- Percakapan sehari-hari:
“Kerjaanku belum selesai semua, tapi at least bagian pentingnya sudah beres.” - Bahasa gaul anak muda:
“Nilai gue nggak paling tinggi, at least gue lulus tanpa remedial.” - Gaya caption sosmed:
“Liburan gagal total, at least masih sempat foto bareng keluarga.” - Tren konten TikTok:
“At least gue kalo kerja nitip anak nggak ke mertua, ctak.”
Apa Arti kata 'At Least' yang Lagi Tren di Sosmed?

Arti ‘At Least’ dalam Bahasa Indonesia - At least berarti “setidaknya”, “paling tidak”, atau “sekurang-kurangnya”. - Digunakan untuk menunjukkan batas minimal dari sesuatu, baik itu jumlah, waktu, maupun usaha yang dilakukan.
Kenapa ‘At Least’ Jadi Tren di Sosial Media? - Dipakai untuk menyoroti sisi positif dari situasi yang tidak berjalan sesuai harapan. - Menjadi cara sederhana untuk tetap mengakui usaha yang sudah dilakukan dan sebagai pembelaan diri yang halus.
‘At Least’ di TikTok: Sarkasme Ringan yang Relate
- Muncul dalam konten perbandingan diri dengan orang lain atau sindiran ringan yang dibalut humor.
Pernah nggak sih Mama scroll TikTok atau Instagram, terus nemu kata ‘at least’ di video yang bikin penasaran? Ternyata, frasa singkat ini belakangan lagi viral dan dipakai hampir di mana-mana oleh anak muda.
Bukan cuma sekadar kata biasa, ‘at least’ sering muncul di momen-momen lucu, sarkastik, atau saat seseorang mencoba tetap terlihat positif. Satu kalimat kecil, tapi efeknya bisa bikin senyum atau auto relate sama kehidupan sehari-hari.
Tren ini sampai bikin banyak orang penasaran, apa arti sebenarnya kata tersebut? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya. Simak, ya!
Table of Content
Arti ‘At Least’ dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, at least berarti “setidaknya”, “paling tidak”, atau “sekurang-kurangnya”. Ungkapan ini digunakan untuk menunjukkan batas minimal dari sesuatu, baik itu jumlah, waktu, maupun usaha yang dilakukan seseorang.
Biasanya, kata at least dipakai saat ingin menegaskan bahwa ada standar paling rendah yang harus dipenuhi. Misalnya, ketika seseorang menyebut durasi belajar, jumlah pekerjaan, atau target tertentu yang tidak boleh kurang dari ketentuan tersebut.
Menariknya, penggunaan at least dengan makna ini tergolong cukup formal. Karena itu, kata ini sering dijumpai dalam tulisan akademik, instruksi kerja, hingga percakapan umum yang bernada netral dan lugas.
Kenapa ‘At Least’ Jadi Tren di Sosial Media?

Di sosial media, at least tidak lagi sekadar penanda batas minimal. Dalam bahasa gaul, frasa ini sering dipakai untuk menyoroti sisi positif dari situasi yang tidak berjalan sesuai harapan.
Penggunaannya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Saat target besar belum tercapai, at least menjadi cara sederhana untuk tetap mengakui usaha yang sudah dilakukan.
Di sisi lain, frasa ini juga berfungsi sebagai pembelaan diri yang halus. Kalimat seperti “At least gue gak pernah…” terdengar santai dan tidak terkesan menyalahkan keadaan.
Karena singkat, relate, dan bermakna, at least cepat diterima di sosial media. Cukup satu kalimat, pesan optimistis dan realistis pun tersampaikan.
‘At Least’ di TikTok: Sarkasme Ringan yang Relate
Pada awal 2026, penggunaan at least makin sering muncul di TikTok. Banyak kreator memakainya, terutama dalam konten perbandingan diri dengan orang lain atau sindiran ringan yang dibalut humor.
Uniknya, sarkasme dengan at least terasa tidak menyudutkan. Justru, frasa ini membantu menyampaikan pesan dengan cara yang lucu dan mudah diterima oleh penonton.
Apalagi, di akhir kalimat sering ditambahkan kata “ctak” yang membuat nadanya semakin santai dan khas gaya TikTok. Sentuhan kecil ini memberi efek komedi tanpa harus terdengar menyindir secara langsung.
Tak heran jika at least akhirnya jadi salah satu ungkapan favorit di sosial media. Singkat, relate, dan mampu mewakili perasaan banyak orang dalam satu kalimat sederhana.
Contoh Penggunaan ‘At Least’

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penggunaan at least dalam berbagai konteks:
Nah, itulah arti kata at least yang belakangan ramai digunakan di sosial media.
Jadi, kalau Mama atau anak remaja di rumah sering memakai kata at least dalam obrolan atau caption, kini sudah tahu maksud di balik tren bahasa yang satu ini.


















