tampak begitu harmonis.
Melansir dari informasi yang dihimpun Popmama.com yang merujuk pada laporan Vogue, yuk, simak detail setiap look memukau Ann dan Brandon yang bakal bikin kamu terkesima berikut ini!
Table of Content
1. Dior (welcome dinner)


Ann memulai rangkaian perayaan di San Francisco dengan keanggunan old-world glamour di penthouse Fairmont. Ia mengenakan head-to-toe haute couture Dior dengan siluet off-the-shoulder yang sangat klasik dalam bahan ecru moiré faille.
Penampilannya disempurnakan dengan topi chic rancangan Stephen Jones, sementara Brandon tampil necis melengkapi sisi elegan Ann dengan busana yang dipilih khusus agar terlihat serasi.
Sepatu yang dibuat khusus dari bahan kain yang sama dengan gaunnya ia pilih guna menambah kesan mewah pada penampilannya.
Pasangan ini benar-benar tampak seperti pasangan dari era klasik, memberikan aura elegan yang sangat berkelas bagi keluarga yang hadir pada malam sebelum upacara sipil dilaksanakan. Detail busana mereka di malam itu menjadi pembuka sempurna bagi rangkaian pernikahan yang megah.
Busana ini ia anggap sebagai bentuk apresiasi terhadap kemewahan klasik yang tak lekang oleh waktu.
Detail moiré faille pada gaun Ann memberikan kilau halus yang sangat cantik dan memikat saat terkena lampu-lampu ruangan penthouse di malam hari, menciptakan suasana yang intim namun sangat berkelas guna menyambut keluarga terkasih.
2. Chanel (upacara sipil)


Ann tampil sebagai "Chanel Bride" yang sesungguhnya di Balai Kota San Francisco dengan gaun haute couture bergaya trompe-l’oeil. Gaun ini memberikan ilusi visual yang sangat anggun dan estetik, sementara Brandon tampil tak kalah memukau dalam setelan custom yang memberikan kesan maskulin namun tetap sharp.
Seluruh setelan Ann dibuat dari bahan tweed khas Chanel yang legendaris, dipadukan dengan topi pillbox kustom dari Maison Michel.
Bahkan, sepatu hak tinggi dari Massaro pun dibuat khusus dengan material dan tekstur yang sangat senada dengan gaun utamanya. Mereka benar-benar menjadi pasangan yang paling mencuri perhatian di koridor Balai Kota yang bersejarah tersebut.
Gaun ini ia pilih karena menangkap kesan gerakan yang dinamis namun tetap tenang dan berwibawa. Busana tersebut sangat merepresentasikan suasana Balai Kota San Francisco yang klasik dan sangat elegan, selaras dengan penampilan Brandon yang terlihat sangat tampan saat mendampinginya di pelaminan sipil.
3. Chanel (trolley ride)

Sesi foto keliling kota menggunakan kereta troli antik menjadi momen Ann berganti busana setelah resmi menikah. Ia tetap setia dengan Chanel, mengenakan setelan dua potong dari koleksi yang sama dengan gaun upacara sebelumnya, sementara Brandon tampil lebih santai namun tetap stylish mendampingi sang istri.
Detail sentuhan warna sengaja dimasukkan ke dalam tenunan kain tweed pada setelan Ann sebagai simbol kegembiraan. Warna-warna lembut tersebut melambangkan semangat pasangan baru yang sedang mengeksplorasi kota bersama untuk pertama kalinya sebagai suami istri yang bahagia.
Sepatu Massaro yang senada dan kamera antik milik sinematografernya melengkapi tampilan ikonik ini dengan sempurna. Momen tersebut mencerminkan sisi playful namun tetap berkelas dari Ann dan Brandon yang tengah menikmati waktu berdua di tengah hiruk pikuk kota.
4. Vivienne westwood (resepsi dinner)


Makan malam resepsi di Quince menjadi panggung bagi Ann untuk tampil lebih berani dengan busana dari Vivienne Westwood.
Ia mengenakan setelan korset renda dua potong yang dipadukan dengan rok mini, sementara Brandon tampil sangat dapper dalam balutan busana Saint Laurent dan Tom Ford yang dipilih untuk melengkapi look modern Ann.
Detail lengan lonceng yang panjang dan dramatis pada busana Ann memberikan kesan yang sculptural sekaligus romantis. Ann secara pribadi merasa tampilannya saat itu sangat memancarkan sisi wanita modern yang tidak takut untuk bereksperimen dengan gaya di hadapan sang suami.
Siluet yang sangat tegas di pinggang berkat sentuhan korset memperkuat kesan modis pada penampilannya malam itu.
Pilihan busana ini menjadi transisi yang kontras dari gaya klasiknya di siang hari, membuat mereka tampak seperti pasangan fashionable yang siap merayakan cinta dengan meriah.
5. Valentino (rehearsal dinner di amanzoe)


