Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apa itu Diabetes Melitus? Tanda Bahaya Tubuh yang Bisa Mengubah Hidup

Apa itu Diabetes Melitus? Tanda Bahaya Tubuh yang Bisa Mengubah Hidup
istockphoto/MARIA GARCIA
Intinya sih...
  • Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah secara terus-menerus.
  • Penyebab diabetes melitus antara lain resistensi insulin, produksi insulin yang menurun, pola makan tidak sehat, kelebihan berat badan, dan faktor genetik.
  • Cara mencegah diabetes melitus termasuk atur pola makan, jaga berat badan ideal, aktif bergerak setiap hari, batasi minuman manis dan kemasan, serta rutin cek gula darah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk Mama yang merasa sehat-sehat saja.

Sayangnya, diabetes sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang langsung terasa jelas. Banyak orang baru menyadari saat kondisi tubuh mulai terganggu.

Padahal, memahami apa itu diabetes melitus sejak awal dapat membantu Mama melakukan pencegahan dan pengelolaan yang lebih baik. Dengan pengetahuan yang tepat, resiko komplikasi serius pun bisa ditekan.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali pengertian, penyebab, dan jenis diabetes melitus secara menyeluruh. Berikut Popmama.com telah merangkum apa itu diabetes melitus. Yuk simak selengkapnya dibawah ini.

Table of Content

Apa itu Diabetes Melitus?

Apa itu Diabetes Melitus?

Apa itu Diabetes Melitus? Tanda Bahaya Tubuh yang Bisa Mengubah Hidup
istockphoto/Phynart Studio

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah secara terus-menerus. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan pankreas untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh sebagai sumber energi. Ketika fungsi insulin terganggu, glukosa menumpuk di dalam darah dan memicu berbagai masalah kesehatan.

Dalam kondisi normal, glukosa dari makanan akan diolah menjadi energi untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Namun pada diabetes melitus, proses ini tidak berjalan dengan baik. Tubuh justru kekurangan energi meski kadar gula darah tinggi.

Menurut World Health Organization (WHO), diabetes melitus termasuk penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global. Penyakit ini bersifat jangka panjang dan memerlukan pengelolaan seumur hidup.

Bagaimana Diabetes Melitus Bisa Terjadi?

Apa itu Diabetes Melitus? Tanda Bahaya Tubuh yang Bisa Mengubah Hidup
istockphoto/travellinglight

Pernah terbayang nggak sih, Ma, bagaimana diabetes melitus bisa terjadi? Diabetes melitus terjadi akibat ketidakseimbangan antara produksi insulin dan kebutuhan tubuh. Pada sebagian orang, pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup.

Sementara pada kondisi lain, tubuh masih memproduksi insulin tetapi sel-sel tubuh tidak meresponnya dengan optimal. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin. Ketika resistensi insulin terjadi, glukosa sulit masuk ke dalam sel dan tetap berada di dalam darah.

Pankreas kemudian bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin tambahan. Jika kondisi ini berlangsung lama, fungsi pankreas dapat menurun. Akibatnya, kadar gula darah semakin sulit dikendalikan dan diabetes melitus pun berkembang.

Jenis-Jenis Diabetes Melitus

Apa itu Diabetes Melitus? Tanda Bahaya Tubuh yang Bisa Mengubah Hidup
istockphoto/Fauzi Muda

Secara medis, diabetes melitus terbagi menjadi beberapa jenis utama dengan penyebab yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenis diabetes melitus:

  1. Diabetes melitus tipe 1

Terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh hampir tidak memiliki insulin sama sekali. Jenis ini umumnya muncul sejak usia anak-anak atau remaja dan memerlukan terapi insulin seumur hidup.

  1. Diabetes melitus tipe 2

Merupakan jenis yang paling umum dan banyak dialami orang dewasa. Kondisi ini berkaitan erat dengan gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan berat badan berlebih. Diabetes tipe 2 berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari di tahap awal.

  1. Diabetes gestasional

Terjadi selama kehamilan akibat perubahan hormon. Meski biasanya membaik setelah melahirkan, kondisi ini meningkatkan resiko ibu mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari. Oleh karena itu, pemantauan gula darah selama kehamilan sangat penting.

Penyebab Diabetes Melitus

Apa itu Diabetes Melitus? Tanda Bahaya Tubuh yang Bisa Mengubah Hidup
istockphoto/peakSTOCK

Dalam kegiatan sehari-hari, Mama tidak menyadari tanda-tanda mengenai diabetes melitus. Tapi, ternyata, ada loh kebiasan-kebiasan buruk yang dapat menyebabkan munculnya penyebab diabetes melitus.

