Sebaiknya Hilangkan 5 Kebiasaan yang Membuat Bulu Mata Menjadi Rontok

Ternyata, produk waterproof lebih berat dan sulit dibersihkan

26 Februari 2020

Sebaik Hilangkan 5 Kebiasaan Membuat Bulu Mata Menjadi Rontok
Pixabay/Claudio_Scott

Mata adalah jendela jiwa. Rasanya tidak pas jika seorang perempuan tidak menggunakan pensil alis atau maskara demi memperindah bulu matanya.

Alih-alih ingin memiliki mata yang indah dan menarik, namun pada kenyataannya ada sebagian dari mereka yang mengalami bulu mata dan alisnya semakin menipis.

Meski rontoknya bulu mata merupakan suatu hal yang wajar dan normal terjadi. Tapi apabila kondisi tersebut berangsur terus menerus, maka hal ini bisa awal gejala adanya indikasi kondisi kesehatan tertentu.

Nah, sebaiknya cari tahu 5 kebiasaan yang menyebabkan bulu mata menjadi rontok. Berikut informasi selengkapnya dari Popmama.com :

1. Membiarkan makeup terlalu lama menempel

1. Membiarkan makeup terlalu lama menempel
Freepik/jcomp

Saat kamu sudah selesai seharian memakai makeup, sudah sepatutnya kamu rajin membersihkan wajah.

Hal ini penting untuk membuat bulu mata dan alis agar terbebas dari sisa-sisa makeup maupun kotoran.

Pasalnya produk maskara waterproof untuk bulu mata maupun alis mengandung formula dari bahan kimia yang keras, sehingga berakibat buruk jika terlalu lama dibiarkan.

Dianjurkan membersihkan makeup bagian alis dan bulu mata sebelum tidur, sebaiknya dengan menggunakan makeup remover khusus kosmetik waterproof berbahan dasar minyak.

Editors' Picks

2. Mengucek mata terlalu kencang

2. Mengucek mata terlalu kencang
Freepik/Racool_studio

Ketika mata terasa gatal, maka tangan akan refleks menguceknya.

Kebiasaan ini tanpa disadari menjadi penyebab alis dan bulu mata kamu menjadi rontok. Apalagi ketika menguceknya terlalu kencang dan dengan kondisi tangan yang kotor.

Ya, sebenarnya keseringan mengucek mata membuat bulu mata berjatuhan satu per satu.

Padahal saat mata sedang gatal, langkah yang benar yakni mencuci tangan dahulu sebelum mengucek mata dan melakukannya secara pelahan.

3. Terlalu sering menggunakan alat penjepit bulu mata

3. Terlalu sering menggunakan alat penjepit bulu mata
Freepik

Bulu mata menjadi salah satu poin penting dalam penampilan seorang perempuan.

Ya, sebagian dari mereka sering menggunakan penjepit bulu mata untuk memperindah riasannya.

Namun sayangnya cairan maskara yang menempel di alat penjepit membuat bulu mata jadi tertarik dari akarnya dan rontok.

Apalagi jika menggunakan jenis penjepit bulu mata yang memanfaatkan energi panas (heated eyelash curlers).

Risiko yang bisa ditimbulkan dari penggunaan penjepit bulu mata tersebut adalah luka bakar di area mata.

4. Penggunaan bulu mata palsu

4. Penggunaan bulu mata palsu
Freepik/Racool_studio

Memiliki bulu mata panjang dan lentik merupakan idaman bagi sebagian besar perempuan.

Tak heran jika mereka sering memanjangkan bulu mata dengan sambung bulu mata atau menggunakan bulu mata palsu.

Sayangnya bagi kamu yang kerap menggunakan bulu mata untuk sehari-hari, hal ini dapat merusak bulu mata asli.

Di mana penggunaan bulu mata palsu dapat merusak folikel bulu mata asli. Bahkan bulu mata asli bisa hilang sementara hingga permanen karena pemakaian bulu mata palsu yang terlalu sering.

5. Memakai produk maskara waterproof

5. Memakai produk maskara waterproof
Freepik

Sebagian perempuan pastinya tak lupa memakai produk maskara dan alis mata agar tampilnya sempurna.

Penggunaan maskara memang dapat membuat tampilan mata lebih lentik. Tetapi apabila menggunakannya setiap hari, ini bisa jadi penyebab bulu menjadi rontok.

Apalagi jika selalu mengandalkan produk maskara waterproof. Pasalnya jenis maskara tersebut mengandung tinta atau bahan kimia yang menyebabkan bulu mata jadi lebih kaku, sehingga lebih berat dan sulit dibersihkan.

Hal inilah yang kemudian membuat bulu mata rontok dan akhirnya menipis.

Itulah kelima penyebab mengapa bulu mata menjadi rontok. Jadi sebaiknya, kurangi kebiasaan di atas untuk menjaga kesehatan bulu mata.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.