Gaun Valentino haute couture yang dirancang khusus dari nol menjadi pilihan Ann saat tiba di Yunani.
Gaun ini memiliki narasi mendalam yang terinspirasi dari kecantikan para dewi dalam mitologi Yunani, dengan Brandon yang tampil sangat gagah untuk mendampingi sang "dewi" di lokasi acara yang eksotis.
Busana berwarna gading milik Ann memiliki siluet pas badan dengan garis leher klasik khas Valentino yang sangat menawan. Dua ekor gaun yang menjuntai panjang dan melambai indah sengaja ditambahkan guna memberikan kesan drama saat ia berjalan di lokasi Amanzoe yang indah.
Perasaan seperti dewi yang sedang menjamu orang-orang terkasih benar-benar dirasakan Ann saat mengenakan gaun ini.
Momen tersebut adalah perwujudan nyata dari kecintaan mereka pada mitologi, menciptakan suasana magis yang tak terlupakan bagi mereka berdua.
6. Chanel (welcome party di yunani)


Ann tampil menawan dalam gaun krem dengan aksen rumbai bulu multi-warna yang sangat artistik pada pesta penyambutan di Yunani. Gaun ini merupakan karya peragaan couture pertama Matthieu Blazy yang diproduksi secara khusus dan kilat untuk Ann, dengan Brandon yang tetap tampil serasi di sampingnya.
Tim Chanel bersedia melakukan produksi kilat khusus demi keinginan Ann meskipun biasanya pesanan couture membutuhkan waktu hingga enam bulan. Kerja keras tersebut dilakukan agar Ann bisa mengenakan gaun impiannya di hari bahagia yang sudah ia rencanakan dengan matang.
Kesan gerakan yang sangat indah dan hidup tercipta dari efek rumbai bulunya setiap kali Ann berjalan menyapa para tamu. Gaun ini menjadi pilihan yang sangat dinamis dan ceria untuk pesta pembuka yang meriah di Yunani bersama sang suami tercinta.
7. Adrian Gan (chinese tea ceremony I - red)


Penghormatan pada akar budaya Tionghoa ditunjukkan Ann dengan mengenakan cheongsam kustom karya Adrian Gan. Ia memilih warna merah tradisional yang melambangkan keberuntungan, sementara Brandon tampil sangat serasi dengan busana kustom dari desainer yang sama.
Detail bordir zodiak Tionghoa dari setiap anggota keluarga disertakan dalam desain busana mereka agar terasa lebih personal. Detail simbolik ini mengubah pakaian tersebut menjadi pusaka yang sarat akan makna sejarah bagi perjalanan keluarga besar kedua belah pihak.
Tampilan yang terlihat sangat berwibawa tercipta dari perpaduan antara potongan modern dengan pakem tradisional. Setiap jahitan dan pola naga di dalamnya dikerjakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi guna melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran mereka.
8. Adrian Gan (chinese tea ceremony II - ivory)


Warna gading yang lebih lembut dipilih Ann untuk cheongsam keduanya sebagai bentuk interpretasi unik terhadap keindahan arsitektur Yunani. Brandon tetap tampil sinkron dalam gaya yang senada guna menjaga harmoni penampilan mereka selama upacara berlangsung.
Detail zodiak serta elemen personal lainnya seperti tanaman dan hewan favorit Ann dan Brandon tetap dipertahankan pada pakaian ini. Hal tersebut merupakan wujud akulturasi manis antara warisan Tionghoa dan estetika Yunani yang menjadi tema besar pernikahan mereka.
Kisah perjalanan cinta mereka dituangkan ke dalam sebuah karya seni melalui proses pembuatan pakaian yang melibatkan emosi mendalam ini. Bagi Ann dan Brandon, busana tersebut adalah simbol penyatuan dua budaya yang mereka cintai dalam satu ikatan janji suci.
9. Chanel (vintage piece)

Sentuhan sejarah melalui busana vintage mengawali hari Ann sebelum ia mengenakan gaun pengantin utamanya. Ia mengenakan gaun dan jubah haute couture Chanel dari tahun 1996, didampingi Brandon yang tampil sangat rapi dan siap menghadapi hari paling bersejarah bagi mereka.
Gaya klasik era 90-an ini memberikan sentuhan nostalgia yang sangat indah dan bermakna bagi momen pernikahan mereka. Pilihan tersebut menjadi pengantar yang sempurna guna mempersiapkan hati dan penampilan sebelum memasuki upacara utama.
Selera Ann yang tak lekang oleh waktu sangat terpancar dari pilihannya menghidupkan kembali potongan klasik dari arsip sejarah Chanel. Hal ini menciptakan kesan yang sangat berharga dan elegan bagi mereka berdua sebagai pasangan yang menghargai nilai sejarah.
10. Chanel (wedding ceremony)