Berikut penyebab diabetes melitus:

  1. Resistensi insulin

Sel tubuh tidak merespon insulin dengan baik, sehingga gula darah sulit masuk ke sel dan akhirnya menumpuk di dalam darah.

  1. Produksi insulin yang menurun

Pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup, kondisi yang umum terjadi pada diabetes melitus tipe 1 dan tipe lanjut.

  1. Pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan

Konsumsi berlebihan makanan manis, minuman manis,, dan karbo sederhana membuat kadar gula darah sering melonjak.

  1. Kelebihan berat badan atau obesitas

Lemak berlebih, terutama di area perut, mengganggu kerja insulin dan meningkatkan resiko diabetes.

  1. Kurang aktivitas fisik

Jarang bergerak membuat tubuh lebih sulit menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga gula darah mudah naik.

  1. Faktor genetik atau keturunan

Riwayat diabetes dalam keluarga meningkatkan resiko seseorang mengalami diabetes melitus.

  1. Usia yang bertambah

Seiring bertambahnya usia, sensitivitas insulin cenderung menurun, terutama jika disertai gaya hidup tidak sehat.

  1. Gangguan hormonal

Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau gangguan tiroid dapat memengaruhi metabolisme gula darah.

  1. Stres kronis

Hormon stres seperti kortisol dapat meningkatkan kadar gula darah jika berlangsung terus-menerus.

  1. Efek samping obat tertentu

Penggunaan jangka panjang kortikosteroid atau obat tertentu bisa mengganggu regulasi gula darah.

Cara Mencegah Diabetes Melitus

Apa itu Diabetes Melitus? Tanda Bahaya Tubuh yang Bisa Mengubah Hidup
istockphoto/fcafotodigital

Supaya Mama dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, berikut cara mencegah diabetes melitus:

  1. Atur pola makan, bukan sekadar “kurangi gula”

Fokus pada makanan utuh seperti sayur, protein, dan karbohidrat kompleks agar gula darah lebih stabil dan tidak mudah melonjak.

  1. Jaga berat badan ideal sejak dini

Penurunan berat badan 5–10% saja sudah terbukti menurunkan resiko diabetes secara signifikan.

  1. Aktif bergerak setiap hari

Tidak harus olahraga berat. Jalan cepat 30 menit, naik tangga, atau aktivitas rumah tangga sudah membantu tubuh menggunakan glukosa lebih efektif.

  1. Batasi minuman manis dan kemasan

Gula cair lebih cepat menaikkan gula darah dibanding makanan padat, sehingga resikonya sering tidak disadari.

  1. Tidur cukup dan berkualitas

Kurang tidur mengganggu hormon insulin dan meningkatkan keinginan konsumsi makanan manis.

  1. Kelola stres dengan cara yang sehat

Stres berkepanjangan memicu hormon kortisol yang bisa menaikkan gula darah secara perlahan.

  1. Rutin cek gula darah, terutama yang beresiko

Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi prediabetes sebelum berkembang menjadi diabetes melitus.

  1. Hindari merokok dan batasi alkohol

Kebiasaan ini memperburuk resistensi insulin dan meningkatkan komplikasi diabetes.

  1. Perhatikan asupan lemak

Kurangi lemak jenuh dan trans karena dapat memperparah resistensi insulin.

  1. Edukasi diri dan keluarga

Semakin paham tanda awal diabetes, semakin cepat pencegahan bisa dilakukan.

Diabetes melitus bukan hanya soal gula darah tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan organ vital.

Resiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan saraf, hingga gangguan penglihatan pun meningkat. Selain itu, diabetes juga berdampak pada kualitas hidup. Luka menjadi lebih sulit sembuh, daya tahan tubuh menurun, dan resiko infeksi meningkat.

Karena itulah, deteksi dini dan pengelolaan yang tepat sangat penting. Dengan perubahan gaya hidup dan pemeriksaan rutin, diabetes melitus dapat dikendalikan. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari sejak awal.

Memahami pengertian, proses terjadinya, serta jenis-jenis diabetes melitus menjadi langkah awal yang penting bagi Mama. Dengan pengetahuan yang tepat, Mama bisa lebih waspada terhadap perubahan pada tubuh.

Deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup tetap optimal. Yuk, Ma, mulai menjaga kadar gula darah dan menghindari hal-hal yang dapat memicu diabetes melitus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Penyakit Stroke Kuping: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Faktornya

01 Feb 2026, 13:33 WIBLife