Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Kontraksi Tidak Kunjung Muncul Meski Kehamilan Sudah 9 Bulan

Penyebab Kontraksi Tidak Kunjung Muncul Meski Kehamilan Sudah 9 Bulan
pexels.com/tamara govedarovic
Intinya Sih
  • Artikel membahas kondisi ibu hamil yang belum mengalami kontraksi meski usia kehamilan sudah mencapai sembilan bulan.
  • Dijelaskan bahwa kontraksi adalah proses alami tubuh untuk mempersiapkan jalan lahir dan mendorong bayi keluar.
  • Terdapat penjelasan mengenai perbedaan antara kontraksi asli, kontraksi palsu, serta tanda-tanda seperti keluarnya mucus plug atau pecah ketuban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pada umumnya, usia kehamilan seorang perempuan adalah 9 bulan. Ada yang 9 bulan kurang, ada yang 9 bulan lebih beberapa hari. Namun ada beberapa kasus, para ibu hamil belum juga kontraksi meski sudah 9 bulan. 

Kontraksi merupakan sebuah proses alami tubuh ibu hamil untuk menyiapkan jalan lahir dan mendorong bayi untuk keluar. Biasanya, kontraksi disertai dengan keluarnya mucus plug yang berupa flek, ada juga yang disertai dengan pecah ketuban. 

Lalu, ada juga yang mengalami kontraksi palsu dan tidak meningkat selama beberapa hari. Namun pada ibu yang sudah melewati 9 bulan, tidak kunjung kontraksi bisa menimbulkan keresahan juga. 

Kira-kira, apa saja penyebab kontraksi tidak kunjung muncul meski kehamilan sudah 9 bulan? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

Table of Content

1. Merupakan kehamilan pertama

1. Merupakan kehamilan pertama

freepik.com/freepik
freepik.com/freepik

Tidak munculnya kontraksi pada kehamilan pertama merupakan hal umum yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti posisi bayi yang belum optimal, hormon belum memicu persalinan, atau perhitungan HPL yang kurang tepat. 

Penyebab lainnya bisa juga dikarenakan stres karena ini merupakan hamil pertama kalinya. Rasa khawatir dan takut memperparah kondisi tubuh sehingga kontraksi belum muncul juga, meski sudah 9 bulan mengandung. 

2. Mengalami salah hitung HPL

pexels.com/cottonbro studio
pexels.com/cottonbro studio

Hal lain yang juga umum terjadi adalah kesalahan menghitung HPL. Meski saat ini alat USG sudah sangat canggih, namun kesalahan hitung bisa saja terjadi. 

Untuk memastikannya, Mama bisa mengeceknya dengan lebih detil. Datang ke dokter kandungan dan mengukur janin bisa menjadi solusi. 

3. Posisi janin yang belum tepat

pexels.com/RDNE Stock project
pexels.com/RDNE Stock project

Penyebab lainnya adalah posisi janin yang belum ideal untuk lahir secara spontan. Jika janin dalam kondisi sungsang atau melintang, maka bisa saja ia belum masuk panggul sehingga tidak terdapat tekanan pada leher rahim. 

Sedangkan tekanan dari janin di leher rahim merupakan pemicu untuk terjadinya kontraksi. 

4. Adanya faktor hormonal

pexels.com/Antoni Shkraba Studio
pexels.com/Antoni Shkraba Studio

Selanjutnya, Mama bisa saja belum memiliki hormon yang cukup untuk memicu persalinan. Beberapa hormon yang dibutuhkan untuk terjadinya persalinan adalah hormon oksitosin. Untuk memicu kontraksi, Mama bisa meningkatkan hormon tersebut dengan cara yang Mama anggap paling ideal. 

Tingkat hormon progesteron yang masih terlalu tinggi juga menghalangi terjadinya kontraksi. Pastikan untuk berkonsultasi pada dokter untuk memastikan kondisi hormon sudah tepat untuk mempersiapkan persalinan. 

5. Faktor pendukung dari Mama

pixabay.com/StockSnap
pixabay.com/StockSnap

Kontraksi tak kunjung datang bisa juga karena ada faktor lain dari sang ibu. Mama yang mengalami obesitas selama kehamilan, kurang aktivitas, atau merasa stres berlebih saat hamil bisa memperparah keadaan. 

Jika kondisi kehamilan sudah siap persalinan namun belum juga ada kontraksi, bisa perbanyak gerakan fisik untuk memudahkan. 

6. Faktor jenis kelamin janin

pexels.com/Amina Filkins
pexels.com/Amina Filkins

Banyak mitos mengatakan kalau bayi laki-laki lebih 'betah' di perut dibanding bayi perempuan. Ternyata, mitos ini diaminkan oleh beberapa studi. 

Menurut beberapa penelitian, janin laki-laki cenderung lahir sedikit lebih lama dari HPL, dibandingkan janin perempuan. 


7. Waktu yang tepat untuk ke dokter

freepik.com/freepik
freepik.com/freepik

Meski merasa belum waktunya untuk melahirkan karena belum ada kontraksi, Mama perlu tetap datang ke dokter atau bidan jika mengalami beberapa gejala berikut:

  • Kehamilan sudah mencapai 41-42 minggu. 
  • Gerakan janin terasa berkurang. 
  • Air ketuban pecah atau keluar flek darah atau lendir. 

Segera minta bantuan medis secepatnya agar ditangani secara cepat. Semoga sehat selalu ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More