- Ciri-ciri yang akan muncul:
5 Jenis Infeksi Jamur di Kulit dan Cara Mengatasinya

Kurap (Ringworm/Tinea): Bercak merah melingkar, gatal, disebabkan oleh jamur dermatofita. Penularan lewat kontak kulit, barang bersama, atau hewan peliharaan. Oleskan salep antijamur 2 kali sehari setelah mandi.
Panu (Pityriasis Versicolor): Bercak halus berwarna kontras di kulit sawo matang, disebabkan oleh jamur Malassezia. Gunakan sampo antijamur sebagai sabun mandi dan pakaian yang mudah menyerap keringat.
Kandidiasis: Ruam merah basah di lipatan tubuh, disebabkan oleh jamur ragi Candida. Jaga sirkulasi udara di area lipatan, gunakan salep antijamur ses
Siapa sih yang nggak gemas melihat si Kecil terus-menerus menggaruk kulitnya sampai merah, atau melihat Papa yang tampak nggak nyaman karena gatal di area kaki?
Masalah jamur kulit memang sering dianggap "penyakit langganan" di Indonesia. Maklum saja, Ma, udara tropis yang lembap ditambah keringat berlebih adalah playground favorit bagi jamur untuk berkembang biak dengan cepat.
Kalau salah penanganan atau berhenti diobati sebelum tuntas, gatalnya bisa balik lagi dan justru makin meluas.
Nah, supaya Mama nggak salah lagi, Popmama.com akan membahas 5 jenis infeksi jamur kulit dan cara mengatasinya yang paling ampuh! Simak yuk di bawah ini.
Table of Content
1. Kurap (Ringworm/Tinea)

Jangan terkecoh dengan namanya ya, Ma. Kurap sama sekali tidak disebabkan oleh cacing, melainkan jamur. Namun, bentuknya yang melingkar memang seringkali terlihat seperti ada "sesuatu" di bawah kulit.
Kurap biasanya muncul sebagai bercak merah yang sangat gatal. Yang unik, bercak ini membentuk lingkaran sempurna seperti cincin.
Bagian pinggirnya terlihat lebih merah, bersisik, dan sedikit menonjol, sementara bagian tengahnya justru tampak lebih bersih atau halus.
- Apa penyebabnya?
Penyebabnya adalah jamur kelompok dermatofita. Jamur ini sangat menular, Ma! Bisa berpindah lewat kontak kulit ke kulit, atau melalui perantara barang yang dipakai bersama seperti handuk, sprei, bahkan sisir.
Si Kecil juga bisa tertular dari hewan peliharaan (kucing atau anjing) yang sedang berjamur.
- Cara mengatasinya:
Segera oleskan salep antijamur yang mengandung clotrimazole atau terbinafine sebanyak 2 kali sehari setelah mandi. Ingat, area tersebut harus dalam keadaan kering sebelum dioleskan salep.
Pastikan juga semua pakaian dan handuk penderita dicuci dengan air panas untuk memutus rantai penularan di rumah.
2. Panu (Pityriasis Versicolor)

Panu seringkali menjadi penyebab anak-anak atau bahkan kita sendiri merasa kurang percaya diri karena bercaknya yang terlihat sangat kontras di kulit yang sawo matang.
- Ciri-cirinya:
Munculnya bercak-bercak halus yang warnanya berbeda dari kulit asli—bisa lebih terang (putih), lebih gelap, atau bahkan kemerahan.
Berbeda dengan kurap, panu biasanya tidak terlalu menonjol tapi permukaannya kering dan bersisik halus. Gatalnya biasanya muncul hanya saat penderita merasa gerah atau berkeringat.
- Apa penyebabnya?
Disebabkan oleh jamur Malassezia yang tumbuh subur secara tidak terkendali.
Jamur ini sebenarnya ada di kulit setiap orang, tapi kalau kulit Mama atau si Kecil sangat berminyak, sering berkeringat, atau sistem imun sedang drop, jamur ini akan berubah jadi infeksi.
- Cara mengatasinya:
Mama bisa menggunakan sampo antijamur yang mengandung ketoconazole atau selenium sulfide sebagai sabun mandi. Oleskan di area panu, diamkan sekitar 10 menit, lalu bilas.
Gunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat seperti katun agar jamur tidak semakin betah.
3. Kandidiasis

