Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan? Banyak Keistimewaannya

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan Banyak Keistimewaannya.jpg
Freepik
Intinya sih...
  • Puasa Tasu'a dan Asyura adalah puasa sunnah terbaik setelah Ramadan, dilaksanakan di bulan Muharram yang dimuliakan dalam Islam.
  • Bulan Muharram termasuk dalam al-asyhurul hurum, bulan yang dimuliakan Allah SWT, sehingga puasa sunnah di bulan ini memiliki pahala yang istimewa.
  • Puasa Tasu'a dilaksanakan sehari sebelum puasa Asyura untuk menyempurnakan puasa tersebut dan membedakan umat Islam dari kaum Yahudi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa Tasu’a kerap disebut sebagai salah satu puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Muharram. Meski begitu, masih banyak yang belum memahami alasan di balik anjuran tersebut serta keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Bulan Muharram sendiri dikenal sebagai bulan yang dimuliakan dalam Islam. Berbagai amalan ibadah, termasuk puasa sunnah, memiliki nilai pahala yang istimewa ketika dilakukan pada waktu ini, sehingga menarik untuk dikaji lebih dalam.

Lalu, mengapa puasa Tasu’a disunnahkan untuk dilaksanakan dan keistimewaan apa saja yang bisa Mama dapatkan? Simak penjelasan Popmama.com berikut.

Table of Content

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan?

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan?

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan? Banyak Keistimewaannya.jpg
Freepik

Melansir dari laman NU Online, Berikut keistimewaan yang bisa Mama dapatkan ketika melaksanakan puasa Tasu’a:

1. Puasa terbaik setelah puasa Ramadan

Puasa Tasu'a dan puasa Asyura termasuk di antara puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan. Keduanya dilaksanakan di bulan Muharram, yang dikenal sebagai Syahrullah atau bulan Allah, sehingga memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam.

Keutamaan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Beliau bersabda yang artinya:

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah), yaitu bulan Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR.Muslim). 

2. Dilaksanakan di bulan mulia (al-asyhurul hurum)

Bulan Muharram termasuk dalam al-asyhurul hurum, yaitu empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan, termasuk puasa sunnah.

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk berpuasa di keempat bulan suci ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah.

"Berpuasalah di bulan Ramadan dan tiga hari setelahnya, dan berpuasalah di bulan-bulan suci." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya).

3. Pahala puasa sehari setara dengan puasa 30 hari

Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Barang siapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia akan menghapus dosa-dosa selama dua tahun, dan barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka ia akan mendapatkan pahala berpuasa 30 hari untuk setiap hari ia berpuasa." (Diriwayatkan oleh at-Tabarani dalam al-Mu'jamus Shaghir). 

Oleh karena itu, meski hanya dilakukan satu hari, puasa Tasu'a tetap bernilai sangat besar dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

4. Menyempurnakan puasa Asyura dan membedakan dari kaum lain

Puasa Tasu'a dilaksanakan sehari sebelum puasa Asyura, yakni pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dianjurkan untuk menyempurnakan puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharram. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk berpuasa sehari sebelum atau sesudah Asyura sebagai bentuk pembeda dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10 Muharram.

Dengan menggabungkan puasa Tasu'a dan Asyura, umat Islam tidak hanya memperoleh keutamaan puasa, tetapi juga menjalankan sunnah Rasulullah SAW secara lebih sempurna.

Sejarah Puasa Tasu'a

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan? Banyak Keistimewaannya.jpg
Freepik/wirestock

Berdasarkan hadits Imam Bukhari, saat Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, Beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Penasaran, Beliau bertanya:

“Hari apa ini?”

Mereka menjawab,

“Hari yang baik, ketika Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Nabi Musa pun berpuasa sebagai ucapan syukur.”

Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda:

“Kami (kaum Muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.”

Lalu Beliau memerintahkan sahabat untuk berpuasa pada hari itu. (HR.Bukhari)

Puasa Asyura awalnya diperingati oleh umat Yahudi untuk mengenang penyelamatan Nabi Musa dari kejaran Fir'aun. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa umat Islam juga berhak melestarikan dan menyempurnakan syariat Nabi Musa melalui puasa pada hari yang sama.

Namun, agar tidak sama dengan kaum Yahudi, Nabi SAW menambahkan satu hari sebelum Asyura, yaitu tanggal 9 Muharram, yang dikenal dengan puasa Tasu'a. Beliau bersabda:

Hadits Rasulullah dari Abdullah bin Abbas RA berkata:

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: Saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpuasa pada hari Asyura dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa, para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani." Maka Rasulullah bersabda: "Pada tahun depan insyaallah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharam)." Tahun depan itupun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah wafat. (HR Muslim). 

Dengan demikian, Puasa Tasu'a menjadi pelengkap Puasa Asyura, sekaligus wujud penghormatan terhadap sejarah para nabi dan memperbanyak amal sunnah bagi umat Islam.

Kapan Puasa Tasu’a 2026?

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan Banyak Keistimewaannya (1).jpg
Freepik/Rochak Shukla

Berdasarkan penjelasan di atas, puasa Tasu'a dilaksanakan sehari sebelum Hari Asyura, yakni pada tanggal 9 Muharram. 

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, puasa Tasu'a tahun ini akan jatuh pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Niat Puasa Tasu’a

Mengapa Puasa Tasu'a Sunnah untuk Dilaksanakan? Banyak Keistimewaannya.jpg
Freepik/rawpixel.com

Berikut ini adalah niat puasa Tasua:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ يَوْمِ تَسُوْعَاءٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin minyaumi tasuu-'aa-in sunnatan lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

Nah, itulah jawaban mengenai mengapa puasa Tasu’a disunnahkan untuk dilaksanakan. 

Dengan mengetahui keutamaan dan keistimewaannya, Mama dapat mempertimbangkan puasa ini sebagai salah satu amalan sunnah yang penuh pahala dan bernilai ibadah. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya, Ma! 

FAQ tentang Puasa Tasu’a

Apakah niat Puasa Tasu’a harus diucapkan?

Tidak harus diucapkan. Niat di dalam hati sudah cukup, sebagaimana niat puasa sunnah lainnya.

Apakah Puasa Tasu’a sama dengan Puasa Asyura?

Tidak. Puasa Tasu’a dilakukan tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Bolehkah hanya berpuasa Tasu’a tanpa Asyura?

Boleh, namun lebih utama jika digabung dengan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Foto Ruang Kerja Tasya Farasya CEO MOP Beauty, Megah dan Mewah

04 Feb 2026, 11:28 WIBLife