Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Menurut panduan gizi dari World Health Organization (WHO), manfaat ikan bisa berkurang jika diolah dengan tambahan lemak jenuh berlebihan.
Patin yang digoreng tenggelam dalam minyak atau dimasak dengan santan pekat tentu berbeda efeknya dibanding patin kukus atau sup bening.
Jadi yang perlu diwaspadai bukan patinnya, tetapi:
American Heart Association menyarankan orang dengan trigliserida tinggi tetap boleh makan ikan berlemak, tetapi sebaiknya memilih cara masak rendah minyak dan mengontrol porsinya.
Prinsip ini juga berlaku untuk patin. Bagi yang sedang diet atau punya riwayat kolesterol, cukup pilih bagian daging tanpa lapisan lemak tebal di perut dan jangan mengonsumsinya setiap hari.
Nah, sekarang Mama sudah mengetahui tentang apakah lemak ikan patin berbahaya. Jadi, lemak ikan patin tidak berbahaya. Yang perlu dijaga adalah cara mengolah dan jumlah makannya.