Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Refuel Anxiety? Kecemasan saat Isi Bensin yang Banyak Dialami Gen Z
Pexels/Gustavo Fring
  • Refuel anxiety adalah rasa cemas saat mengisi bensin karena takut salah atau mendapat penilaian negatif.

  • Survei menunjukkan 62 persen pengemudi Gen Z berusia 18–24 tahun mengalaminya.

  • Kecemasan dapat membuat pengemudi menunda mengisi bensin atau meminta bantuan orang lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Refuel anxiety adalah istilah nonklinis untuk rasa gugup, takut, atau cemas saat mengisi bahan bakar kendaraan di SPBU, terutama karena khawatir melakukan kesalahan dan dinilai orang lain.
  • Who?
    Pengemudi Generasi Z berusia 18–24 tahun menjadi kelompok yang banyak dilaporkan mengalami kondisi ini; survei Cazoo di Inggris mencatat 62 persen responden Gen Z mengalaminya.
  • Where?
    Kecemasan muncul ketika pengemudi berada di SPBU, khususnya saat memarkir kendaraan, menggunakan pompa atau nozzle, memilih jenis BBM, dan menghadapi antrean kendaraan.
  • When?
    Fenomena ini menjadi perhatian setelah survei Cazoo di Inggris mengenai kecemasan pengemudi saat mengisi bahan bakar; waktu pelaksanaan survei per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Pengemudi khawatir salah memosisikan kendaraan, keliru mengoperasikan pompa, salah memilih BBM, dianggap lambat, diperhatikan pengendara lain, atau merasa risih terhadap kebersihan gagang pompa.
  • How?
    Kecemasan dapat membuat pengemudi menunda ke SPBU hingga bahan bakar hampir habis atau meminta pasangan, teman, maupun keluarga mengisi BBM. Lebih dari dua pertiga pengemudi yang cemas dilaporkan meminta bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak pengemudi muda merasa gugup saat isi bensin di SPBU. Mereka takut mobilnya salah posisi, salah pakai pompa, atau salah pilih bensin. Mereka juga takut dilihat orang yang mengantre. Di Inggris, 62 persen pengemudi Gen Z merasakan ini. Sekarang, banyak yang minta bantuan teman atau keluarga untuk isi bensin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa gugup saat harus mengisi bensin sendiri di SPBU? Mulai dari khawatir salah memarkirkan kendaraan, bingung menggunakan pompa bensin, hingga merasa tidak nyaman karena diperhatikan oleh pengendara lain.

Jika pernah mengalaminya, bisa jadi perasaan tersebut berkaitan dengan fenomena yang disebut refuel anxiety. Menariknya, perasaan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh harga bensin, melainkan karena adanya ketakutan melakukan kesalahan dan mendapat penilaian negatif dari orang lain

Fenomena ini menjadi perhatian setelah sebuah survei di Inggris menemukan bahwa banyak anak muda mengalami refuel anxiety. Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com siap membahas apa itu refuel anxiety.

1. Apa itu refuel anxiety?

Unsplash/Jesse Donoghoe

Refuel anxiety atau kecemasan saat mengisi bahan bakar adalah istilah nonklinis yang digunakan untuk menggambarkan rasa gugup, takut, atau cemas ketika seseorang harus mengisi bensin kendaraannya di SPBU.

Perasaan ini umumnya muncul karena seseorang khawatir melakukan kesalahan saat mengisi bahan bakar. Misalnya, takut salah memposisikan mobil, tidak memahami cara menggunakan pompa bensin, atau merasa kebingungan ketika harus memilih jenis bahan bakar yang sesuai untuk kendaraannya.

Selain persoalan teknis, kecemasan ini juga berkaitan dengan tekanan sosial. Seseorang mungkin merasa dirinya sedang diperhatikan oleh pengendara lain, terutama ketika ada antrean kendaraan di belakangnya. Akibatnya, aktivitas sederhana seperti mengisi bensin bisa terasa menegangkan.

Perlu dipahami bahwa refuel anxiety bukanlah diagnosis gangguan kesehatan mental secara klinis. Istilah ini lebih merujuk pada pengalaman cemas dalam situasi tertentu, yang tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang.

2. Fenomena refuel anxiety banyak dialami oleh pengemudi Gen Z

Unsplash/fr0ggy5

Mengutip dari The Independent, istilah refuel anxiety semakin dikenal setelah merek mobil daring asal Inggris, Cazoo, melakukan survei mengenai kecemasan pengemudi saat mengisi bahan bakar.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 62 persen pengemudi dari generasi Z berusia 18–24 tahun mengalami refuel anxiety. Temuan ini menunjukkan bahwa rasa gugup ketika mengisi bensin benar adanya pada pengemudi muda.

Bagi sebagian pengemudi muda, mengisi bensin mungkin menjadi tantangan tersendiri karena mereka belum terbiasa menghadapi situasi tersebut. Terlebih lagi, ketika merasa harus melakukan semuanya dengan cepat dan benar, tekanan yang dirasakan bisa semakin besar.

