Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Autoimun Psoriasis yang Diidap Rey Mbayang? Alami Kerontokan Parah
Instagram.com/rey_mbayang

Baru-baru ini, Rey Mbayang memutuskan untuk mencukur rambutnya sampai botak. Perubahan drastis pada penampilannya tersebut mengundang rasa penasaran bagi banyak orang. 

Bukan tanpa alasan, ternyata keputusan Rey Mbayang membotaki kepalanya adalah karena dirinya mengidap autoimun psoriasis. Penyakit yang dideritanya membuat rambutnya jadi mudah rontok dan nyeri pada bagian tulang. 

"Jadi Alasan botakin kepala karena punya sakit 'Autoimmune' psoriasis," kata Rey Mbayang dalam Instagram Story miliknya.

Lantas, apa itu autoimun psoriasis yang diidap Rey Mbayang? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan. 

Apa Itu Autoimun Psoriasis?

Pixabay/Miller_Eszter

Autoimun psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kulit kronis akibat sistem kekebalan tubuh (imun) menyerang sel kulit sehat. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Psoriasis

Akibatnya, proses pergantian sel kulit menjadi sangat cepat, sehingga menimbulkan penumpukan sel kulit di permukaan. Secara normal, sel kulit beregenerasi dalam waktu sekitar 28–30 hari. 

Namun pada penderita psoriasis, proses ini bisa terjadi hanya dalam beberapa hari saja. Hal ini menyebabkan munculnya bercak tebal, kering, bersisik, dan sering kali berwarna kemerahan yang bisa terasa gatal atau nyeri.

Penyebab Autoimun Psoriasis

Freepik/benzoix

Psoriasis termasuk penyakit autoimun, yang berarti sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri. Pemicu pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang berperan, seperti:

  • Faktor genetik (riwayat keluarga)

  • Infeksi (misalnya radang tenggorokan)

  • Stres berlebihan

  • Cedera pada kulit

  • Perubahan cuaca

  • Penggunaan obat tertentu

Apabila seseorang memiliki anggota keluarga dengan psoriasis, maka risiko terkena penyakit ini dapat meningkat. Namun, tidak semua orang dengan gen psoriasis akan mengembangkan penyakit ini.

Selain itu, autoimun psoriasis bukanlah penyakit yang menular, sehingga kontak langsung dengan penderitanya bukan hal yang berbahaya. 

Gejala Autoimun Psoriasis

Freepik/freepik

Gejala autoimun psoriasis bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan dan jenisnya. Namun secara umum, kondisi psoriasis ditandai oleh perubahan pada kulit yang cukup khas akibat peradangan kronis.

Berikut penjelasan gejala yang paling sering muncul:

1. Bercak Merah Bersisik

Gejala paling umum adalah munculnya bercak merah pada kulit yang ditutupi sisik putih atau keperakan. Bercak ini biasanya terasa tebal dan kering, serta sering muncul di area siku, lutut, kulit kepala, dan punggung bawah. Pada beberapa kasus, ukurannya bisa kecil seperti titik, tetapi ada juga yang melebar.

2. Kulit Kering dan Pecah-Pecah

Kulit penderita psoriasis cenderung sangat kering hingga bisa pecah-pecah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, kulit bisa sampai berdarah. Hal ini terjadi karena penumpukan sel kulit yang tidak terkelupas secara normal.

3. Rasa Gatal, Perih, atau Terbakar

Gejala lain yang cukup mengganggu adalah sensasi gatal, perih, atau seperti terbakar pada area kulit yang terdampak. Intensitasnya bisa ringan hingga berat, dan sering kali memburuk saat kulit kering atau teriritasi.

4. Penebalan dan Perubahan pada Kuku

Psoriasis juga bisa menyerang kuku tangan dan kaki. Tanda-tandanya meliputi kuku menjadi lebih tebal, berubah warna, rapuh, atau bahkan terlepas dari dasar kuku. Kondisi ini dikenal sebagai psoriasis kuku.

