Negara yang Memilih Merek Nike sebagai Jersey FIFA World Cup 2026!

- Nike menjadi sponsor utama bagi 12 negara peserta Piala Dunia 2026, menampilkan variasi desain jersey yang memadukan elemen tradisional, modern, dan eksperimen warna berani.
- Setiap negara memiliki karakter unik: dari nostalgia Amerika Serikat, motif kotak Kroasia, elegansi Prancis, hingga keberanian warna Korea Selatan dan Australia.
- Koleksi ini menegaskan posisi Nike sebagai pelopor tren fesyen olahraga global dengan menjadikan jersey sepak bola sebagai medium ekspresi gaya dan identitas budaya.
Kemeriahan Piala Dunia 2026 saat ini benar-benar sedang berada di puncaknya ya! Pertandingan demi pertandingan sengit yang tersaji di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sukses membuat emosi para pencinta sepak bola naik turun. Dengan total 48 tim yang bertanding di atas lapangan hijau, setiap harinya kita selalu disuguhkan tontonan yang seru dan penuh kejutan.
Namun, selain fokus pada papan skor dan keindahan gol yang tercipta, atmosfer di tribun penonton maupun di media sosial belakangan ini juga ramai membahas soal penampilan para pemain. Yap, di era modern seperti sekarang, jersey sepak bola sudah sah menjadi bagian dari industri mode global. Banyak pencinta fesyen yang memanfaatkan momen turnamen ini sebagai ajang untuk berburu pakaian kasual baru dengan estetika olahraga (sporty chic).
Tahun ini, jenama raksasa asal Amerika Serikat, Nike, mengambil pendekatan desain yang sangat bervariasi untuk negara-negara yang mereka sponsori. Mulai dari gaya minimalis yang sangat bersih, penghormatan terhadap desain retro ikonik, hingga eksperimen warna berani yang memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar fesyen. Langkah berani ini membuktikan bahwa Nike selalu siap mendobrak batasan dalam urusan estetika pakaian olahraga.
Sebelum kamu memutuskan jersey mana yang paling cocok untuk melengkapi gaya streetwear harian kamu, yuk simak rangkuman lengkap dari Popmama.com mengenai negara-negara yang tampil modis bersama Nike di Piala Dunia 2026 berikut ini!
Table of Content
1. Amerika Serikat

Bertindak sebagai salah satu tuan rumah, Amerika Serikat tentu ingin memberikan impresi visual yang mendalam lewat seragam mereka. Bersama Nike, tim berjuluk The Stars and Stripes ini memilih jalan nostalgia yang dikemas dengan sentuhan modern yang sangat segar. Hasilnya adalah sebuah jersey yang sarat akan rasa bangga.
Jersey kandang mereka hadir sebagai sebuah ode atau penghormatan yang indah untuk jersey klasik Piala Dunia 1994. Nike menghidupkan kembali pola garis-garis bergelombang yang legendaris itu, namun kali ini dirancang dengan sedikit lebih banyak flair dan potongan yang lebih mengikuti lekuk tubuh modern. Desain ini sukses melahirkan kesan retro yang sangat modis untuk dipakai bersantai.
Sayangnya, Amerika melewatkan kesempatan emas untuk membawa kembali jersey tandang bertabur bintang tahun '94 yang sangat dicintai itu. Sebagai gantinya, Nike menyiapkan jersey sekunder berwarna biru tua (deep blue) yang dihiasi oleh cetakan bintang-bintang kecil yang samar di permukaannya. Meskipun tidak se-ikonik pendahulunya, pilihan warna gelap ini tetap menjadi alternatif kasual yang sangat solid dan mudah dipadupadankan.
2. Kroasia

Kroasia adalah negara yang identitas visualnya sudah sangat melekat kuat di kepala semua orang, sehingga tidak banyak ruang untuk melakukan perombakan ekstrem. Namun, Nike berhasil membuktikan bahwa sebuah motif yang sakral pun tetap bisa diberikan sentuhan pembaruan yang rapi tanpa merusak esensinya.
Motif kotak-kotak merah dan putih yang menjadi ciri khas utama mereka dipastikan tetap hadir menghiasi jersey kandang. Yang membuatnya berbeda tahun ini adalah bagaimana Nike memadukan pola kotak-kotak tersebut dengan sangat rapi agar menyatu dengan mulus ke bagian tengah jersey. Pendekatan ini membuat tampilan baju secara keseluruhan terlihat lebih menyatu, bersih, dan modern.
Sentuhan desain yang sama juga direplikasikan pada jersey tandang mereka yang berwarna dasar biru pekat. Motif kotak-kotak khas Kroasia kembali dihadirkan, namun polanya dibuat mengalir secara seamless ke dalam desain warna biru tersebut. Perpaduan warna gelap dan corak kotak-kotak ini melahirkan sebuah pakaian olahraga yang terkesan misterius, tegas, dan sangat fashionable.
3. Prancis

