Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Pernah Diperebutkan Dunia, Ini Asal Usul Pulau Banda Neira dan Sejarahnya

Pernah Diperebutkan Dunia, Ini Asal Usul Pulau Banda Neira dan Sejarahnya
Instagram.com/nailaagstnnn
Intinya Sih
  • Banda Neira dulu jadi satu-satunya penghasil pala di dunia, membuatnya jadi rebutan bangsa Eropa karena nilai rempah yang sangat tinggi dan perannya dalam perdagangan internasional.
  • Tahun 1621, VOC menyerang Banda setelah warga menolak monopoli dagang. Ribuan penduduk tewas atau diperbudak, menjadikannya salah satu tragedi kelam masa kolonial.
  • Pulau Run pernah ditukar Inggris dengan New Amsterdam (kini New York) lewat Perjanjian Breda 1667, sementara Banda kemudian jadi tempat pengasingan tokoh kemerdekaan seperti Hatta dan Sjahrir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Suasana tenang, dikelilingi laut yang indah, dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Kalau melihat Banda Neira sekarang, mungkin sulit membayangkan bahwa pulau kecil di Maluku ini pernah menjadi salah satu tempat paling berharga di dunia. 

Ratusan tahun lalu, Banda Neira pernah menjadi rebutan banyak negara Eropa. Semua itu berawal dari satu komoditas, yaitu pala. Rempah ini pernah bernilai sangat mahal hingga memicu persaingan dagang, peperangan, bahkan tragedi kemanusiaan.

Dari pada penasaran, langsung saja ikuti asal usul dan sejarah pulau Banda Neira yang telah Popmama.com rangkum berikut ini. 

Table of Content

Banda Neira Pernah Menjadi Satu-satunya Penghasil Pala di Dunia

Banda Neira Pernah Menjadi Satu-satunya Penghasil Pala di Dunia

Asal Usul dan Sejarah Pulau Banda Neira 2.jpg
Instagram.com/the_wall_of_anarchy

Alasan utama Banda Neira begitu penting di masa lalu sebenarnya berawal dari satu hal, pala.

Mengutip dokumentasi sejarah dari Google Arts & Culture, hingga pertengahan abad ke-17, Kepulauan Banda yang mencakup Banda Neira, Pulau Run, Pulau Ai, dan beberapa pulau kecil lainnya merupakan satu-satunya tempat di dunia tempat pohon pala (Myristica fragrans) tumbuh secara alami.

Kepulauan Banda menjadi tempat yang ideal bagi tanaman pala tumbuh karena struktur tanah vulkanis yang subur dari Gunung Api Banda serta iklim tropis yang stabil. Pada masa itu, pala bukan sekadar bumbu dapur. 

Facts and Details mengungkapkan bahwa rempah ini termasuk barang mewah di Eropa karena digunakan sebagai pengawet makanan dan dipercaya dapat membantu mengobati berbagai penyakit, termasuk wabah pes (Black Death).

Karena jumlahnya sangat terbatas sementara permintaannya tinggi, Banda Neira pun menjadi incaran banyak bangsa dari berbagai belahan dunia.

Sebelum Bangsa Eropa Datang, Banda Sudah Menjadi Pusat Perdagangan Internasional

Asal Usul dan Sejarah Pulau Banda Neira 3.jpg
Instagram.com/nailaagstnnn

Jauh sebelum Portugis, Inggris, atau Belanda datang ke Maluku, Banda Neira sudah ramai didatangi para pedagang dari berbagai wilayah.

Melansir dari Ocean Earth Travels, para saudagar dari Arab, Tiongkok, India, Jawa, hingga Bugis rutin singgah ke Banda untuk membeli pala dan fuli. Sebagai gantinya, mereka membawa berbagai barang dagangan seperti kain, keramik, beras, dan logam mulia.

Yang menarik, masyarakat Banda saat itu tidak dipimpin oleh seorang raja. Penelitian Badan Riset & Inovasi Nasional menjelaskan bahwa wilayah ini dipimpin oleh para tetua adat yang dikenal dengan sebutan Orang Kaya. 

