Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Kanker Darah? Ini Penjelasan Lengkap dan Gejalanya
Pixabay/Vector8DIY
  • Kanker darah adalah gangguan pada pembentukan sel darah di sumsum tulang. Penyakit ini terjadi akibat mutasi DNA yang menyebabkan sel darah abnormal tumbuh tidak terkendali dan mengganggu produksi sel darah sehat. Jenis utamanya meliputi leukemia, limfoma, dan myeloma.

  • Gejala kanker darah sering tidak spesifik sehingga perlu diwaspadai. Penderita dapat mengalami kelelahan berkepanjangan, sesak napas, infeksi berulang, pembengkakan kelenjar getah bening, mudah memar atau berdarah, demam, penurunan berat badan, hingga nyeri tulang. Jika gejala berlangsung selama beberapa minggu, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

  • Kanker darah memiliki peluang untuk diobati, bahkan mencapai remisi atau sembuh. Penanganannya meliputi kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, terapi target, dan transplantasi sel punca. Peluang kesembuhan dipengaruhi oleh jenis kanker, kondisi pasien, serta seberapa cepat penyakit didiagnosis dan ditangani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kanker darah adalah kondisi ketika pembentukan sel darah terganggu, menghasilkan sel abnormal yang tumbuh tidak terkendali dan menekan sel darah normal.
  • Who?
    Orang dengan kanker darah dapat mengalami leukemia, limfoma, myeloma, atau jenis lebih jarang seperti neoplasma mieloproliferatif dan sindrom mielodisplastik.
  • Where?
    Sebagian besar kanker darah bermula di sumsum tulang. Limfoma menyerang sistem limfatik dan dapat membentuk benjolan pada kelenjar getah bening.
  • When?
    Gejala perlu diperiksakan ke tenaga medis apabila berlangsung lebih dari beberapa minggu. Waktu pasti munculnya kanker darah pada setiap orang berbeda-beda.
  • Why?
    Kanker darah dimulai saat terjadi perubahan atau mutasi DNA sel darah, sehingga tubuh memproduksi sel abnormal lebih cepat dan mengurangi produksi sel darah normal.
  • How?
    Penanganan dapat mencakup kemoterapi, terapi radiasi, imunoterapi, terapi target, atau transplantasi sel punca, sesuai kondisi dan jenis kanker darah pasien.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kanker darah terjadi saat tubuh membuat sel darah yang tidak normal. Sel ini bisa mengganggu sel darah baik. Orang yang sakit bisa sangat lelah, demam, sesak, atau mudah memar. Ada obat seperti kemoterapi dan transplantasi sel punca. Banyak orang bisa sembuh atau hidup lebih lama dengan perawatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendengar kata "kanker darah" saja sudah cukup bikin banyak orang merasa waswas. Sayangnya, ketakutan itu sering muncul justru karena minimnya pemahaman soal penyakit ini, bukan karena benar-benar tahu apa yang sedang terjadi di dalam tubuh.

Padahal, semakin kamu memahami apa itu kanker darah, semakin mudah pula untuk mengenali gejalanya sejak dini dan tidak panik berlebihan saat mendengar diagnosisnya. 

Supaya kamu semakin memahami kanker darah, berikut Popmama.com mengulas apa itu kanker darah? Yuk, simak sampai habis!

Pengertian Kanker Darah

Pixabay/geralt

Sederhananya, kanker darah adalah kondisi yang memengaruhi cara tubuh memproduksi sel darah dan seberapa baik sel-sel tersebut bekerja. Mengutip Cleveland Clinic, sebagian besar kanker darah bermula dari sumsum tulang, yaitu jaringan lunak menyerupai spons yang berada di bagian tengah tulang.

Sumsum tulang inilah yang menghasilkan sel punca atau stem cell, yang nantinya berkembang menjadi tiga jenis sel darah utama: sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sel darah putih yang berperan melawan infeksi, dan trombosit yang mengontrol proses pembekuan darah. 

Nah, kanker darah muncul saat proses pembentukan sel darah ini terganggu, sehingga sel yang terbentuk justru bersifat abnormal, tumbuh tidak terkendali, lalu "mengalahkan" sel-sel darah normal di dalam tubuh.

Disebutkan pula bahwa ada tiga jenis kanker darah yang paling umum, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma. Leukemia merupakan jenis kanker darah yang paling sering ditemukan dan bermula dari sumsum tulang. 

Limfoma menyerang sistem limfatik dan biasanya membentuk benjolan di kelenjar getah bening, sementara myeloma menyerang sel plasma yang juga berasal dari sumsum tulang. Selain ketiganya, ada pula jenis yang lebih jarang seperti neoplasma mieloproliferatif (MPN) dan sindrom mielodisplastik (MDS).

Apa yang Dirasakan oleh Penderita Kanker Darah?

Pexels/www.kaboompics.com

Setelah memahami pengertiannya, mungkin kamu jadi penasaran, memangnya seperti apa sih rasanya jika seseorang mengidap kanker darah?