Prancis selalu berhasil membawa reputasi mereka sebagai salah satu ibu kota mode dunia ke dalam setiap desain pakaian olahraga mereka. Bersama Nike tahun ini, tim berjuluk Les Bleus ini menyajikan sebuah karya yang mendefinisikan apa itu keanggunan sejati di atas lapangan hijau tanpa harus terlihat berlebihan.
Jersey kandang mereka dibalut warna biru tua yang anggun, dihiasi oleh pola-pola garis diagonal halus di seluruh permukaannya. Ditambah dengan celana pendek berwarna putih bersih, perpaduan ini menciptakan ilusi visual yang sangat modis dan rapi saat dipakai bergerak. Salah satu detail terbaik yang tidak boleh dilewatkan adalah bentuk kerah yang dirancang secara proper, memberikan kesan preppy yang kuat.
Sementara itu, untuk jersey tandang mereka, Nike memilih konsep serba putih yang sangat bersih dan minimalis. Keindahan jersey sekunder ini terletak pada detail kecil berupa sentuhan warna triwarna bendera Prancis yang disematkan dengan manis pada bagian ujung lengan baju. Kesederhanaan yang dipadukan dengan detail mikro yang mahal ini membuat jersey tandang Prancis sangat cocok untuk gaya berpakaian kasual yang elegan.
4. Norwegia

Norwegia tampil mengejutkan di turnamen kali ini lewat pendekatan desain dua jersey yang memiliki karakter sangat bertolak belakang. Nike tampak ingin memberikan dua opsi gaya yang ekstrem bagi para penggemar tim nasional Norwegia, membuat koleksi pakaian mereka tahun ini terasa sangat menarik untuk dibahas.
Jersey utama mereka dirancang dengan konsep yang sangat mencolok dan langsung menarik perhatian dari detik pertama. Nike meletakkan elemen bendera nasional Norwegia berukuran besar tepat di sepanjang bahu bagian kanan. Jika kamu memperhatikannya dari jarak dekat, detail salib pada bendera tersebut ternyata menyertakan pola simpul Nordik (Nordic knot) tradisional yang dirajut dengan sangat indah.
Kontras dengan jersey utama yang penuh warna dan berani, jersey tandang mereka justru tampil tanpa banyak bicara namun sangat mematikan. Pakaian sekunder ini dibalut warna hitam legam di seluruh sisinya, mencerminkan kesan yang sangat serius, fokus, dan profesional. Opsi serba hitam ini tentu menjadi kabar baik bagi kamu yang menyukai estetika streetwear bergaya gotik atau minimalis yang tegas.
5. Belanda

Jersey tim nasional Belanda adalah sesuatu yang keindahan warnanya sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Warna oranye terang yang ikonik sudah menjadi hukum wajib yang tidak boleh diganggu gugat, dan Nike memilih untuk menghormati tradisi tersebut dengan mengeksekusinya secara sempurna tanpa banyak modifikasi yang tidak perlu.
Jersey kandang mereka tampil dalam balutan warna oranye cerah khas yang sangat bertenaga, memberikan aura penuh semangat dan optimisme di tengah lapangan. Desainnya dibuat sangat bersih tanpa banyak ornamen tambahan, membiarkan kekuatan warna sakral tersebut menjadi bintang utama penampilan mereka.
Kejutan yang sesungguhnya justru disimpan oleh Nike pada jersey tandang mereka yang berwarna putih bersih. Jersey sekunder ini dinilai sebagai salah satu iterasi warna putih terbaik di sepanjang turnamen karena kesederhanaannya yang cerdas. Nike hanya memberikan sedikit coretan warna oranye khas di bagian midriff atau perut, sebuah detail kecil namun terbukti sangat efektif memberikan pernyataan gaya yang kuat.
6. Brasil