Gaun pengantin impian Ann yang dirancang khusus dari nol oleh atelier Chanel akhirnya dikenakan di momen paling sakral. Brandon tampil sangat gagah dalam balutan setelan custom yang elegan saat menanti sang pengantin wanita di altar, membuat mereka tampak seperti pasangan dari negeri dongeng.
Potongan mermaid dengan garis leher off-shoulder dan ekor yang sangat panjang dipilih guna memberikan kesan dramatis. Detail kancing khas Chanel di sepanjang punggung serta renda bunga kamelia yang halus ditambahkan sebagai simbol pengabdian yang membuat Brandon tak henti mengagumi istrinya.
Kerudung panjang yang sederhana namun elegan ia gunakan sebagai penyempurna penampilan klasiknya. Tampilan ini terasa sangat abadi dan menjadi cerminan sejati siapa sosok Ann Liu sebagai seorang mempelai wanita yang sangat dicintai oleh Brandon.
11. Schiaparelli (post-ceremony)


Gaun haute couture Schiaparelli yang dirancang oleh Daniel Roseberry menjadi pilihan Ann setelah ia resmi mengucap janji suci. Gaun ini menonjolkan garis keliman asimetris berbentuk gelombang yang sangat artistik, sementara Brandon tampak sangat bangga mendampingi sang istri di acara resepsi.
Bentuk kue pernikahan mereka yang dipahat organik oleh Marble Cake Company ternyata terinspirasi dari desain gaun yang unik ini. Kue tersebut dipotong tepat saat pesta kembang api dimulai, menciptakan momen perayaan yang sangat estetik dan tak terlupakan.
Sisi high-fashion yang berani dan eksperimental khas Schiaparelli sangat ditonjolkan melalui momen pergantian gaun ini. Gaun tersebut berhasil memukau para tamu dan menunjukkan karakter Ann yang kuat sekaligus modis sebagai seorang mempelai wanita.
12. Jean paul gaultier (after-party)


Ann memilih gaun korset dari Jean Paul Gaultier dengan motif naga yang detail untuk acara after-party. Brandon pun tampak sangat menikmati suasana pesta dan melengkapi penampilan Ann dengan gaya busananya yang tetap dapper saat mereka berdansa bersama.
Kristal Swarovski yang menghiasi keseluruhan rok gaun Ann memantulkan cahaya indah ke seluruh ruangan pesta. Efek bercahaya yang tercipta saat Ann berdansa membuatnya tampak sangat hidup dan memukau di bawah lampu disko yang meriah.
Estetika couture yang glamor tetap dipertahankan pada gaun yang dirancang khusus guna memberikan kenyamanan saat berdansa ini. Momen tersebut menjadi penutup yang sangat meriah dan penuh energi untuk hari pernikahan utama mereka yang penuh kebahagiaan.
13. Di Petsa (beach celebration)


Gaun kustom dari merek Yunani, Di Petsa, dikenakan Ann untuk perayaan di pantai pada hari setelah pernikahan. Teknik "gaun basah" yang dirancang untuk melekat di tubuh menjadi ciri khas busana ini, dengan Brandon yang tampil santai namun tetap terlihat stylish di sampingnya.
Lokasi perayaan yang dikelilingi oleh air dan laut terasa sangat selaras dengan konsep gaun yang puitis ini. Bentuk kain yang sangat organik tersebut berhasil menangkap perasaan cinta yang mendalam dan kebebasan yang dirasakan oleh Ann dan Brandon.
Rangkaian pernikahan yang tak terlupakan ditutup dengan momen yang sangat berkesan melalui busana yang menangkap esensi tempat tersebut. Bagi Ann dan Brandon, ini adalah cara paling sempurna guna mengakhiri perayaan cinta mereka yang luar biasa mewah.
Lebih dari sekadar 13 gaun haute couture yang memukau, kisah ini adalah pengingat bahwa cinta yang dibungkus dengan kebersamaan dan kenangan indah adalah kemewahan yang sesungguhnya. Semoga kisah inspiratif dari Ann dan Brandon ini bisa memberikan referensi bagi kamu yang sedang merencanakan hari bahagia, atau sekadar menjadi inspirasi dalam merayakan momen spesial bersama pasangan.
Gimana menurut kamu? Dari 13 look Ann Liu dan Brandon Zhu ini, mana nih yang paling mencuri perhatian kamu?


















