Intip Agenda Paris Fashion Week Pria 2026: Tren Spring-Summer 2027

- Paris Fashion Week Pria 2026 digelar pada 23–28 Juni di Paris, menampilkan koleksi Ready-to-Wear musim Spring-Summer 2027 dari rumah mode besar hingga label independen.
- Hari-hari awal dimeriahkan oleh Louis Vuitton, Saint Laurent, Dior Homme, Kenzo, dan Berluti yang menonjolkan kemewahan klasik berpadu sentuhan modern serta eksplorasi gaya formal santai.
- Pertunjukan berlanjut dengan gaya edgy dari Givenchy dan Issey Miyake hingga parade desainer muda dan penutupan elegan oleh Hermès serta Celine yang menegaskan arah tren pria masa depan.
Siapa bilang dunia mode global cuma menarik untuk diikuti kaum hawa? Bagi para pencinta fashion yang selalu ingin tampil up-to-date, memantau perkembangan tren pakaian pria juga tidak kalah seru dan penting, lho. Apalagi tren busana pria saat ini semakin dinamis, berani, dan kerap kali menjadi acuan gaya kasual maupun formal yang bisa dicontek siapa saja.
Kabar baiknya, salah satu kiblat mode terbesar di dunia baru saja kembali berdenyut. Mulai dari tanggal 23 hingga 28 Juni 2026, kota Paris resmi bertransformasi menjadi panggung raksasa untuk gelaran bergengsi Paris Fashion Week Homme. Acara ini secara khusus memamerkan deretan koleksi busana Ready-to-Wear (Prêt-à-Porter) Pria untuk musim Semi/Panas atau Spring-Summer 2027 yang sangat dinantikan.
Sepanjang pekan mode ini, jalanan kota Paris dipenuhi oleh siluet-siluet pakaian masa depan yang memukau. Federasi Haute Couture dan Mode pun telah merilis kalender resmi yang memadukan pertunjukan dari rumah mode raksasa hingga label independen yang sedang naik daun. Penasaran apa saja keseruannya?
Berikut Popmama.com bagikan intip agenda Paris Fashion Week Pria 2026: tren Spring-Summer 2027.
Table of Content
1. Pembukaan megah bersama Louis Vuitton dan Saint Laurent

Hari pertama gelaran Paris Fashion Week Pria 2026 langsung dibuka dengan kejutan yang menghentak panggung mode dunia. Pada Selasa, 23 Juni 2026, atmosfer kota Paris langsung terasa magis berkat kehadiran sejumlah brand papan atas. Semua mata tertuju pada inovasi terbaru yang dibawa oleh para direktur kreatif dalam menentukan arah gaya berpakaian pria global.
Salah satu yang paling dinanti tentu saja adalah Saint Laurent yang menggelar fashion show eksklusifnya pada sore hari, lengkap dengan fasilitas livestream. Kemewahan ini kemudian disempurnakan oleh peragaan busana dari rumah mode raksasa, Louis Vuitton, sebagai penutup hari pertama yang spektakuler. Kedua brand ini sukses memamerkan siluet busana yang diprediksi akan menjadi kiblat utama sepanjang tahun depan.
Kehadiran raksasa mode di hari pertama ini seolah memberikan pesan kuat bahwa tren busana pria musim Spring-Summer2027 akan berfokus pada perpaduan antara kemewahan klasik dan sentuhan modern yang berani. Bagi para pemula, momen hari pertama ini adalah kiblat paling mudah untuk melihat pakaian apa saja yang akan populer di pasaran nantinya.
2. Sentuhan elegan dari Kenzo, Berluti, hingga Dior Homme

Memasuki hari kedua, Rabu, 24 Juni 2026, keseruan agenda Paris Fashion Week Pria semakin memuncak dengan jadwal yang sangat padat. Sejak pagi hari, para penikmat mode sudah dimanjakan dengan rangkaian presentasi digital dan pertunjukan langsung dari nama-nama legendaris. Fokus hari kedua ini bergeser pada eksplorasi gaya yang lebih rapi, berkelas, namun tetap terasa menyegarkan untuk musim panas.
Rumah mode Dior Homme sukses mencuri perhatian lewat peragaan busana pagi mereka yang disiarkan secara langsung ke seluruh dunia. Tidak ketinggalan, Kenzo dan Berluti juga ikut meramaikan suasana dengan format presentasi undangan yang memamerkan detail keahlian kerajinan tangan tingkat tinggi pada setiap pakaiannya. Karakter kuat dari masing-masing desainer membuat hari kedua ini terasa sangat kaya akan inspirasi gaya berpakaian formal yang santai.
Tidak hanya diisi oleh nama besar, hari kedua ini juga menampilkan koleksi dari label kontemporer seperti Acne Studios dan AMI - Alexandre Mattiussi. Perpaduan gaya ini memberikan banyak alternatif bagi anak muda usia 20-an hingga 30-an yang ingin mulai bereksperimen dengan setelan jas, kemeja berpotongan longgar, serta permainan warna-warna pastel yang estetik.
3. Gaya edgy lewat Givenchy dan Issey Miyake