Brasil dan warna kuning kenari adalah kombinasi legendaris dalam sejarah sepak bola yang akan selalu terlihat bagus di era mana pun. Untuk turnamen sebesar Piala Dunia 2026, Nike memilih jalan aman namun tetap menyertakan sedikit penyegaran pada bagian paduan warna celana yang mereka gunakan.
Jersey kandang mereka tampil dengan warna kuning kenari klasik yang cerah seperti yang kamu bayangkan, tanpa ada motif grafis yang ramai di bagian badannya. Namun, visual pakaian ini terlihat jauh lebih segar dan muda berkat keputusan Nike untuk memasangkannya dengan celana pendek berwarna biru yang sedikit lebih pucat dari biasanya. Kombinasi ini memberikan kesan musim panas yang sangat santai.
Di sisi lain, jersey tandang mereka tampil dengan karakter yang jauh lebih mencuri perhatian. Dibungkus warna biru tua yang pekat, jersey sekunder ini memiliki pola grafis yang dinamis dan sangat menarik untuk dipandang dari dekat. Secara keseluruhan, kombinasi jersey kandang dan tandang milik Brasil tahun ini menjadi duo yang sangat solid untuk melengkapi koleksi pakaian olahraga kamu.
7. Uruguay

Uruguay hadir dengan menyajikan sebuah studi banding visual yang sangat menarik di panggung Piala Dunia kali ini. Bersama Nike, mereka berhasil menciptakan dua buah jersey yang memiliki dua aura emosi yang sepenuhnya berbeda, memberikan pilihan gaya yang kaya bagi para penggemar fesyen.
Untuk jersey kandang, mereka memilih konsep serba biru yang sangat tenang, damai, dan anggun. Ketenangan visual pada baju utama ini dipertegas dengan detail kerahputih yang dirancang sangat rapi. Ini adalah pilihan tepat untuk kamu yang menyukai tampilan berpakaian kasual yang memberikan kesan rileks dan santai.
Namun, semua ketenangan itu seketika sirna saat kamu melihat jersey tandang mereka yang sangat luar biasa. Kain pakaian sekunder ini dipenuhi oleh pola grafis berwarna biru tebal yang sangat berani dan mencolok, seolah ingin memberikan pernyataan gaya yang lantang. Desain yang ekspresif ini secara instan langsung mengubah jersey ini menjadi sebuah karya seni berjalan yang sangat memanjakan mata.
8. Inggris

Tim nasional Inggris tampaknya sedang sangat menggilai konsep desain minimalis yang bersih untuk turnamen kali ini. Bersama Nike, tim berjuluk The Three Lions ini memilih untuk menanggalkan ornamen-ornamen grafis yang ramai dan berfokus penuh pada kekuatan potongan pakaian yang elegan.
Jersey kandang mereka menggunakan warna putih bersih yang sangat minimalis, dengan detail berupa motif singa yang dicetak sangat samar di beberapa bagian kain. Pilihan desain ini membuat keseluruhan tampilan baju terlihat sangat bersih, rapi, dan memberikan kesan mewah yang bersahaja. Desain yang bersih seperti ini tentu sangat mudah untuk dipadukan dengan berbagai jenis bawahan.
Sementara itu, untuk jersey kedua mereka, Nike memilih untuk menggunakan variasi warna merah yang mereka sebut sebagai ‘Speed Red’, lengkap dengan tambahan aksen biru tua di beberapa sudut penting. Meskipun terlihat sangat bersih dan rapi secara estetika, beberapa kritikus mode menilai desain ini tidak memiliki banyak perbedaan signifikan jika dibandingkan dengan beberapa jersey merah Inggris di turnamen terdahulu.
9. Kanada

Kanada datang ke turnamen akbar ini dengan membawa serta keberanian untuk bereksperimen menggunakan simbol kebanggaan nasional mereka. Berkolaborasi dengan Nike, mereka berhasil menciptakan koleksi jersey yang terlihat sangat modern, dinamis, dan sangat kental akan nuansa gaya anak muda masa kini.
Pada jersey utama, mereka memilih warna merah berani yang dihiasi oleh interpretasi desain daun mapel (maple leaf) yang ikonik. Pola daun mapel tersebut dikemas secara simpel namun tetap efektif memberikan struktur visual yang kokoh pada pakaiannya, menjadikannya sebuah jersey merah yang tidak membosankan untuk dipandang.
Kejutan estetika yang sesungguhnya justru tersaji pada jersey kedua mereka yang berwarna dasar hitam pekat. Nike merancang grafis berupa stilasi daun mapel modern yang sengaja dicetak menyebar secara abstrak di beberapa sudut kain pakaian. Perbedaan konsep desain yang sangat kontras antara jersey merah dan hitam ini sukses membuat kedua baju Kanada ini langsung menarik perhatian banyak orang.
10. Korea Selatan

