Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa itu Hipertensi Esensial? Pengertian, Gejala, dan Penyebabnya
Pexels/Marta Branco
  • Hipertensi esensial adalah tekanan darah tinggi tanpa penyebab tunggal yang jelas, dipengaruhi faktor genetik, usia, gaya hidup, dan stres berkepanjangan.
  • Kondisi ini sering disebut 'silent killer' karena awalnya tanpa gejala, namun bisa menimbulkan sakit kepala, pusing, nyeri dada, hingga gangguan konsentrasi.
  • Pencegahan dan pengobatan dilakukan lewat perubahan gaya hidup sehat serta terapi obat sesuai anjuran dokter untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hipertensi esensial adalah kondisi tekanan darah tinggi yang tidak memiliki penyebab tunggal dan terjadi akibat kombinasi berbagai faktor, seperti genetik, gaya hidup, dan usia.
  • Who?
    Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, terutama orang berusia di atas 65 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi.
  • Where?
    Kasus hipertensi esensial ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan RI dan lembaga medis internasional.
  • When?
    Kondisi ini dapat berkembang secara bertahap seiring waktu; hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan kronis paling umum di masyarakat.
  • Why?
    Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Faktor risiko meliputi keturunan, stres berkepanjangan, konsumsi garam berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok atau minum alkohol.
  • How?
    Pencegahan dilakukan melalui pola hidup sehat seperti olahraga rutin dan diet seimbang. Pengobatan mencakup perubahan gaya hidup serta penggunaan obat antihipertensi sesuai anjuran dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada orang yang punya darah tinggi tapi tidak tahu kenapa bisa begitu. Itu namanya hipertensi esensial. Orangnya bisa pusing, sakit kepala, lelah, atau jantungnya berdebar. Katanya ini bisa karena umur, makan garam banyak, stres, kurang gerak, atau kebiasaan buruk lain. Sekarang dokter bisa bantu dengan obat dan hidup sehat supaya lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah tidak kamu dengar orang tiba-tiba divonis darah tinggi padahal tidak punya riwayat penyakit ginjal, jantung, atau gangguan hormon apa pun? 

Nah, kondisi seperti ini punya nama khusus dalam dunia medis, yaitu hipertensi esensial. Istilah ini sering bikin bingung karena kedengarannya rumit, padahal sebenarnya cukup umum terjadi.

Supaya kamu makin tahu dan bisa lebih waspada, berikut Popmama.com merangkum apa itu hipertensi esensial? Yuk, simak sampai habis!

Pengertian Hipertensi Esensial

Pexels/Marta Branco

Mengutip Cleveland Clinic, hipertensi esensial atau yang juga disebut hipertensi primer adalah kondisi tekanan darah tinggi yang bersifat multifaktorial alias dipicu banyak hal sekaligus, bukan cuma satu penyebab tunggal. Istilah lainnya adalah hipertensi idiopatik. Tekanan darah dianggap di atas normal kalau angkanya sudah melebihi 120/80 mmHg.

Sementara itu, menurut laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, hipertensi esensial merujuk pada kondisi ketika tekanan darah meningkat secara drastis dan tidak diketahui penyebab utamanya. Ini berbeda dengan hipertensi sekunder yang punya sebab jelas, seperti gangguan ginjal atau kelenjar endokrin.

Dikutip dari jurnal Circulation, hipertensi esensial ini bukan kasus yang jarang terjadi. Justru, sebagian besar kasus tekanan darah tinggi di dunia termasuk dalam kategori ini, dan kondisinya tetap menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling bisa dikendalikan lewat perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat.

Gejala Hipertensi Esensial yang Perlu Diwaspadai

Pexels/Picas Joe

Sayangnya, hipertensi esensial dikenal sebagai "silent killer" karena pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Baru setelah pembuluh darah mulai rusak, tanda-tandanya perlahan muncul. Melansir Cleveland Clinic, berikut gejala yang bisa dirasakan:

  • Sakit kepala berat, terutama di bagian belakang kepala pada pagi hari

  • Pusing dan rasa melayang

  • Pandangan kabur

  • Nyeri dada dan sesak napas

  • Jantung berdebar (palpitasi)

  • Leher terasa kaku

  • Mudah lelah

  • Mimisan

  • Ada darah dalam urine

  • Kabut pikiran atau sulit berkonsentrasi

Kalau kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala di atas, apalagi disertai riwayat tekanan darah tinggi, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk memastikan kondisinya.