Hari ketiga yang jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, menjadi panggung yang tepat bagi mereka yang menyukai gaya berpakaian lebih berani, eksperimental, dan edgy. Agenda hari ini didominasi oleh perancang-perancang busana yang terkenal sering mendobrak batasan mode konvensional. Gaya berpakaian pria tidak lagi terasa kaku, melainkan menjadi media ekspresi diri yang sangat bebas.
Brand legendaris asal Jepang, Issey Miyake dan Yohji Yamamoto, sukses memukau penonton lewat permainan lipatan kain ikonik dan siluet asimetris hitam yang puitis. Sementara itu, Givenchy memilih jalur presentasi daring untuk memperlihatkan koleksi modern mereka yang memikat. Hari ini juga diramaikan oleh Rick Owens yang selalu sukses menghadirkan atmosfer pertunjukan teatrikal yang tidak biasa.
Bagi anak muda yang ingin tampil beda dan keluar dari zona nyaman, tren yang dipamerkan pada hari ketiga ini bisa menjadi inspirasi utama. Gaya berlapis (layering) dengan potongan baju berukuran besar (oversized) serta detail pakaian utilitas yang fungsional diprediksi akan sangat digemari oleh generasi muda di perkotaan besar.
4. Parade desainer independen yang mengguncang runway

Hari Jumat, 26 Juni 2026, menjadi momen keemasan bagi para desainer independen dan label-label muda untuk menunjukkan taringnya di Paris Fashion Week Pria. Pekan mode tidak akan lengkap tanpa adanya kejutan dari talenta baru yang membawa perspektif segar ke dalam industri. Di sinilah radar tren para pencinta mode diuji untuk melihat siapa saja calon bintang masa depan.
Sepanjang hari, panggung mode diramaikan oleh nama-nama seperti Willy Chavarria, Ernest W. Baker, hingga brand kenamaan Comme des Garçons Homme Plus. Masing-masing membawa keunikan tersendiri, mulai dari gaya jalanan (streetwear) yang kental dengan kritik sosial hingga reinterpretasi baju bergaya retro yang dikemas secara modern. Penampilan dari VETEMENTS di penghujung malam pun sukses menutup rangkaian acara hari itu dengan penuh kejutan.
Melihat koleksi di hari Jumat ini memberikan pemahaman baru bahwa fashion pria masa kini sangat inklusif dan tidak membosankan. Tren warna-warna berani, motif grafis yang mencolok, serta penggunaan material kain yang ramah lingkungan terlihat mendominasi panggung, menjadikannya sangat relevan dengan gaya hidup anak muda usia 20-35 tahun saat ini.
5. Pesona Hermès, Celine, dan penutupan

Menjelang akhir pekan pada tanggal 27 dan 28 Juni 2026, Paris Fashion Week Pria memasuki babak akhir yang penuh dengan kemewahan santai. Agenda di dua hari terakhir ini berfokus pada pakaian-pakaian yang siap pakai untuk liburan musim panas yang mewah namun tetap minimalis. Fokusnya adalah kenyamanan tanpa mengorbankan nilai estetika sedikit pun.
Rumah mode Hermès menampilkan presentasi yang luar biasa memikat pada hari Sabtu, memamerkan bagaimana pakaian berbahan premium bisa terlihat sangat kasual dan elegan di saat bersamaan. Kemeriahan ini berlanjut hingga hari Minggu, di mana penonton disuguhkan penampilan siaran langsung dari Celine serta peragaan busana dari Sacai yang selalu dinanti berkat teknik potongannya yang cerdas dan inovatif.
Gelaran pekan mode pria ini akhirnya resmi ditutup dengan manis oleh presentasi dari desainer lokal maupun internasional seperti Agnès b. dan BED j.w. FORD. Seluruh rangkaian acara selama enam hari penuh ini sukses memberikan gambaran utuh mengenai ke mana arah tren gaya busana pria akan melangkah pada musim Spring-Summer2027 nanti.
Mengikuti perkembangan tren mode dunia lewat Paris Fashion Week Pria 2026 bukan hanya soal membeli pakaian bermerek, melainkan tentang bagaimana kita bisa mengambil inspirasi untuk meningkatkan rasa percaya diri melalui penampilan sehari-hari. Yuk, jangan ragu untuk mulai mengeksplorasi gaya berpakaianmu, padukan warna-warna baru, dan bersiaplah tampil memukau serta penuh karisma di setiap kesempatan!


