Jamur kandidiasis kulit seringkali membuat penderitanya merasa perih dan serba salah karena lokasinya yang berada di lipatan-lipatan tubuh yang sensitif.
- Ciri-ciri yang akan dirasakan:
Ruamnya berwarna merah terang dan biasanya terlihat "basah" atau mengkilap. Di sekeliling ruam utama, sering muncul bintik-bintik merah kecil (yang disebut lesi satelit).
Selain gatal, kandidiasis seringkali menimbulkan sensasi perih seperti terbakar, terutama di area ketiak, sela jari, bawah payudara, atau area popok pada bayi.
- Apa penyebabnya?
Infeksi ini disebabkan oleh jamur ragi bernama Candida. Jamur ini sangat menyukai kelembapan yang ekstrem.
Pakaian yang terlalu ketat, jarang mengganti pembalut atau popok, serta kondisi tubuh yang terlalu lembap menjadi faktor risiko utamanya.
- Cara mengatasinya:
Kunci utamanya adalah menjaga sirkulasi udara di area lipatan tersebut. Setelah mandi, pastikan area lipatan dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk lembut (jangan digosok).
Gunakan salep antijamur sesuai resep atau rekomendasi apoteker. Hindari penggunaan bedak tabur di area yang sedang merah dan basah karena bisa memperparah iritasi.
4. Kutu Air (Athlete’s Foot)

Kutu air bukan cuma menyerang atlet, Ma. Papa yang seharian pakai sepatu kantoran atau si Kecil yang hobi main air juga berisiko tinggi.
- Ciri-ciri yang jelas:
Biasanya bermula di sela-sela jari kaki. Kulit akan terlihat memutih, lembap, pecah-pecah, dan terasa sangat gatal.
Jika infeksinya meluas ke telapak kaki, kulit bisa menjadi sangat kering dan mengelupas (bersisik tebal), bahkan muncul lepuhan kecil yang perih.
- Apa penyebabnya?
Masih disebabkan oleh jamur dermatofita yang senang tinggal di tempat yang hangat dan basah, seperti bagian dalam sepatu yang berkeringat.
- Cara mengatasinya:
Cuci kaki setiap kali pulang beraktivitas dengan sabun antiseptik. Keringkan sampai ke sela-sela jari sebelum memakai kaus kaki. Oleskan krim antijamur secara teratur.
Pastikan Papa dan si Kecil rutin mengganti kaus kaki setiap hari dan jangan memakai sepatu yang masih basah atau lembap ya.
5. Jamur Kuku (Onychomycosis)

Banyak orang tidak sadar terkena jamur kuku sampai akhirnya kuku mereka terlihat rusak. Ini adalah jenis infeksi jamur yang paling sulit disembuhkan jika sudah parah.
- Ciri-cirinya:
Kuku berubah warna menjadi kuning, putih kusam, atau kecokelatan. Tekstur kuku perlahan menebal, bentuknya jadi tidak beraturan, dan bagian pinggirnya menjadi sangat rapuh atau mudah hancur. Dalam beberapa kasus, kuku bisa sedikit terangkat dari bantalannya.
- Apa penyebabnya?
Terjadi ketika jamur masuk melalui luka kecil di sekitar kuku atau celah antara kuku dan daging. Biasanya berawal dari kutu air di kaki yang tidak diobati dengan benar, sehingga jamur "merayap" masuk ke area kuku.
- Cara mengatasinya:
Karena jamur kuku berada di bawah lapisan kuku yang keras, salep biasa seringkali tidak mempan.
Mama disarankan membawa anggota keluarga yang terkena jamur kuku ke dokter untuk mendapatkan cat kuku antijamur khusus atau obat minum yang harus dikonsumsi selama beberapa bulan.
Menghadapi jamur kulit memang butuh kesabaran ekstra, Ma. Jangan berhenti mengobati hanya karena rasa gatalnya sudah hilang.
Spora jamur seringkali masih "bersembunyi" di lapisan kulit terdalam dan siap muncul lagi kalau pengobatan dihentikan terlalu dini.
Itulah pembahasan tentang 5 jenis infeksi jamur di kulit dan cara mengatasinya. Biasakan seluruh anggota keluarga untuk menjaga kebersihan diri, selalu ganti baju setelah berkeringat, dan pastikan setiap orang punya handuk masing-masing.


















