Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Kata Medis!

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Kata Medis!
istockphoto/MaRRitch
Intinya sih...
  • Hernia tidak bisa sembuh tanpa operasi karena kerusakan struktural pada dinding otot atau jaringan ikat.
  • Tidak semua hernia harus langsung dioperasi, namun watchful waiting hanya menunda tindakan bedah, bukan menggantikannya.
  • Penanganan hernia tanpa operasi hanya bertujuan mengontrol gejala, bukan menyembuhkan, dan memiliki resiko medis yang nyata jika dibiarkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia sering dianggap sebagai benjolan biasa yang bisa hilang dengan sendirinya jika tidak terasa sakit. Anggapan ini membuat banyak orang memilih menunda pengobatan atau mencari cara agar hernia sembuh tanpa operasi.

Padahal, dari sudut pandang medis, hernia bukan sekadar keluhan ringan, melainkan tanda adanya kelemahan struktural pada dinding perut. Jika tidak dipahami dengan benar, hernia beresiko berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Karena itu, penting mengetahui apakah hernia benar-benar bisa sembuh tanpa operasi atau justru memerlukan penanganan khusus sejak awal.

Untuk mengetahui lebih dalam, Popmama.com akan memberikan penjelasan mengenai apakah hernia bisa sembuh tanpa operasi? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

1. Apakah Hernia bisa sembuh tanpa operasi?

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Kata Medis!
istockphoto/agrobacter

Secara medis, hernia tidak bisa sembuh tanpa operasi karena penyebab utamanya adalah kerusakan struktural pada dinding otot atau jaringan ikat. Kondisi ini berbeda dengan peradangan atau infeksi yang dapat pulih dengan obat.

Pada hernia, terdapat celah permanen pada fascia yang memungkinkan organ terdorong keluar. Celah tersebut tidak dapat menutup kembali dengan sendirinya pada orang dewasa.

Obat hanya berfungsi meredakan keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman. Menurut Cleveland Clinic, hernia membutuhkan perbaikan mekanis untuk mengatasi sumber masalahnya.

Hernia juga bersifat progresif jika tidak ditangani secara definitif. Artinya, tonjolan dapat bertambah besar seiring waktu akibat tekanan berulang di dalam perut. Tekanan ini berasal dari aktivitas sehari-hari seperti batuk, mengejan, atau mengangkat beban.

Seiring membesarnya hernia, resiko komplikasi juga meningkat. Inilah alasan dokter tidak menyebut hernia sebagai kondisi yang bisa “sembuh sendiri”. Penegasan ini juga disampaikan oleh Mayo Clinic dalam panduan klinisnya.

2. Apakah semua Hernia harus langsung di operasi?

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Kata Medis!
Freepik/stokking

Tidak semua hernia harus langsung dioperasi, namun ini bukan berarti hernia bisa sembuh tanpa operasi. Dalam praktik medis, dokter mengenal pendekatan watchful waiting atau pemantauan aktif.

Pendekatan ini hanya digunakan pada hernia kecil yang tidak menimbulkan nyeri. Pasien tetap dipantau secara berkala untuk melihat perkembangan ukuran dan gejala. Hernia pada kondisi ini masih dianggap stabil.

Menurut American College of Surgeons, keputusan ini harus dibuat bersama dokter bedah. Meskipun tidak langsung dioperasi, hernia tetap ada di dalam tubuh pasien. Tidak ada proses biologis yang membuat celah otot menutup kembali selama masa pemantauan.

Watchful waiting hanya menunda tindakan bedah, bukan menggantikannya. Jika muncul nyeri, pembesaran, atau kesulitan memasukkan kembali tonjolan, operasi akan dianjurkan.

Pendekatan ini bertujuan memilih waktu operasi paling aman. Prinsip ini juga ditegaskan oleh NHS Inggris dalam panduan hernia dewasa.

3. Apa yang bisa dilakukan untuk penanganan Hernia tanpa operasi?

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Kata Medis!
istockphoto/Tatomm

Penanganan hernia tanpa operasi hanya bertujuan mengontrol gejala, bukan menyembuhkan. Salah satu metode yang sering digunakan adalah penyangga hernia atau hernia belt.