Menurut Cleveland Clinic, gejala yang paling umum dirasakan meliputi rasa lelah berkepanjangan, sesak napas, kelenjar getah bening yang membengkak, serta infeksi yang datang berulang kali.

Selain gejala utama tersebut, ada pula gejala lain yang bisa muncul, seperti nyeri tulang, keringat malam yang berlebihan hingga membasahi baju, pembesaran hati atau limpa, nyeri sendi, demam yang tidak kunjung reda, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta mudah memar atau berdarah. 

Melansir Leukaemia Foundation Australia, tanda mudah memar ini bisa disertai munculnya bintik merah kecil (petekie) atau ruam keunguan (purpura) di kulit yang tidak hilang meski ditekan.

Perlu diketahui, gejala-gejala ini juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang tidak berkaitan dengan kanker sama sekali. 

Jadi, memiliki satu atau dua gejala di atas bukan berarti otomatis kamu mengidap kanker darah. Namun, jika gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa minggu, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga medis untuk memastikannya.

Apakah Penderita Kanker Darah Bisa Sembuh?

Pexels/Tahir Xəlfəquliyev

Ini mungkin pertanyaan yang paling banyak dicari saat seseorang atau orang terdekatnya baru saja didiagnosis kanker darah. Kabar baiknya, jawabannya adalah bisa. Menurut Cleveland Clinic, tujuan utama pengobatan kanker darah memang untuk menyembuhkan pasien secara total, artinya kanker benar-benar hilang dan tidak kembali lagi.

Jika kesembuhan total belum bisa dicapai, ada pula kondisi yang disebut remisi, yaitu saat pengobatan berhasil menurunkan jumlah sel kanker hingga tidak lagi terdeteksi. 

Soal angka harapan hidup, disebutkan bahwa tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bervariasi tergantung pada jenis kanker darahnya, mulai dari leukemia sekitar 67 persen, limfoma Hodgkin sekitar 88,9 persen, limfoma non-Hodgkin sekitar 74,3 persen, hingga myeloma sekitar 61,1 persen.

Meski begitu, angka-angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk memprediksi harapan hidup seseorang, karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda. 

Yang jelas, berkat perkembangan pengobatan medis, semakin banyak orang yang berhasil bertahan dan hidup lebih lama setelah didiagnosis kanker darah dibandingkan dengan beberapa dekade lalu.

Penyebab Utama Kanker Darah

Pexels/Nicola Narracci

Lantas, apa sebenarnya yang memicu munculnya kanker darah? Disebutkan bahwa kanker darah dimulai ketika terjadi perubahan atau mutasi pada DNA sel darah. Padahal, DNA inilah yang seharusnya memberi "perintah" kepada sel darah kapan harus tumbuh, membelah, atau mati.

Ketika DNA memberikan instruksi yang keliru, tubuh pun mulai memproduksi sel darah abnormal yang tumbuh dan berkembang biak lebih cepat daripada seharusnya. Akibatnya, sel darah normal menjadi tersisih oleh tumpukan sel abnormal tersebut, sehingga lama-kelamaan sumsum tulang memproduksi lebih sedikit sel darah normal yang dibutuhkan tubuh.

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker darah, di antaranya usia yang makin bertambah, jenis kelamin (kanker darah disebut lebih sering ditemukan pada laki-laki), riwayat merokok atau terpapar asap rokok, paparan bahan kimia beracun seperti benzena dan formaldehida dalam jangka panjang.

Meski begitu, kanker darah pada dasarnya tidak selalu bisa dicegah, bahkan orang yang tampak sehat sekalipun tetap berisiko mengalaminya.

Bagaimana Bisa Sembuh dari Kanker Darah?

Pexels/Tima Miroshnichenko

Menurut Cleveland Clinic, ada beberapa jenis pengobatan yang umum digunakan, mulai dari kemoterapi untuk membunuh sel kanker, terapi radiasi yang merusak DNA sel abnormal agar tidak bisa memperbanyak diri, hingga imunoterapi yang bekerja dengan cara memperkuat sistem imun tubuh agar lebih mampu melawan sel kanker.

Selain itu, ada pula terapi target yang menyasar kelemahan spesifik pada sel kanker akibat mutasi genetik tertentu, serta transplantasi sel punca. Transplantasi ini terbagi menjadi dua, yaitu transplantasi autologus yang menggunakan sel punca dari tubuh pasien sendiri dan transplantasi alogenik yang menggunakan sel punca dari pendonor yang cocok.

Di luar pengobatan medis, ada juga beberapa hal yang bisa membantu penderita kanker darah merasa lebih baik selama menjalani perawatan, seperti menjaga asupan makanan bergizi seimbang, tetap aktif bergerak sesuai anjuran dokter, dan mengutamakan waktu istirahat. 

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu kanker darah? Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article