3 Gaya Busana Lebaran Mahalini & Rizky Febian, Stylish & Penuh Budaya

- Mahalini dan Rizky Febian merayakan Lebaran kedua mereka dengan busana rancangan Didiet Maulana yang memadukan budaya Bali dan Sunda, bertema 'Taman Cinta' penuh makna keluarga.
- Iky tampil dalam beskap bergaya klasik Parahyangan berpadu sentuhan modern, sementara Mahalini mengenakan kebaya lace Endek Bali bernuansa terracotta yang melambangkan kehangatan dan cinta lintas generasi.
- Keduanya juga mengenakan sarimbit steel blue dari MYLYF serta koleksi lace ivory dari Artkea, menampilkan harmoni elegan antara tradisi, modernitas, dan kekompakan keluarga di Hari Raya.
Tahun ini menjadi Lebaran tahun ke-2 bagi artis Mahalini (Lini). Artis yang semeblumnya memeluk agama Hindu ttersebut, resmi ikut merayakan hari yang suci setelah menikah dengan penyanyi Rizky Febian (Iky).
Tahun ini, Lini dan Iky kembali merayakan Lebaran dengan keluarga. Mereka pun tak lupa memberikan penampilan seragam yang menawan. Bahkan, salah satu busana yang dikenakan memiliki desain yang khusus dirancang, lho!
Busana pertama memiliki budaya khas Bali yang terlihat, sementara busana lainnya berupa sarimbit yang memiliki perpaduan motif yang kompleks dan seragam. Busana terakhir menunjukkan desain yang halus dan bersih.
Berikut, Popmama.com bagikan 3 gaya busana Lebaran Mahalini & Rizky Febian.
1. Busana Lebaran dengan sentuhan budaya Bali

Untuk perayaan Lebaran tahun ini, Didiet Maulana mendapat kepercayaan dari Lini dan Iky untuk merancang busana bagi keluarga kecil mereka. Sebuah kolaborasi perdana yang terasa personal sekaligus bermakna.
Ia pun mengeksplorasi kemungkinan memadukan dua budaya, Bali dan Sunda, dalam satu kesatuan visual yang harmonis. Inspirasi tersebut diterjemahkan ke dalam konsep “taman”--sebuah metafora yang tak hanya menonjolkan keindahan, tetapi juga merepresentasikan cinta yang tumbuh, berakar, dan diwariskan lintas generasi.
Palet warna terracotta orange dipilih untuk menghadirkan nuansa hangat yang membumi, menyerupai pelukan penuh kehangatan. Lini tampil anggun dalam balutan kebaya lace bersiluet lembut, dipadukan dengan kain Endek Bali yang sarat nilai tradisi.
Kebaya bukaan depan khas perempuan Bali menjadi elemen utama, sementara sentuhan aksen bunga pada senteng (ikat pinggang) memperkuat narasi “taman” yang diusung. Kain Endek tersebut sendiri berasal dari perajin di Denpasar yang telah dikenal sang desainer selama lebih dari satu dekade, menambah kedalaman cerita di balik setiap detail.
2. Tradisi bertemu modernitas

Sementara itu, Iky mengenakan beskap yang terinspirasi dari busana para adipati di tanah Parahyangan pada era 1900-an. Siluet klasik ini dipadukan dengan celana berlipit yang mengingatkan pada struktur kain tenun Endek, serta kemeja putih berkerah tinggi–sebuah ciri khas desain yang mempertegas karakter elegan dan modern.
Tak ketinggalan, Selina hadir sebagai “little blossom” dalam narasi ini. Ia mengenakan busana dengan motif serupa dalam versi yang lebih ringan dan lembut, lengkap dengan kain Endek senada dengan Lini sebagai simbol keterikatan dan asal-usul yang sama.
Keseluruhan koleksi ini diberi tajuk Taman Cinta, sebuah refleksi bahwa momen Lebaran bukan sekadar tentang busana, melainkan perjalanan menjadi orang tua, tentang cinta yang berevolusi, serta keindahan yang terus hidup dan berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3. Serambit modern di Hari Raya

Keluarga Sule memang kerap terlihat kompak, bahkan sampai ke busana. Itu pun yang dapat dilihat pada keluarga kecil Lini dan Iky. Tahun ini, keduanya kembali menghabiskan Hari Raya bersama keluarga Sule.
Tren baju seragam keluarga atau sarimbit terlihat dikenakan. Kali ini, daripada memakai warna terang yang mencolok, keluarga ini justru memilih palet steel blue yang adem dengan sentuhan motif keemasan, dari MYLYF. Para anggota keluarga pun terlihat sangat elegan dalam seketika.
Lini dan Putri tampil manis dengan tunik kurung berpotongan asimetrikal yang modern, lengkap dengan detail sematan bunga tiga dimensi di dada yang memberi tekstur cantik pada kainnya yang jatuh. Sementara untuk para pria, kemeja lengan pendek dengan potongan lurus yang simpel jadi pilihan yang pas–santai, tapi tetap terlihat rapi untuk kumpul keluarga.
Bintang utama dari busana ini tentu ada pada motifnya. Sekilas, ada perpaduan gaya batik kontemporer dengan sentuhan ukiran klasik Eropa. Di bagian tengah baju, ada pola lengkungan simetris menyerupai kubah yang langsung menarik perhatian.
Pola ini dikelilingi oleh motif tanaman dan bunga kecil yang halus banget, mirip seperti guratan kain tenun atau jacquard. Dipadukan dengan material kain yang punya kilau tipis (soft sheen), baju seragam ini sukses menghadirkan modest wear yang mewah tapi tetap terlihat membumi.
4. Perpaduan lace hadirkan nuansa lembut

Busana Lebaran satu ini yang dikenakan oleh Lini dan Iky bersama keluarga tampil dalam palet warna netral yang lembut, memancarkan kesan hangat sekaligus elegan. Koleksi dari Lace by Artkea ini didominasi nuansa ivory dan putih menghadirkan harmoni visual yang sederhana namun tetap berkelas.
Mahalini terlihat anggun dalam balutan kebaya lace berpotongan peplum asimetrikal nan feminin dengan detail bordir halus dan siluet yang mengikuti tubuh, dipadukan dengan rok berlapis yang terlihat mengalir. Sementara Rizky Febian tampil minimalis dalam atasan berpotongan clean dengan kerah tinggi, dipadukan dengan celana berwarna cokelat yang memberi kontras lembut.
Seluruh anggota keluarga mengusung estetika serupa–lace yang romantis untuk perempuan dan siluet sederhana untuk laki-laki–menciptakan tampilan Lebaran yang serasi, bersih, dan sangat elegan.
Itulah, 3 gaya busana Lebaran Mahalini & Rizky Febian. Kira-kira gaya yang mana nih yang jadi favoritmu?


