Penyebab Hipertensi Esensial

Pexels/Kampus Production

Uniknya, hipertensi esensial memang tidak memiliki satu penyebab spesifik. Kondisi ini muncul karena kombinasi banyak faktor yang saling memengaruhi. Mengutip Cleveland Clinic, beberapa hal yang bisa memicu munculnya hipertensi esensial adalah:

  • Faktor keturunan atau riwayat keluarga dengan hipertensi

  • Usia yang semakin bertambah, terutama di atas 65 tahun

  • Konsumsi garam atau penyedap rasa secara berlebihan

  • Obesitas atau kelebihan berat badan

  • Gaya hidup tidak sehat, seperti kurang bergerak

  • Stres yang berkepanjangan

  • Kebiasaan minum alkohol

  • Kebiasaan merokok

  • Gangguan tidur, seperti insomnia

  • Konsumsi kafein secara berlebihan

Dikutip dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, masalah stres psikis juga menjadi penyebab dari penyakit ini, ketika seseorang merasa tidak mampu menghadapi tekanan hidup, tubuh akan merespons dengan menaikkan tekanan darah. Kalau stres ini berlangsung terus-menerus, lama-lama bisa jadi pemicu hipertensi esensial.

Bedanya Hipertensi Esensial dengan Jenis Hipertensi Lain

Pexels/Marta Branco

Melansir Cleveland Clinic, berikut ciri-ciri yang membedakan keduanya:

  • Hipertensi esensial biasanya berkaitan dengan kenaikan berat badan, gaya hidup, dan riwayat keluarga, sementara hipertensi sekunder punya penyebab medis yang jelas.

  • Hipertensi sekunder sering muncul akibat gangguan ginjal, kelenjar adrenal, sleep apnea, gangguan tiroid, hingga efek samping obat-obatan seperti NSAID.

  • Hipertensi sekunder pada perempuan bisa dipicu oleh kondisi kehamilan, seperti preeklamsia.

  • Gejala seperti mendengkur keras, kram otot, mudah memar, atau perubahan berat badan drastis lebih mengarah ke hipertensi sekunder.

  • Keduanya bisa terjadi bersamaan, jadi kalau tekanan darah naik tiba-tiba dan drastis, dokter biasanya akan mengevaluasi ulang kemungkinan adanya penyebab sekunder.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Hipertensi Esensial

Pexels/Edward Jenner

Selain penyebab langsung, ada juga sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami hipertensi esensial. Mengutip Medical News Today, beberapa faktor risikonya meliputi:

  • Penyakit ginjal kronis

  • Diabetes

  • Riwayat keluarga dengan hipertensi

  • Kurang aktivitas fisik

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

  • Kolesterol tinggi

  • Kebiasaan merokok

  • Konsumsi alkohol berlebihan

  • Stres berkepanjangan

Selain faktor gaya hidup, faktor genetik juga memiliki peranan penting. Perubahan genetik yang diwariskan atau didapat sepanjang hidup dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi esensial.

Cara Mencegah Hipertensi Esensial

Pexels/cottonbro studio

Karena penyebabnya tidak tunggal, pencegahan hipertensi esensial pun lebih ke arah mengurangi faktor risiko yang ada. Melansir Medical News Today, beberapa langkah yang bisa kamu lakukan adalah:

  • Rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga

  • Menjaga berat badan pada rentang yang sehat

  • Mengonsumsi makanan seimbang, kaya buah dan sayur

  • Mengurangi konsumsi garam sehari-hari

  • Membatasi konsumsi kafein dan alkohol

  • Rutin memeriksakan tekanan darah, meski tidak ada gejala

  • Mengikuti anjuran dokter dan menjaga jadwal kontrol kesehatan

Meski begitu, karena hipertensi esensial tidak memiliki sebab tunggal yang bisa dihilangkan, langkah-langkah ini lebih berfungsi untuk menurunkan risiko, bukan menjamin seseorang bebas sepenuhnya dari kondisi ini.

Pengobatan dan Perawatan Hipertensi Esensial

Pexels/Anna Shvets

Kabar baiknya, hipertensi esensial adalah kondisi yang dapat dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup yang konsisten. Mengutip Cleveland Clinic, penanganannya terbagi menjadi dua jenis, yaitu nonfarmakologis dan farmakologis.

Perawatan non-farmakologis (perubahan gaya hidup):

  • Menurunkan berat badan jika berlebih

  • Menerapkan pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension)

  • Mengurangi konsumsi garam

  • Rutin berolahraga atau beraktivitas fisik

  • Mengurangi konsumsi alkohol

  • Menjaga kualitas tidur

  • Berhenti merokok

Perawatan farmakologis (obat-obatan):

  • ACE inhibitor: Untuk menurunkan produksi zat yang menaikkan tekanan darah

  • ARB (angiotensin II receptor blocker): Untuk mencegah penyempitan pembuluh darah

  • Beta blocker: Untuk memperlambat detak jantung

  • Calcium channel blocker: Untuk membantu pembuluh darah lebih rileks

  • Diuretik: Untuk membantu tubuh membuang kelebihan cairan dan natrium

  • Vasodilator: Untuk melebarkan pembuluh darah

Obat-obatan ini tentu perlu resep dan pengawasan dokter, karena dosis dan kombinasinya disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu hipertensi esensial? Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article