Alat ini bekerja dengan menahan tonjolan agar tidak keluar terlalu jauh. Namun penyangga tidak memperbaiki kelemahan dinding perut. Hernia tetap ada meskipun tonjolan tampak berkurang. Menurut Cleveland Clinic, penggunaan hernia belt bersifat sementara.

Selain penyangga, pasien sering dianjurkan menghindari aktivitas berat. Mengangkat beban, mengejan, dan batuk kronis dapat meningkatkan tekanan intra abdomen. Tekanan ini mendorong organ semakin keluar melalui celah hernia.

Mengurangi tekanan memang membantu mencegah perburukan cepat. Namun langkah ini tidak menutup lubang otot yang sudah terbentuk. Hal ini ditegaskan oleh Mayo Clinic bahwa terapi non-bedah tidak bersifat kuratif.

4. Resiko medis jika Hernia dibiarkan tanpa operasi

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Kata Medis!
istockphoto/androsov58

Membiarkan hernia tanpa operasi memiliki resiko medis yang nyata. Salah satu resiko utama adalah inkarserasi, yaitu kondisi saat organ terjebak di luar rongga perut. Pada kondisi ini, organ tidak dapat dimasukkan kembali secara manual.

Inkarserasi dapat menyebabkan nyeri hebat dan gangguan fungsi organ. Kondisi ini sering menjadi awal dari komplikasi yang lebih serius. Menurut NHS Inggris, inkarserasi memerlukan evaluasi medis segera.

Resiko yang paling berbahaya adalah strangulasi hernia. Strangulasi terjadi ketika aliran darah ke organ yang terjepit terhenti. Akibatnya, jaringan dapat mengalami kematian dalam waktu singkat.

Kondisi ini merupakan darurat medis dan membutuhkan operasi segera. Jika terlambat, dapat terjadi perforasi usus dan infeksi berat. Penjelasan ini juga ditegaskan oleh Cleveland Clinic dalam panduan bedah hernia.

5. Kapan operasi Hernia dianjurkan secara tegas oleh Dokter?

Apakah Hernia Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Kata Medis!
istockphoto/CasarcaGuru

Dokter akan menganjurkan operasi hernia ketika gejala mulai muncul atau memburuk. Nyeri yang menetap merupakan salah satu indikasi utama. Pembesaran tonjolan juga menjadi tanda bahwa hernia semakin progresif.

Hernia yang sulit atau tidak bisa dimasukkan kembali menandakan resiko inkarserasi. Kondisi ini tidak dianjurkan untuk ditunda. Menurut Cleveland Clinic, indikasi ini merupakan dasar kuat untuk tindakan bedah.

Selain itu, operasi sangat dianjurkan jika hernia mengganggu aktivitas harian. Pasien yang sulit berjalan, bekerja, atau berolahraga akibat hernia sebaiknya menjalani operasi terencana. Operasi terencana jauh lebih aman dibandingkan operasi darurat.

Resiko komplikasi juga lebih rendah jika dilakukan sebelum terjadi strangulasi. Inilah alasan dokter cenderung menyarankan operasi pada tahap ini. Prinsip ini juga sejalan dengan rekomendasi American College of Surgeons.

Dari penjelasan medis yang ada, dapat disimpulkan bahwa hernia tidak dapat sembuh tanpa operasi, karena penyebab utamanya adalah kerusakan pada dinding otot yang tidak bisa pulih sendiri.

Penanganan tanpa operasi hanya bersifat sementara untuk mengendalikan gejala, bukan menghilangkan sumber masalahnya. Menunda operasi memang dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, tetapi tetap memerlukan pemantauan ketat oleh dokter.

Resiko komplikasi seperti inkarserasi dan strangulasi akan selalu ada selama hernia belum diperbaiki secara definitif. Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter bedah menjadi langkah penting untuk menentukan waktu dan metode penanganan yang paling aman.

Sekarang kamu sudah tahu nih jawaban dari apakah Hernia bisa sembuh tanpa operasi. Dengan keputusan yang tepat, hernia dapat ditangani secara efektif sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius. Semoga bermanfaat ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Cara Menghilangkan Gelambir di Perut

16 Jan 2026, 19:10 WIBLife