5. Kulit Mengelupas Berlebihan

Karena regenerasi sel kulit berlangsung terlalu cepat, kulit akan lebih sering mengelupas. Serpihan kulit mati ini biasanya terlihat seperti sisik putih yang mudah rontok.

6. Nyeri dan Pembengkakan Sendi

Pada sebagian penderita, psoriasis dapat berkembang menjadi Psoriatic Arthritis. Gejalanya berupa sendi yang terasa nyeri, kaku, dan bengkak, terutama di pagi hari atau setelah lama tidak bergerak.

7. Kulit Kepala Bersisik seperti Ketombe Parah

Psoriasis juga sering muncul di kulit kepala. Gejalanya mirip ketombe, tetapi biasanya lebih tebal, kemerahan, dan bisa meluas hingga garis rambut atau belakang telinga.

Apakah Autoimun Psoriasis Bisa Sembuh?

Freepik/prostooleh

Autoimun psoriasis adalah penyakit kronis yang berkaitan dengan sistem imun. Artinya, kondisi ini bisa berlangsung seumur hidup dan cenderung kambuh (flare-up) pada waktu tertentu. 

Hingga saat ini, belum ada terapi yang benar-benar menghilangkan psoriasis secara permanen. Namun, itu bukan berarti tidak bisa membaik.

Banyak penderita bisa mencapai kondisi remisi, yaitu fase di mana gejala hampir tidak terlihat atau bahkan hilang untuk sementara waktu. 

Dengan pengobatan yang tepat, kulit bisa tampak normal dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Perawatan Autoimun Psoriasis di Rumah

Unsplash/Bermix Studio

Perawatan autoimun psoriasis di rumah berfokus pada menjaga kelembapan kulit, mengurangi peradangan, serta mencegah kekambuhan. Meskipun psoriasis tidak bisa sembuh total, perawatan mandiri yang tepat bisa membantu meredakan gejala secara signifikan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Rutin Menggunakan Pelembap

Kulit penderita psoriasis cenderung sangat kering, jadi pelembap adalah hal wajib. Pilih pelembap yang tebal (ointment atau cream) dan bebas pewangi agar tidak memicu iritasi. Gunakan setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap agar hasilnya lebih maksimal.

2. Mandi dengan Cara yang Tepat

Hindari mandi air panas terlalu lama karena bisa membuat kulit semakin kering. Gunakan air hangat dan sabun yang lembut (non-irritating). Bisa juga menambahkan bahan seperti oatmeal atau garam mandi untuk membantu menenangkan kulit.

3. Jangan Menggaruk Kulit

Rasa gatal memang sering muncul, tapi menggaruk bisa memperparah luka dan memicu bercak baru. Jika terasa sangat gatal, coba kompres dingin atau gunakan krim anti-gatal sesuai anjuran dokter.

4. Paparan Sinar Matahari Secukupnya

Sinar matahari pagi (UV alami) dalam durasi singkat bisa membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit. Namun, jangan berlebihan karena bisa menyebabkan iritasi atau sunburn. Sekitar 10–15 menit sudah cukup.

5. Kelola Stres dengan Baik

Stres adalah salah satu pemicu utama psoriasis kambuh. Coba lakukan aktivitas yang menenangkan seperti olahraga ringan, meditasi, atau hobi yang disukai.

6. Jaga Pola Makan Sehat

Meskipun tidak ada diet khusus psoriasis, pola makan sehat bisa membantu mengurangi peradangan. Cobalah perbanyak:

  • Sayur dan buah

  • Ikan berlemak (omega-3)

  • Air putih yang cukup

Kurangi makanan olahan, tinggi gula, dan alkohol.

7. Hindari Pemicu Kambuh

Setiap orang bisa punya pemicu berbeda, tetapi yang umum meliputi:

  • Cuaca dingin dan kering

  • Luka atau gesekan pada kulit

  • Stres berlebihan

  • Infeksi

  • Rokok dan alkohol

Mengenali pemicu pribadi sangat membantu dalam mencegah flare-up.

Demikian informasi mengenai autoimun psoriasis yang diidap Rey Mbayang. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika gejala memburuk atau tidak kunjung membaik. 

Editorial Team