Apakah Virus Termasuk Makhluk Hidup? Ini Ciri dan Penjelasan Ilmiahnya

- Virus adalah mikroorganisme yang menyebabkan dan menularkan penyakit, seperti cacar, influenza, dan rabies.
- Virus tidak memiliki sel, bentuknya sederhana, hanya aktif di dalam sel hidup, dan bisa berubah bentuk atau bermutasi.
- Walaupun virus bisa memperbanyak diri, virus tidak dianggap makhluk hidup.
Makhluk hidup umumnya didefinisikan sebagai entitas yang memiliki ciri kehidupan, seperti mampu tumbuh, berkembang, bereproduksi, dan mempertahankan diri secara mandiri.
Dari pengertian ini, muncul pertanyaan apakah virus termasuk makhluk hidup? Popmama.com akan membagikan ciri dan penjelasan ilmiahnya bagaimana para ilmuwan memandang keberadaan virus dalam sistem kehidupan.
Keberadaan virus menantang batas antara sesuatu yang hidup dan tak hidup, karena virus memiliki sebagian karakteristik kehidupan, tetapi tidak memenuhi semuanya secara utuh.
1. Apa itu virus?

Menurut KBBI, virus adalah mikroorganisme yang menyebabkan dan menularkan penyakit, seperti cacar, influenza, dan rabies. Definisi ini menekankan peran virus sebagai agen penyakit, tetapi belum menjelaskan struktur dan sifat biologisnya.
Sementara itu, National Geographic menjelaskan virus sebagai mikroorganisme yang membawa materi genetik berupa DNA atau RNA yang terbungkus dalam lapisan protein bernama kapsid. Berbeda dengan sel hidup, virus tidak memiliki organel sel, sitoplasma, maupun membran sel yang lengkap.
Dari sisi ukuran, virus termasuk partikel yang sangat kecil. Ukurannya berkisar antara puluhan hingga beberapa ratus nanometer. Virus jauh lebih kecil dibandingkan bakteri dan hanya sekitar sepersepuluh ukuran sel darah manusia. Karena ukurannya yang sangat kecil, virus tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop cahaya biasa dan memerlukan mikroskop elektron untuk pengamatannya.
2. Ciri-ciri utama virus

Virus tidak memiliki sel, jadi bentuknya sangat sederhana. Virus juga tidak bisa hidup sendiri. Ia harus masuk ke dalam tubuh makhluk hidup lain, seperti manusia, hewan, atau tumbuhan.
Virus tidak bisa makan, bernapas, atau bergerak sendiri. Virus hanya bisa berkembang biak jika berada di dalam sel makhluk hidup. Di dalam sel tersebut, virus akan menggunakan bagian-bagian sel untuk membuat banyak salinan dirinya.
Virus juga bisa berubah bentuk atau bermutasi. Karena itulah kadang muncul jenis virus baru yang berbeda dari sebelumnya. Materi genetik virus memerintahkan sel inang untuk memproduksi komponen virus baru, yang kemudian dirakit menjadi partikel virus utuh.
Ciri lain yang cukup unik adalah virus hanya aktif di dalam sel hidup. Di luar sel, virus berada dalam kondisi tidak aktif. Bahkan, virus dapat dikristalkan, suatu sifat yang biasanya ditemukan pada benda tak hidup, bukan pada organisme biologis.
3. Mengapa virus bukan makhluk hidup?

Walaupun virus bisa memperbanyak diri, virus tidak dianggap makhluk hidup. Alasannya karena virus tidak bisa melakukan kegiatan hidup sendiri.
Jika virus berada di luar tubuh makhluk hidup, virus akan diam dan tidak melakukan apa-apa. Ia baru aktif saat masuk ke dalam sel yang hidup. Makhluk hidup sejati bisa tumbuh, bergerak, dan berkembang biak dengan kemampuannya sendiri, sedangkan virus tidak.
Karena itulah para ilmuwan mengatakan virus bukan makhluk hidup, melainkan benda sangat kecil yang bisa menyerang makhluk hidup.
4. Macam-macam bentuk virus

Virus memiliki bentuk yang berbeda-beda. Ada virus berbentuk bulat, ada yang panjang seperti benang, dan ada juga yang bentuknya lebih rumit.
Contohnya virus influenza penyebab flu, virus rabies penyebab penyakit rabies, dan virus corona penyebab Covid-19. Meskipun bentuknya berbeda, cara hidup virus hampir sama, yaitu masuk ke sel makhluk hidup dan memperbanyak diri di sana.
Nah, sekarang kamu makin paham, kan, apakah virus termasuk makhluk hidup?


















