Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Anak Mutilasi Ibu Kandung, Kesal Tak Diberi Uang untuk Judi Online
Pexels/Siobhan Howerton
  • Seorang pemuda di Lahat, Sumatera Selatan, membunuh dan memutilasi ibunya setelah kesal tidak diberi uang untuk bermain judi online.
  • Pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan membakar dan mengubur potongan tubuh korban di kebun, namun akhirnya tertangkap setelah warga menemukan jasad korban.
  • Kasus ini menyoroti bahaya kecanduan judi online yang meningkat di kalangan anak muda, berdampak pada emosi, keuangan, dan hubungan keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Seorang pemuda berinisial AF (23) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tega membunuh dan memutilasi ibu kandungnya sendiri yang berinisial SA (63). Peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh persoalan judi online (judol). 

Pelaku disebut emosi setelah permintaannya untuk mendapatkan uang tidak dipenuhi oleh korban. Kasus ini pun menjadi pengingat serius akan dampak berbahaya kecanduan judi online, terutama di kalangan anak muda.

Berikut Popmama.com rangkum kronologi kasus serta fakta yang terungkap dibaliknya.

1. Diduga kesal tak diberi uang untuk judi online

Pexels/Tima Miroshnichenko

Kasus ini bermula saat pelaku meminta uang kepada ibunya untuk bermain judi online. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh SA, sehingga memicu emosi pelaku. 

Menurut pihak kepolisian, motif sementara mengarah pada rasa kesal yang berujung tindakan nekat. Hingga kini polisi masih mendalami lagi kasus tersebut.

2. Pelaku bunuh ibu kandung lalu berusaha hilangkan jejak

Pexels/Kat Wilcox

Berdasarkan hasil penyelidikan, pembunuhan terjadi pada 28 Maret 2026 lalu di Desa Danau Belidang, Kecamatan Mulak Sebingkai. Pelaku diketahui menghabisi korban dengan cara kejam hingga meninggal dunia di tempat. 

Setelah itu, ia berusaha menghilangkan jejak dengan membakar jenazah korban. Namun upaya tersebut gagal, pelaku kemudian memutilasi tubuh korban sebelum memindahkannya ke lokasi lain.

3. Jenazah dimutilasi dan dikubur di kebun

Unsplash/Markus Spiske

Potongan tubuh korban kemudian dibawa ke sebuah kebun di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, untuk dikuburkan. Dalam prosesnya, pelaku bahkan sempat meminta bantuan orang lain untuk menggali lubang dengan alasan keperluan kebun, tanpa mengungkap kejadian sebenarnya.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah warga menemukan potongan jenazah dan melaporkannya ke pihak berwajib. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap pelaku di sebuah penginapan.

Judi Online Jadi Ancaman Serius bagi Anak Muda

tribatranews.polri.go.id

Fenomena judi online kini semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan generasi muda. Data dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) menunjukkan bahwa sebagian pemain judi online berasal dari kelompok usia produktif, termasuk anak muda.

Data dari PPATK Pada kuartal I 2025, terdapat sekitar 1,06 juta pemain judi online di Indonesia. Mayoritasnya justru berada di usia produktif yakni di usia 20–30 tahun sekitar 396 ribu orang dan 31–40 tahun sekitar 395 ribu orang. 

Selain berdampak pada kondisi finansial, kecanduan judi juga dapat memicu gangguan emosi, stres, hingga tindakan impulsif. Dalam banyak kasus, tekanan akibat kekalahan atau keinginan untuk terus bermain membuat seseorang nekat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang.

Organisasi kesehatan seperti World Health Organization juga mengingatkan bahwa perilaku adiktif seperti judi dapat memengaruhi kontrol diri dan pengambilan keputusan seseorang.

Dampak Judi Online Terhadap Hubungan Keluarga

Pexels/lil artsy

Tak hanya berdampak pada individu, kecanduan judi online juga bisa merusak hubungan dalam keluarga. Tekanan ekonomi dan konflik akibat uang sering kali menjadi pemicu pertengkaran.

Dalam kasus ekstrem, seperti yang terjadi di Lahat ini, konflik tersebut bahkan berujung pada tindakan kekerasan fatal. Para ahli menyebutkan bahwa penting bagi keluarga untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku, seperti:

  • Sering meminta uang tanpa alasan jelas

  • Mudah emosi atau tersinggung

  • Menarik diri dari lingkungan sosial

Edukasi dan pengawasan menjadi kunci untuk mencegah dampak buruk judi online, terutama pada anak muda yang masih rentan secara emosional.

Editorial Team