Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Dianggap Sehat, Apakah Makanan Kukusan Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

jagung kukus
Vecteezy/Tyas Indayanti
Intinya sih...
  • Makanan kukusan aman dikonsumsi setiap hari selama menjadi bagian dari pola makan seimbang. Asupannya tetap perlu dikombinasikan dengan protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tubuh terpenuhi secara optimal.
  • Metode kukus dinilai lebih sehat karena minim penggunaan minyak dan mampu mempertahankan vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan dibandingkan teknik menggoreng atau memasak dengan suhu tinggi.
  • Tren makanan kukusan mencerminkan meningkatnya minat pada pola makan real food. Pangan alami minim proses ini membantu memberi rasa kenyang lebih lama, menjaga pencernaan, dan menurunkan risiko penyakit kronis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makanan kukusan dan rebusan kembali menjadi pilihan favorit banyak orang yang ingin hidup lebih sehat. Ada banyak macam makanan kukusan misalnya  jagung, ubi, singkong, hingga pisang kukus. Aneka ragam pangan tradisional ini kini hadir di berbagai pasar, kedai, bahkan konten media sosial. 

Di balik popularitasnya, muncul pertanyaan penting "apakah makanan kukusan benar-benar aman dikonsumsi setiap hari?" Pasalnya ada beberapa jenis kukusan yang mungkin memiliki kadar gula lebih tinggi dibanding yang lain.

Berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai apakah makanan kukusan aman dikonsumsi setiap hari? Ini faktanya.

1. Aman dikonsumsi setiap hari, asal tetap seimbang

makanan kukusan
vecteezy/ Tyas Indayanti

Makanan kukusan aman dikonsumsi bahkan dianjurkan. Pasalnya makanan kukusan ini  untuk dikonsumsi setiap hari selama menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. 

Dalam jurnal yang berjudul Influence of Boiling, Steaming and Frying of Selected Leafy Vegetables on the In Vitro Anti-inflammation Associated Biological Activities tahun 2018 menyebut bahwa steaming (mengukus) lebih menjaga sifat anti-inflamasi dan nutrisi tanaman dibandingkan dengan goreng. Ini berarti kukusan bisa membantu mempertahankan komponen sehat makanan nabati dibanding metode lain.

Namun, sangat penting untuk menerapkan variasi zat gizi agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi. Konsumsi pangan kukusan sebaiknya tidak hanya berfokus pada karbohidrat, tetapi juga dikombinasikan dengan sumber protein hewani maupun nabati agar manfaat kesehatannya lebih optimal.

2. Banyak bahan pangan lokal cocok diolah dengan cara kukus

ilustrasi camilan kukusan di pasar
Pexels/Gut Do

Beragam bahan pangan lokal Indonesia sangat cocok diolah dengan metode kukus. Umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, dan kentang merupakan sumber karbohidrat yang baik. 

Sayuran seperti brokoli, wortel, dan labu kuning kaya vitamin serta antioksidan. Kacang-kacangan, jagung manis, hingga telur kukus juga dapat menjadi sumber protein dan nutrisi penting yang praktis dan rendah lemak.

3. Tren makanan kukusan sebagai tanda ketertarikan ke real food

ubi kukus
vecteezy/Natthapon Ngamnithiporn

Dalam jurnal berjudul Long-term trends and patterns in ultra-processed food consumption among Korean adults from 1998 to 2022 tahun 2025 mengatakan kalau asupan ultra-processed foods (makanan olahan tingkat tinggi) meningkat selama beberapa dekade. 

Sementara makanan minim atau tidak diproses (termasuk pangan lokal segar atau kukusan) makin dihubungkan dengan pola makan sehat dan rendah risiko penyakit kronis.

Belakangan, tren makanan kukusan ini cukup meningkat bahkan viral di Indonesia. Ini mencerminkan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan berbasis real food, yakni pangan alami yang minim proses. 

4. Karbohidrat kompleksnya bantu kenyang lebih lama

Pexels/Matheus Bertelli
Pexels/Matheus Bertelli

Makanan kukusan umumnya mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh. Hal ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta mendukung kestabilan kadar gula darah. 

Dikutip dari Scientific Reports menyebut konsumsi buah dan sayur segar sebagai bagian dari pilihan makanan sehat yang memberikan manfaat fisik dan mental jangka panjang. Ini mencerminkan bahwa makanan asli/minim proses (real food) lebih bermanfaat dibanding makanan olahan.

Selain itu, kandungan serat pada pangan kukusan berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan membantu metabolisme tubuh bekerja lebih optimal.

5. Metode kukus lebih sehat dibandingkan menggoreng

ilustrasi membuka kukusan bambu
Pexels/Mikhail Nilov

Dari sisi pengolahan, teknik kukus dinilai lebih sehat dibandingkan menggoreng. Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak sehingga makanan menjadi lebih rendah lemak jenuh dan kalori. 

Selain itu, suhu pengukusan yang relatif lebih rendah membantu mempertahankan kandungan vitamin dan mineral, terutama karena bahan pangan tidak bersentuhan langsung dengan air seperti pada metode rebus.

Itulah tadi informasi mengenai apakah makanan kukusan aman dikonsumsi setiap hari beserta faktanya. Semoga membantu!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

10 Tanaman dalam Ruangan yang Bisa Mencegah Polusi, Ada Sirih Gading

22 Jan 2026, 11:28 WIBLife