Korea Selatan selalu menjadi salah satu kiblat fesyen di Asia, dan hal tersebut tecermin lewat koleksi seragam terbaru mereka. Bersama Nike, tim dari Negeri Ginseng ini mencoba untuk mengeksplorasi dua sisi gaya yang berbeda satu sisi tradisional yang familier dan satu sisi modern yang sangat unik.
Untuk jersey kandang, mereka menggunakan kombinasi warna merah cerah dan hitam yang sudah sangat familier di mata para penggemar sepak bola. Meskipun potongan kainnya dirancang dengan sangat rapi dan atletis, beberapa penikmat fesyen merasa desain utama ini kurang memberikan kejutan visual yang menonjol di lapangan.
Namun, semua keraguan tersebut langsung terbayar lunas saat melihat desain jersey tandang mereka yang sangat mencuri perhatian. Nike memilih warna dasar putih yang dipenuhi oleh pola kelopak bunga yang indah dalam balutan rona warna lavendel (lavender shade). Pilihan warna pastel yang sangat tidak biasa untuk jersey sepak bola pria ini melahirkan sebuah mahakarya fesyen yang sangat estetik dan trendi.
11. Turki

Turki memilih jalan kesederhanaan untuk penampilan mereka di ajang Piala Dunia kali ini. Nike tampak tidak ingin melakukan banyak eksperimen yang berisiko tinggi dan memilih untuk mempertahankan formula desain konvensional yang sudah menjadi ciri khas tim nasional Turki selama bertahun-tahun.
Jersey utama mereka menggunakan kombinasi warna merah yang khas, dihiasi oleh tambalan panel berwarna merah di bagian dada sebagai tempat menaruh logo tim. Sayangnya, warna merah yang digunakan dinilai terlalu serupa dengan banyak tim nasional lain di turnamen ini, sehingga membuat penampilan jersey utama Turki terasa sedikit terlalu standar dan basic.
Namun, estetika dari panel merah di bagian dada tersebut terbukti terlihat jauh lebih baik dan hidup saat diaplikasikan pada jersey tandang mereka yang berwarna putih bersih. Kontras antara kain putih dan panel merah melahirkan visual yang jauh lebih rapi, terstruktur, dan enak dipandang. Jersey tandang putih ini tentu menjadi pilihan yang jauh lebih modis untuk gaya berpakaian sehari-hari.
12. Australia

Australia menutup daftar negara berjersey Nike dengan merilis desain yang memicu banyak obrolan hangat di kalangan pengamat fesyen olahraga. Mereka menyajikan kombinasi dua baju yang satu terlihat sangat ikonik, namun yang satu lagi justru mengundang banyak kerutan di dahi karena pilihan warnanya.
Kombinasi warna emas cerah dan hijau botol tentu menjadi menu wajib yang harus hadir pada jersey kandang mereka. Meskipun potongan kerah barunya dinilai sedikit unik dan kurang pas bagi sebagian orang, jersey utama ini tetap menjadi seragam yang solid, gagah, dan sangat mudah dikenali identitasnya dari kejauhan.
Sebaliknya, jersey tandang mereka justru dinilai sebagai salah satu kandidat jersey terburuk di sepanjang turnamen kali ini. Nike memilih untuk menggunakan perpaduan dua warna (two-tone) antara warna oranye terang dan hijau di atas satu kain jersey. Eksperimen tabrak warna yang tidak biasa ini dinilai membingungkan secara estetika dan membuat banyak orang menggelengkan kepala kebingungan saat melihatnya.
Variasi desain yang dihadirkan oleh Nike di panggung Piala Dunia kali ini membuktikan bahwa sebuah jersey bisa menjadi media eksperimen mode yang sangat berani. Dari keindahan kelopak bunga lavendel milik Korea Selatan hingga perdebatan tabrak warna oranye-hijau kepunyaan Australia, Nike sukses memastikan bahwa penampilan tim-tim mereka akan selalu menjadi bahan obrolan yang menarik.
Di antara 12 negara dengan jersey rilisan Nike yang sedang bertanding di atas, kira-kira desain dari negara mana nih yang paling memikat selera fesyen kamu dan paling ingin kamu contek gayanya untuk padu padan penampilan kasual sehari-hari?



















