- Ciuman dengan seseorang yang sedang mengalami cold sore
- Berbagi gelas, alat makan, lip balm, atau handuk
- Menyentuh area bibir yang terinfeksi lalu menyentuh bagian tubuh lainnya
Apa Itu Herpes Labialis? Infeksi Bibir yang Sering Dianggap Sariawan

- Herpes labialis adalah infeksi kulit yang sering muncul sebagai lepuhan kecil di area bibir
- Penyebabnya adalah virus Herpes Simplex Virus tipe 1 (HSV-1) yang menyebar melalui kontak dekat seperti ciuman atau berbagi alat makan
- Gejala herpes labialis meliputi kesemutan, gatal, rasa panas di area bibir, lepuhan kecil berisi cairan, bibir terasa perih dan sensitif
Mama mungkin pernah melihat lepuhan kecil di bibir yang terasa perih, gatal, atau seperti terbakar. Banyak yang mengira ini hanyalah sariawan, padahal kondisi ini bisa jadi herpes labialis, bentuk infeksi kulit yang umum dan disebabkan oleh virus.
Herpes labialis merupakan infeksi yang sangat sering terjadi dan dapat kambuh sewaktu-waktu, terutama saat daya tahan tubuh menurun.
Berikut Popmama.com rangkum penjelasan lengkapnya agar Mama bisa lebih waspada.
Apa Itu Herpes Labialis?

Herpes labialis atau oral herpes adalah kondisi yang sering muncul sebagai lepuhan kecil di area bibir. Meskipun terlihat ringan, kondisi ini bisa terasa perih, mengganggu aktivitas, dan mudah kambuh.
Melansir Cleveland Clinic, herpes labialis disebabkan oleh infeksi Herpes Simplex Virus tipe 1 (HSV-1), yang menyebar melalui kontak dekat seperti ciuman atau berbagi alat makan. Virus ini sangat umum, bahkan banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah membawanya sejak kecil.
Setelah seseorang terinfeksi, virus HSV-1 tidak benar-benar hilang. Virus ini akan “bersembunyi” di sel saraf dan bisa aktif kembali kapan saja ketika daya tahan tubuh menurun.
Itu sebabnya herpes labialis dapat muncul berulang, terutama saat Mama sedang stres, kurang tidur, sakit, atau terlalu lama terpapar sinar matahari.
Bagaimana Herpes Labialis Bisa Menular?

Herpes labialis menyebar sangat mudah, terutama melalui kontak langsung. Dilansir Cleveland Clinic, penularan terjadi saat Mama bersentuhan dengan cairan dari lepuhan atau kulit yang terinfeksi, meskipun lepuhannya belum terlihat.
Beberapa cara penularan yang paling umum antara lain:
Yang perlu diperhatikan, HSV-1 bisa menular meski tidak ada gejala, karena virus tetap aktif di kulit. Inilah yang membuat banyak orang tidak sadar pernah tertular sejak kecil.
Gejala Herpes Labialis yang Perlu Mama Kenali

Herpes labialis biasanya muncul secara bertahap. Mama dapat merasakan beberapa tanda awal sebelum lepuhan terlihat. Biasanya gejalanya meliputi:
- Kesemutan, gatal, atau rasa panas di area bibir
- Muncul lepuhan kecil berisi cairan
- Bibir terasa perih dan sensitif
- Lepuhan pecah lalu membentuk kerak
- Pembengkakan ringan di area sekitar bibir
Fase ini biasanya berlangsung 7-10 hari hingga kulit kembali pulih. Meski bukan kondisi yang berbahaya, gejalanya bisa membuat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas makan atau berbicara.
Apa yang Memicu Kekambuhan Herpes Labialis?

Salah satu ciri khas herpes labialis adalah mudah kambuh. Setelah pertama kali tertular, HSV-1 akan berdiam di saraf dan dapat aktif kembali ketika kondisi tubuh melemah.
Masih melansir Cleveland Clinic, beberapa pemicu kekambuhan yang umum terjadi meliputi:
- Stres atau kelelahan
- Kurang tidur
- Sistem imun menurun, misalnya saat sakit flu
- Paparan sinar matahari berlebih
- Perubahan hormon
- Luka atau iritasi di area bibir
Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai herpes labialis yang penting untuk Mama ketahui.


-meTlTPzVVG9xLSxmw7b64R2Y9YdDnnIU.jpg)















