7 Kesalahan dalam Penggunaan Celana Dalam yang Kadang Terabaikan

Coba cek, apakah kesalahan ini Mama lakukan juga?

14 Desember 2018

7 Kesalahan dalam Penggunaan Celana Dalam Kadang Terabaikan
Unsplash/Jasper Graetsch

Ketika berpenampilan, terkadang kita hanya memerhatikan pakaian yang kita kenakan saja agar bisa tampil menarik.

Padahal pakaian dalam juga perlu dipikirkan lho dari penggunaannya hingga perawatannya.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan dalam perawatan maupun penggunaan celana dalam yang harus kita hindari.

1. Menggunakan celana dalam saat tidur

1.	Menggunakan celana dalam saat tidur
Pixabay/DieterRobbins

Bukan berarti Mama tidur tanpa mengenakan pakaian, kami hanya menyarankan kalau bukan ide yang buruk untuk tidur tanpa mengenakan celana dalam di bawah piyama nyaman Mama, terutama jika kamu sering mengalami permasalahan keputihan atau peradangan vagina.

Kelembaban yang terperangkap pada celana dalam dapat menyebabkan peningkatan bakteri dan bahkan infeksi.

Mengenakan pakaian dalam pada 24/7 juga dapat meningkatkan risiko tersebut lho.

Michigan State University ob-gyn Nancy Herta, M.D., mengatakan kepada Glamour bahwa membiarkan daerah sekitar vagina untuk meraih udara dapat membantu vagina dan daerah sekitarnya untuk tetap kering dan bersih.

Jika Mama tidak bisa melepas celana dalam setiap malam, cobalah setidaknya selama beberapa malam dalam seminggu dan lihat apakah permasalahan peradangan mengalami perbaikan. 

2. Mengenakan ukuran yang salah

2.	Mengenakan ukuran salah
Pixabay/3322927

Tidak ada orang yang mau memakai pakaian dalam yang melorot, rasanya sangat tidak nyaman dan tidak sedap dipandang.

Tetapi mengenakan celana dalam yang terlalu ketat sama buruknya, dan bahkan mungkin lebih buruk.

Memakai pakaian yang terlalu ketat di bagian tubuh manapun dapat menyebabkan gesekan dan iritasi, dan jika itu pada celana dalam yang ketat iritasi dapat terjadi pada vagina. 

Gunakan pakaian dalam yang ketat dapat menyebabkan kelembaban terperangkap hingga kemungkinan menyebabkan infeksi jamur.

Jadi, pakailah pakaian dan celana dalam yang sesuai ukuran tubuhmu ya.

3. Mengenakan pakaian dalam berwarna

3.	Mengenakan pakaian dalam berwarna
Pixabay/vborodinova

Apakah Mama suka mengenakan pakaian dalam dengan berbagai macam warna dan pola?

Mulai sekarang, hindari ya!

Owen Montgomery, M.D., mengatakan kepada Cosmopolitan bahwa memakai pakaian dalam berwarna itu buruk bagi kesehatan kamu.

Pewarna kain dapat mengiritasi kulit halus di sekitar vagina - terutama jika Mama memiliki kulit sensitif atau kulit sekitar vagina rentan terhadap infeksi. 

Editors' Picks

4. Memakai celana dalam yang salah untuk berolahraga

4.	Memakai celana dalam salah berolahraga
Pixabay/lograstudio

Ini juga menjadi salah satu yang sering terabaikan.

Ya, penggunaan celana dalam yang salah ketika kamu berolahraga.

Ob-gyn Justin Shelton mengatakan kepada Women's Health bahwa memakai pakaian dalam yang salah saat berolahraga dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan dan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

"Mengenakan celana dalam yang terlalu ketat saat olahraga, atau celana dalam terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat dapat menyebabkan infeksi," jelasnya.

5. Tidak mengganti pakaian dalam setelah berolahraga

5.	Tidak mengganti pakaian dalam setelah berolahraga
Pixabay/StockSnap

Setelah berolahraga, pastikan untuk langsung membersihkan diri atau setidaknya mengganti pakaian dalammu.

Dilansir dari Glamour, ahli kesehatan Jen Gunter, M.D. mengatakan meskipun tidak memberikan infeksi internal, tidak jarang bagi perempuan yang nggak mengganti pakaian dalam setelah olahraga mereka akan merasakan gatal pada daerah selangkangan yang biasanya disertai dengan ruam.

Hal itu disebabkan oleh kelembapan dan gesekan antara pakaian yang penuh keringat dengan kulit sekitar vagina.

Mengganti pakaian dalam setelah olahraga dengan yang bersih dan kering bisa sangat membantu menjaga kondisi tidak nyaman ini.

6. Sering meletakkan celana pada pengering

6.	Sering meletakkan celana pengering
Pexels/Gratisography

Sangat mudah memang ketika mencuci pakaian ke dalam mesin cuci dan pengering tanpa banyak berpikir, tetapi membiarkan pakaian dalam masuk kedalamnya itu ternyata salah lho.

Dilansir dari Women's Health, Pakar lingerie, Jenny Altman, mengatakan bahwa panas dalam pengering dapat memecah kain, yang berarti elastis dalam pakaian akan menjadi kendor sebelum kamu menyadarinya.

Mungkin memang lebih memakan waktu, tapi mencuci pakaian dalam dengan tangan dan menjemurnya di bawah matahari yang tak terlalu terik nggak akan membuat celana dalam cepat rusak.

7. Mencucinya dengan deterjen yang salah

7.	Mencuci deterjen salah
gutekueche.at

Pakaian lainnya mungkin tidak membutuhkan deterjen khusus, tetapi celana dalam mungkin persyaratan yang berbeda.

Hal ini dikemukakan oleh Donnica Moore, M.D kepada The Huffington Post penyebab nomor satu dari kerusakan celana dalam adalah deterjen yang salah.

Moore merekomendasikan untuk memilih deterjen anti-alergi - atau setidaknya memilih yang tidak mengandung parfum untuk mencuci celana dalam agar tidak cepat rusak. 

Nah setelah mengetahui ketujuh alasan dalam penggunaan serta perawatan dari celana dalam, sebaiknya mulai menaruh kepedulian terhadapnya. 

Perlakukan celana dalam dengan baik seperti fashion item yang lainnya ya, Ma.