Menurut History Facts, pada abad ke-16, kemajuan mekanisme pegas membuat jam bisa dibuat lebih kecil, sehingga rumah dan toko mulai punya jam sendiri. Pada abad ke-18, jam saku makin populer seiring berjalannya Revolusi Industri.
Para pembuat jam kala itu menyamakan arah jarum dengan jam menara yang sudah lebih dulu ada. Bahkan setelah jarum menit dan jarum detik ditambahkan, arah putarannya tetap sama.
Memasuki abad ke-19, kereta api, perdagangan global, dan pabrik membuat dunia membutuhkan jam penunjuk waktu yang seragam.
Ketika zona waktu diterapkan di era modern, kota-kota menyamakan jam mereka, dan jam dinding, jam stasiun, sampai jam sekolah pun makin memperkuat arah putaran yang sama.
Seperti disebut History Facts, jarum jam berputar ke kanan bukan karena aturan alam, melainkan warisan dari jam matahari di belahan Bumi utara yang kemudian dibakukan oleh sejarah.
Nah, itulah pembahasan mengenai asal usul jarum jam berputar ke arah kanan. Semoga informatif dan bermanfaat!