Jangan Sembarangan! Ini Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar

Lakukan dengan tepat supaya tidak keliru ya, Ma

3 Juli 2019

Jangan Sembarangan Ini Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Benar
Freepik/Jcomp

Salah satu keistimewaan menjadi seorang perempuan adalah datangnya siklus haid setiap bulan. Ini merupakan suatu proses alamiah di mana terjadi peluruhan pada dinding rahim karena tidak ada proses pembuahan alias ovulasi.

Dalam agama Islam, saat sedang haid seorang perempuan tidak diperbolehkan melalukan ibadah. Termasuk di antaranya untuk shalat dan berpuasa.

Nah, setelah selesai haid, Mama pun harus mandi wajib terlebih dahulu sebelum bisa beribadah kembali. Namun bukan asal mandi, ya. Ada tata cara yang harus ditaati.

Berikut Popmama.com rangkum informasi tentang tata cara mandi wajib setelah haid yang tepat:

1. Pahami hukum mandi wajib

1. Pahami hukum mandi wajib
Unsplash/Denny Muller

Seperti disebutkan sebelumnya, mandi wajib menjadi sesuatu yang harus dilakukan seseorang untuk menyucikan diri sebelum diperbolehkan kembali beribadah.

Perintah untuk melaksanakan mandi wajib tercantum di dalam Alquran, tepatnya dalam surat Al Maidah ayat 6 dan surat An Nisa ayat 43.

Dalam surat Al Maidah ayat 6, tertulis bahwa:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Sementara itu, di dalam surat An Nisa ayat 43 tertulis juga bahwa:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Jelas disebutkan bahwa mandi wajib adalah praktik bersuci yang harus dilakukan untuk menghilangkan hadats besar. Demikian dikutip dari Nadhlatul Ulama (NU) Online.

3. Urutan tata cara mandi wajib

3. Urutan tata cara mandi wajib
Freepik

Selain melakukan rukun mandi wajib yang telah disebutkan di atas, ada juga sejumlah kesunnahan dalam mandi wajib. Imam al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah secara teknis menjelaskan adab mandi janabah dengan cukup rinci mulai dari awal masuk kamar mandi hingga keluar lagi.

  • Pertama, saat masuk ke kamar mandi ambilah air lalu basuhlah tangan terlebih dahulu hingga tiga kali
  • Kedua, bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan
  • Ketiga, berwudhu sebagaimana saat wudhu hendak shalat termasuk doa-doanya. Lalu akhiri dengan menyiram kedua kaki
  • Keempat, mulailah mandi wajib dengan mengguyur kepala sampai tiga kali. Bersamaan dengan itu bacalah niat sebelum menghilangkan hadats dari tubuh
  • Berikutnya, guyur bagian tubuh sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian bagian tubuh sebelah kiri tiga kali juga
  • Selama proses tersebut, jangan lupa menggosok-gosok seluruh bagian sebanyak tiga kali. Jangan lupa menyela-nyela rambut. Pastikan air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan. Jika tersentuh, lakukan wudhu kembali

Editors' Picks

2. Membaca doa dan niat mandi wajib

2. Membaca doa niat mandi wajib
Freepik

Dalam melaksanakan mandi wajib, seseorang harus melakukan dua rukun. Yang pertama yakni membaca niat. Bila mampu, lafalkan secara lisan karena ini lebih utama. Lafal niat tersebut yaitu:

“Nawaitul ghusla lifrafil hadatsil akbari minal haidil lillahi ta’ala”

Artinya: Saya berniat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

Dalam madzhab Syafi'i, membaca niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air kali pertama disiramkan ke tubuh. 

Setelah membaca niat, rukun yang kedua yaitu mengguyur seluruh bagian luar tubuh, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut/bulu. Tubuh diasumsikan sudah tidak mengandung najis.

4. Hal yang perlu diperhatikan saat mandi wajib

4. Hal perlu diperhatikan saat mandi wajib
Pexels/Steve Johnson

Saat mandi wajib, meskipun sudah melakukannya sesuai urutan, ada juga beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah menggunakan air yang bersih. Lakukan juga wudhu dengan air yang mengalir.

Mandi wajib pada dasarnya juga tidak bisa digantikan dengan berwudhu saja ya, Ma.  Yang tak kalah penting, seluruh tubuh juga harus basah dan tersiram air tanpa kecuali.

Pastikan juga seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi dari tubuh ikut dibersihkan dengan air.

Apabila Mama melakukan mandi wajib setelah haid, pastikan darah haid sudah benar-benar tidak keluar lagi. Jika masih ada darah haid yang keluar, maka sebaiknya tunggu sampai tuntas dan lakukan kembali mandi wajib dari awal.

5. Penyebab lain seseorang harus melakukan mandi wajib

5. Penyebab lain seseorang harus melakukan mandi wajib
Pexels/Rawpixel.com

Selain haid, mandi wajib juga harus dilakukan karena faktor-faktor penyebab tertentu. Di antaranya yaitu ketika tubuh berada dalam kondisi tidak suci. Misalnya seperti berikut ini, Ma:

  • Keluar air mani

Keluarnya air mani baik pada laki-laki maupun perempuan membuat seseorang tersebut harus mandi wajib. Rasulullah SAW bersabda bahwa keluar mani mewajibkan mandi secara mutlak, sehingga dapat dipahami baik keluar tersebut dalam keadaan terjaga atau tertidur, disengaja atau tidak, ada sebab atau tidak, disertai syahwat atau tidak karena yang menjadi titik pokok adalah yang terpenting keluar mani.

  • Melakukan hubungan intim

Pada suami istri, melakukan hubungan intim juga mengharuskan keduanya melakukan mandi wajib untuk bisa kembali beribadah. Hal ini juga berlaku meskipun tidak sampai keluar mani atau saat menggunakan kondom.

  • Berhenti keluar darah nifas

Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan setelah melahirkan. Umumnya nifas keluar selama rata-rata 40 hari. Sama seperti darah haid, saat perempuan selesai melewati fase nifas, ia juga harus mandi wajib. Ingat ya, Ma, lakukan mandi wajib saat darah benar-benar sudah tidak keluar lagi dari kemaluan.

Demikian informasi tentang tata cara mandi wajib setelah haid yang perlu diketahui dan dilakukan oleh Mama. Intinya, jangan lupa bersihkan tubuh secara keseluruhan ya, Ma!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!