Mereka berperan mengatur perdagangan dan hubungan dengan pedagang asing. Sistem ini yang akhirnya membuat aktivitas dagang berjalan lebih terbuka tanpa monopoli dari satu pihak tertentu.

Ambisi VOC Berujung pada Tragedi Besar Tahun 1621

Asal Usul dan Sejarah Pulau Banda Neira 4.jpg
Instagram.com/nailaagstnnn

Situasi mulai berubah ketika bangsa-bangsa Eropa menemukan jalur laut menuju pusat rempah-rempah di Nusantara. VOC datang ke Banda dengan tujuan yang jelas, yaitu menguasai seluruh perdagangan pala.

Namun keinginan itu mendapat penolakan dari masyarakat Banda yang tetap memilih menjual hasil panennya kepada pedagang lain, termasuk Inggris, karena menawarkan harga yang lebih baik.

Konflik tersebut akhirnya memuncak pada tahun 1621. Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen, memimpin ekspedisi militer besar-besaran ke Kepulauan Banda. Dalam operasi itu, VOC membawa ribuan tentara bayaran, termasuk samurai dari Jepang.

Peristiwa tersebut berakhir menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah kolonial di Nusantara. Puluhan Orang Kaya dieksekusi, sementara ribuan penduduk Banda tewas, diperbudak, atau melarikan diri dari kampung halamannya.

Sejak saat itu, kehidupan masyarakat Banda berubah secara drastis.

Banda Pernah Ditukar dengan New Amsterdam yang Kini Menjadi New York

Asal Usul dan Sejarah Pulau Banda Neira 5.jpg
Instagram.com/the_wall_of_anarchy

Ini mungkin menjadi salah satu kisah paling unik dalam sejarah dunia.

Meski Belanda menguasai sebagian besar Kepulauan Banda, Inggris masih mempertahankan Pulau Run yang berada tidak jauh dari Banda Neira. Keberadaan Inggris di pulau kecil itu membuat Belanda belum bisa menguasai perdagangan pala sepenuhnya.

Persaingan tersebut akhirnya diselesaikan melalui Perjanjian Breda pada tahun 1667.

Dalam perjanjian itu, Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda. Sebagai gantinya, Belanda menyerahkan wilayah koloninya di Amerika Utara yang saat itu bernama New Amsterdam.

Wilayah New Amsterdam itulah yang kemudian diubah namanya oleh Inggris menjadi New York. Dengan kata lain, pulau penghasil pala di Maluku ini pernah menjadi bagian dari pertukaran wilayah yang ikut membentuk salah satu kota paling terkenal di dunia.

Dari Pulau Rempah Menjadi Tempat Pengasingan Tokoh Kemerdekaan

Asal Usul dan Sejarah Pulau Banda Neira 6.jpg
Instagram.com/nailaagstnnn

Memasuki abad ke-19, kejayaan pala mulai mengalami penurunan. Bibit pohon pala berhasil dibawa keluar dari Banda dan ditanam di berbagai wilayah lain seperti Grenada dan Malaysia. Akibatnya, monopoli yang selama ini dimiliki Banda perlahan menghilang.

Pada masa kolonial berikutnya, Belanda justru menjadikan Banda Neira sebagai tempat pengasingan tahanan politik. Salah satu tokoh yang pernah diasingkan ke sana adalah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pada dekade 1930-an.

Keduanya tidak hanya menjalani masa pengasingan, tetapi juga aktif mengajar anak-anak setempat, menulis berbagai pemikiran politik, serta merumuskan gagasan tentang Indonesia yang merdeka.

Karena itulah, Banda Neira bukan hanya dikenal sebagai pulau rempah. Tempat ini juga menjadi saksi lahirnya pemikiran-pemikiran penting yang ikut membentuk perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Itulah asal usul dan sejarah pulau Banda Neira. Mengenal sejarah seperti ini dapat membantu kita melihat bahwa kekayaan Nusantara bukan hanya soal sumber daya alam, tetapi juga warisan budaya dan sejarah yang sangat berharga.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More