6 Makanan yang Perlu Dibatasi saat Bulan Puasa

Meski memang boleh dikonsumsi, namun tetap tidak boleh dimakan secara berlebihan saat puasa.

31 Maret 2022

6 Makanan Perlu Dibatasi saat Bulan Puasa
Pexels/khats cassim

Banyak hal yang perlu dipersiapkan menjelang bulan puasa, mulai dari bangun sebelum subuh hingga memastikan kesehatan tetap prima agar tetap dapat menjalankan ibadah puasa.

Ada pula satu hal penting yang juga penting untuk diperhatikan, yaitu menu makanan yang perlu disiapkan selama bulan puasa.

Menurut dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K pada acara Bincang Shopee 4.4: Berpuasa Sehat Agar Tetap Produktif (29/3/2022), ada beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari selama puasa.

Apa saja ya jenisnya? Di bawah ini Popmama.com sudah merangkum 6 makanan yang perlu dibatasi saat bulan puasa supaya ibadah makin lancar.

1. Gorengan

1. Gorengan
Unsplash/Joshua Hoehne

Makanan pertama yang sebaiknya dibatasi saat bulan puasa adalah makanan yang digoreng. Gorengan berpotensi membuat tenggorokan kurang nyaman, terutama jika dimakan di saat sahur.

Selain itu, gorengan juga mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan resiko kolestrol jahat dalah tubuh. Tak hanya itu, gorengan juga dapat melambatkan pengosongan lambung, sehingga asam lambung akan naik dan tenggorokan menjadi panas.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau ingin tetap memakan gorengan di bulan puasa:

  • Goreng dalam waktu singkat.
  • Goreng dengan lemak yang lebih sehat, seperti minyak bunga matahari atau minyak kanola.
  • Pakai cara lain untuk mempersiapkan makanan, seperti tumis, pepes, kukus, atau panggang.

2. Makanan dan minuman manis

2. Makanan minuman manis
Unsplash/kaouther djouada

Makanan manis yang dianjurkan saat berbuka puasa adalah yang berasal dari jus atau sari buah alami seperti kurma. Gula tambahan seperti gula pasir tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan.

Ini karena makanan manis dapat memicu kadar gula darah melonjak dengan cepat, sehingga pankreas perlu bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin.

Jika lonjakan gula darah dibiarkan, resiko kegemukan dan kadar gula darah melebihi batas normal dapat meningkat.

Editors' Pick

3. Makanan yang memicu gas berlebih

3. Makanan memicu gas berlebih
Unsplash/Jim Teo

Makanan bergas seperti kol, sawi, brokoli, dan kedondong dapat merangsang peningkatan asam lambung di dalam tubuh.

Jika tetap makan makanan yang mengandung gas, perut akan lebih mudah terkena gejala sakit maag seperti kembung, mual, perih, dan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas berpuasa. 

4. Makanan asin dan berpengawet

4. Makanan asin berpengawet
Pexels/Artem Beliaikin

Berbagai makanan asin dan berpengawet umumnya memiliki zat natrium yang dapat menyebabkan rasa haus lebih cepat jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Jika jumlah natrium terlalu banyak di dalam darah, makan natrium tersebut akan menarik cairan yang ada di dalam sel-sel tubuh.

Hal ini akan menyebabkan sel tubuh mengalami kekurangan cairan dan akhirnya beberapa fungsi tubuh berubah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh kekurangan cairan. Otak akan merespon dengan memunculkan rasa haus pada diri kita.

5. Makanan pedas atau asam

5. Makanan pedas atau asam
Pexels/ROCKERZZZ FYP

Berbagai menu saat sahur atau buka puasa biasanya tidak lengkap bila tidak ditambah dengan sambal ataupun bumbu pedas lainnya. Meski begitu, makanan pedas baiknya dihindari saat berpuasa.

Ini karena memakan makanan pedas dapat membuat sakit perut atau muncul rasa nyeri seperti terbakar di ulu hati (heartburn)

Rasa terbakar tersebut akan lebih mungkin terjadi jika makanan pedas dikonsumsi saat perut dalam keadaan kosong seperti ketika berbuka puasa.

Jika ingin memakan makanan pedas, baiknya perut diisi dengan makanan lain terlebih dahulu seperti kurma untuk mencegah lambung yang kosong langsung terkena pedas.

6. Minuman tinggi kafein dan bersoda

6. Minuman tinggi kafein bersoda
Unsplash/Katrin Hauf

Baiknya minuman seperti cokelat, teh, kopi, dan minuman bersoda juga dikurangi saat berpuasa. Ini karena kafein dapat menimbulkan efek diuretik, yaitu efek yang menyebabkan rasa ingin kencing dan membuat kita merasa cepat haus.

Kafein juga dapat mengiritasi dinding lambung dan meningkatkan produksi asam lambung. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau ingin tetap meminum minuman berkafein ketika puasa:

  • Batasi hanya segelas kopi saat sahut.
  • Kopi dapat diminum 2 jam setelah berbuka puasa.
  • Tetap perbanyak minum air putih untuk mengimbangi asupan kafein.

Itulah 6 makanan yang perlu dibatasi saat bulan puasa. Menurut dr. Putri Sakti, yang paling penting saat berpuasa adalah makan makanan dengan kalori cukup serta gizi seimbang agar kesehatan tetap terjaga.

Baca Juga:

The Latest