Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia!

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia!
www.halalzilla.com
Intinya Sih
5W1H
  • Bulan Ramadan di berbagai negara memiliki tradisi sahur unik yang mencerminkan budaya lokal, mirip dengan kebiasaan membangunkan sahur di Indonesia.
  • India, Turki, dan Pakistan punya cara khas membangunkan warga untuk sahur, mulai dari ketukan tongkat kayu hingga tabuhan drum dan tiupan seruling tradisional.
  • Negara seperti Lebanon, Maroko, dan Arab Saudi menonjolkan sajian khas sahur dengan hidangan tradisional serta suasana hangat penuh kebersamaan selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan bukan sekadar menjalankan ibadah puasa saja, ada berbagai tradisi dan suasana khas yang menjadikan bulan ini istimewa. Tidak hanya di Indonesia, tradisi sahur yang unik juga ada di berbagai negara lainnya.

Selain diartikan sebagai makan dan minum sebelum matahari muncul, sahur di berbagai negara mayoritas muslim lainnya juga dimeriahkan dengan tradisi setempat. 

Jika di Indonesia biasanya pemuda berkeliling kampung sambil memukul bedug atau speaker, di negara lain ada yang membangunkan sahur dengan alat musik tradisional, menyajikan makanan tradisional, bahkan mencegah ngantuk dengan permainan.

Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum daftar tradisi sahur unik di berbagai negara, ada yang mirip dengan Indonesia!

1. India

Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia!.png
timesofindia.indiatimes.com

Sahur di bulan Ramadan juga dihiasi dengan tradisi unik yang berbeda-beda di tiap negara, salah satunya di India. Biasanya, ada kelompok bernama Seheriwalas yang bertugas membangunkan sahur dengan menyusuri kota pada dini hari.

Mereka biasanya membawa tongkat kayu untuk mengetuk pintu atau dinding rumah warga agar bangun sahur tepat waktu.

2. Mesir

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia! (3).png
english.alarabiya.net

Di Mesir, membangunkan sahur biasanya menjadi tugas Mesaharaty, yakni laki-laki yang bertugas berkeliling kampung sambil menabuh drum dan memanggil nama warga. Tradisi ini mirip seperti di Indonesia saat membangunkan sahur. 

Selain itu, biasanya tradisi sahur di Mesir juga dilengkapi dengan mengonsumsi foul medames atau kacang fava rebus, taameya khas Mesi, dan roti hangat. Ada juga yang mengombinasikan semangka dan keju, unik namun disukai masyarakat Mesir.

3. Irak

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia! (4).png
www.aljazeera

Bukan sekadar berkeliling kampung, sahut di Irak biasanya diawali dengan permainan tradisional Al Muhaibis. Permainan ini dilakukan oleh dua kelompok yang berasal dari kampung yang berbeda.

Peserta harus menyembunyikan cincin di genggaman salah satu anggota, sementara pemimpin tim lawan harus menebak dimana cincin tersebut. Permainan ini biasa dilakukan sambil menyantap hidangan sahur seperti telur, keju, kurma, roti samoon, dan qaymar yang disiram madu.

4. Turki

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia! (9).png
www.ieagle.com

Waktu sahur di Turki biasanya dibangunkan oleh penabuh drum khusus yang mengenakan pakaian khas kekaisaran Ottoman. Mereka berkeliling dengan membunyikan alat musik perkusi bernama Davul.

Tak jarang para penabuh davul yang membangunkan sahur akan diberi tip atau  diajak makan sahur bersama oleh warga sebagai ucapan terima kasih.

5. Pakistan

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia! (8).png
Freepik/Freepik

Berbeda dengan negara lain, warga Pakistan atau Seherkhwans biasanya menggunakan tiupan seruling, drum, atau alat musik tradisional dengan suara merdu.

Ada petugas khusus yang akan berkeliling sambil memainkan alat musik untuk membangunkan sahur. Selain itu, ada juga yang menggunakan pengeras suara di masjid setempat agar terdengar lebih luas.

6. Lebanon

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia! (7).png
Freepik/Freepik

Tradisi sahur di Lebanon lebih identik dengan hidangan yang disajikan. Biasanya, akan ada hidangan gurih dan manis dalam satu meja.

Manakish dengan taburan za’far atau keju disajikan bersama kishk, olahan yoghurt dengan gandum pecah, serta kellaj berisi krim dan atayef atau panekuk khas Timur Tengah. Suasana sahur di Lebanon juga semakin marak dengan adanya tenda Ramadan di berbagai penjuru kota yang dilengkapi hidangan, pertunjukan musik, hingga shisha.

7. Maroko

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia! (2).png
www.africanews.com

Sahur di Maroko biasanya dilengkapi dengan hidangan sup tomat harira yang dipadukan dengan roti msemen dan teh mint hangat. 

Sementara untuk membangunkan sahur, akan ada Nafar yang mengenakan djellaba dan sorban yang kemudian meniup seruling besar saat berkeliling ke sudut kampung.

8. Arab Saudi

8 Tradisi Sahur Unik di Berbagai Negara, Mirip dengan Indonesia! (6).png
www.soulofsaudi.com

Tradisi sahur di Arab Saudi lebih sederhana dengan menu yang wajib dihidangkan seperti kurma dan laban atau susu fermentasi khas Timur Tengah. Biasanya, orang-orang Arab juga akan menyantap kabisa dan aneka daging. 

Biasanya, masyarakat Arab juga menyantap susu unta untuk menjaga stamina selama berpuasa.

Itu dia deretan tradisi sahur unik di berbagai negara, ada yang mirip dengan Indonesia!

Meskipun cara atau penyebutannya berbeda-beda, tradisi sahur yang ada di mancanegara ini memiliki tujuan yang sama, yakni membangunkan umat muslim agar sahur tepat waktu sebelum berpuasa seharian penuh.

Meski beragam, tujuannya tetap sama.

FAQ Seputar Tradisi Sahur

Apa itu sahur on the road?

Sahur on the road, atau SOTR, adalah salah satu kegiatan bulan Ramadan di mana sahur dilakukan di luar rumah, biasanya sambil berkeliling dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor.

Dari mana asal kata sahur?

Kata “sahur” bermula dari kata “sahar” dalam bahasa Arab. Artinya, akhir malam atau waktu menjelang subuh.

Apa itu patrol sahur?

Patrol sahur adalah tradisi membangunkan sahur di bulan Ramadan dengan cara berkeliling kampung sambil membunyikan alat musik sederhana (seperti kentongan, gendang, atau barang bekas) dan melantunkan ajakan sahur, mencerminkan kebersamaan, solidaritas sosial, dan tanggung jawab kolektif untuk membangunkan warga agar tidak melewatkan waktu sahur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More