3. Faktor yang memicu refuel anxiety

Pexels/ClickerHappy

Kecemasan saat mengisi bahan bakar umumnya berkaitan dengan kekhawatiran terhadap hal-hal teknis dan interaksi sosial di SPBU. Beberapa faktor yang dapat memicunya antara lain:

  • Takut salah memosisikan mobil. Pengemudi khawatir posisi kendaraan terlalu jauh dari mesin pompa sehingga selang atau nozzle tidak dapat menjangkau lubang tangki dengan mudah.

  • Bingung mengoperasikan pompa bensin. Pengemudi yang belum terbiasa mungkin merasa takut salah menggunakan nozzle atau tidak memahami langkah-langkah pengisian bahan bakar, terutama di SPBU yang menerapkan sistem pengisian self-service.

  • Takut salah memilih jenis BBM. Kekhawatiran memilih bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga dapat menimbulkan kecemasan.

  • Takut dianggap lambat oleh pengendara lain. Antrean kendaraan di belakang mobil dapat membuat seseorang merasa terburu-buru dan khawatir dinilai tidak berpengalaman.

  • Merasa tidak nyaman dengan kebersihan pompa bensin. Sebagian orang merasa risih ketika harus menyentuh gagang pompa yang telah digunakan oleh banyak orang dan dianggap kurang higienis.

Berbagai kekhawatiran di atas dapat muncul secara bersamaan. Ketika seseorang terlalu fokus memikirkan kemungkinan melakukan kesalahan, ia bisa menjadi semakin gugup dan kesulitan menjalankan proses pengisian bahan bakar dengan tenang.

4. Refuel anxiety dapat membuat pengemudi enggan mengisi bensin

Pexels/cottonbro studio

Rasa cemas yang cukup besar bisa memengaruhi kebiasaan seseorang ketika berkendara. Alih-alih mengisi bahan bakar saat indikator bensin mulai berkurang, sebagian pengemudi justru memilih menunda pergi ke SPBU karena merasa tidak nyaman menghadapi situasi tersebut.

Salah satu bentuk penghindaran yang mungkin terjadi adalah sengaja menunggu hingga bahan bakar hampir habis sebelum akhirnya mengisi bensin. Kebiasaan ini berisiko membuat kendaraan kehabisan bahan bakar dan mogok di tengah perjalanan, terutama ketika pengemudi kesulitan menemukan SPBU terdekat.

Selain itu, survei juga menyebutkan bahwa lebih dari dua pertiga pengemudi yang mengalami refuel anxiety memilih meminta bantuan orang lain untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

Orang yang dimintai bantuan biasanya adalah pasangan, teman, atau anggota keluarga yang dianggap lebih berpengalaman. Bagi sebagian orang, cara ini dapat memberikan rasa nyaman karena mereka tidak perlu menghadapi situasi yang memicu kecemasan secara langsung.

Namun, apabila kebiasaan menghindar terus berlanjut, seseorang bisa semakin sulit membangun kepercayaan diri untuk mengisi bensin secara mandiri. Karena itu, memahami prosedur pengisian bahan bakar dan berlatih secara bertahap dapat membantu pengemudi merasa lebih siap ketika harus melakukannya sendiri.

5. Kepercayaan diri dan tekanan sosial turut menjadi perhatian

Pexels/RDNE Stock project

Fenomena refuel anxiety juga berkaitan dengan pembahasan mengenai kepercayaan diri anak muda dalam berkendara. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa jumlah anak muda di Inggris yang memiliki surat izin mengemudi mengalami penurunan hingga sekitar setengahnya dibandingkan dengan akhir 1980-an.

Para ahli menyoroti kepercayaan diri dan tekanan sosial sebagai beberapa faktor yang dapat berperan dalam perubahan tersebut. Meski begitu, temuan mengenai kepemilikan surat izin mengemudi ini tidak secara langsung membuktikan bahwa refuel anxiety menjadi penyebab penurunannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, tekanan sosial memang dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi situasi baru. Ketika merasa takut melakukan kesalahan di depan orang lain, seseorang mungkin memilih menghindari aktivitas tersebut daripada mencoba dan belajar dari pengalaman.

Untuk membantu mengurangi kecemasan saat mengisi bensin, kamu dapat mempelajari prosedur pengisian bahan bakar sebelum berangkat, memastikan jenis BBM sesuai dengan rekomendasi kendaraan, serta memilih SPBU yang membuatmu merasa nyaman.

Pengemudi pemula juga tidak perlu merasa malu untuk bertanya kepada petugas SPBU apabila belum memahami langkah-langkah pengisian bahan bakar. Dengan persiapan dan pengalaman yang cukup, aktivitas yang awalnya terasa menegangkan dapat menjadi lebih mudah dilakukan secara mandiri.

Itu dia informasi mengenai apa itu refuel anxiety. Apakah kamu termasuk yang pernah mengalaminya?

Curated For You

Editorial Team

Related Article