Trypanophobia: Fobia Takut Jarum Suntik, Bisa Dialami Sampai Dewasa

Penasaran apa dan bagaimana Trpanophobia bisa terjadi? Yuk simak penjelasannya

14 Januari 2021

Trypanophobia Fobia Takut Jarum Suntik, Bisa Dialami Sampai Dewasa
freepik

Pernah mendengar istilah Trypanophobia? Mungkin banyak dari kita yang masih asing dengan istilah yang satu ini.

Popmama.com akan membahas tuntas mengenai apa itu Trypanophobia secara lengkap. Mungkin kamu atau orang terdekatmu mengalami ini?

1. Apa itu Trypanophobia?

1. Apa itu Trypanophobia
Freepik

Trypanophobiaadalah kondisi di mana seseorang mengalami ketakutan yang berlebihan akan tindakan medis yang melibatkan suntikan dan tindakan yang berhubungan dengan jarum suntik, demikian dilansir dari Verywellmind.

Mereka umumnya juga takut terhadap tindakan medis. Hal ini menyebabkan mereka berdebar-debar dan panik ketika menunggu  maupun berfikir tentang tindakan medisnya yang akan mereka terima.

Umumnya rasa takut ini dialami oleh anak kecil. Tetapi faktanya, tidak hanya anak kecil yang mengalami Trypanophobia, remaja bahkan orang dewasa dewasa pun dapat mengalami rasa takut yang sama.

Editors' Picks

2. Apa bahaya dari fobia Ini?

2. Apa bahaya dari fobia Ini
Freepik

Banyak dari kita yang seringkali menganggap sepele fobia yang satu ini. Fobia ini juga sering dikaitkan dengan sikap anak kecil yang takut pada jarum suntik dan beranggapan kalau itu akan hilang ketika dewasa. 

Ternyata fobia semacam ini tidak bisa disepelekan karena berbahaya bagi penderitanya. 

Apa saja bahayanya? Petama-tama tentunya gejala penderita fobia Trypanophobia yang muncul sebelum menerima perawatan medis. 

Sedangkan untuk bahaya lainnya lebih mengarah kepada perubahan perilaku penderitanya.

Penderita fobia ini umumnya akan takut ketika berhadapan dengan prosedur medis yang melibatkan jarum suntik, juga injeksi. Namun rasa takut tersebut dapat mengarah ke ketakutan pada layanan kesehatan medis dan gigi. 

Mereka akan menolak untuk  bertemu dokter, meski mereka dalam kondisi sakit dan membutuhkan pengobatan yang tepat. Ini akan menimbulkan penyakit yang lebih parah karena penderita tidak mendapatkan penanganan yang menunjang kesembuhannya.

Di kasus tertentu, penderita Trypanophobia bahkan akan menolak ketika diharuskan untuk checkup secara ruti

3. Gejala Trypanophobia yang perlu diwaspadai

3. Gejala Trypanophobia perlu diwaspadai
pixabay.com/PhotoLizM

Gejala phobia ini muncul ketika seseorang berhadapan dengan hal-hal yang berbau medis, terutama yang melibatkan jarum seperti injeksi.

Biasanya sebelum perawatan medis dimulai, akan timbul gejala seperti pusing, gelisah, bahkan pingsan.

Tekanan darah dan detak jantung juga akan meningkat pada hari dan jam menjelang dilaksanakannya prosedur medis. 

Rasa takut akan jarum suntik ini akan berangsur-angsur mereda saat penderita telah melalui prosedur pengobatan yang melibatkan jarum tersebut. Tekanan darahnya akan turun, dan kondisi tubuhnya kembali tenang dan normal.

4. Apa yang menyebabkan Trypanophobia?

4. Apa menyebabkan Trypanophobia
Paxels/Anna Shvets

Sebenarnya untuk fobia seperti ini, para ilmuan masih belum menemukan penyebab yang jelas. Bahkan, mereka mengatakan kondisi ini kemungkinan diwariskan.

Karena diperkirakan sekitar 80% orang dewasa yang mengidap kondisi ini memiliki anak yang juga mengidap Trypanophobia.

Hal-hal umum terkait jarum suntik dapat menjadi penyebab fobia ini, diantara ialah:

  • Trauma jarum suntik akibat prosedur pemberian jarum suntik yang tidak tepat sehingga menimbulkan rasa sakit yang terus teringat
  • Pernah mengalami reaksi yang tidak mengenakkan setelah disuntik seperti pusing, detak jantung terasa lemah, keringat yang berlebihan, pandangan kabur, dan kulit menjadi pucat.   
  • Anggapan bahwa suntikan dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan dapat  merenggut nyawa (hypochondria)
  • Memiliki kondisi sensitif terhadap rasa sakit hingga dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
  • Fobia sejak kecil yang umumnya muncul pada usia 10 tahun
  • Memiliki tempramen yang sensitif, terhambat, maupun negatif

5. Cara mengatasi Trypanophobia dengan tepat

5. Cara mengatasi Trypanophobia tepat
Freepik/Seventyfour

Trypanophobia memang cukup mengganggu penderitanya. Namun jangan khawatir, tentunya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi phobia yang satu ini.

Cara pertama yang dapat anda lakukan ialah dengan melakukan terapi. Salah satunya ialah terapi kognitif-perilaku. Terapi ini sangat efektif untuk mengobati trypanophobia.

Melalui desentralisasi sitematis, pasien akan dibiasakan melihat dan bersentuhan dengan jarum suntik melalui gambar. Sehingga akan membuat pasien perlahan-lahan terbiasa pada jarum suntik dan tidak merasa takut lagi.

Cara lainnya untuk mengatasi trypanophobia ialah dengan melakukan pengobatan tanpa jarum suntik. Misalkan dengan menggunakan obat-obat general seperti obat tablet, atau obat cair.  Selain itu, dengan perkembangan teknologi yang baru tentunya ada cara-cara baru untuk menerima perawatan medis tanpa terkena jarum suntik.

Contohnya ialah injeksi jet, yaitu memasukan obat melalui kulit dengan tekanan tinggi. Injeksi ini tidak hanya dapat mengurangi rasa sakit dan membantu mereka yang takut akan jarum suntik, tetapi juga membantu pasien terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa ditularkan melalui penggunaan jarum suntik.

Atau mungkin juga dapat menggunakan cara terapi lain seperti hypno-terapi, terapi pemaparan menggunakan jarum. Maupun dengan obat anti stres yang dapat diberikan pada pasien sebelum menerima tindak medis sehingga dapat menenangkannya.

Trypanopobia merupakan kondisi fobia yang berbahaya bila dibiarkan terus-menerus. Penting bagi anda untuk melakukan penanganan melalui beberapa metode yang telah disampaikan sebelumnya.

Dan jika si Kecil tenyata mengidap fobia ini, tanggapi masalah ini dengan serius. Dengan pengobatan yang baik dan tepat, tentunya akan sangat mungkin baginya untuk terbebas dari kondisi ini.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.