Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels/Mike Bird
  • Arah jarum jam ke kanan berasal dari gerak bayangan jam matahari di belahan Bumi utara, tradisi pengukuran waktu yang telah digunakan sejak Mesir dan Babilonia kuno.

  • Jam mekanis Eropa abad ke-13 hingga ke-14 meniru jam matahari, lalu pembuat jam mempertahankan arah tersebut saat teknologi pegas, jam saku, serta jarum menit berkembang.

  • Standarisasi waktu melalui kereta api, perdagangan global, pabrik, dan zona waktu pada abad ke-19 memperkuat arah putaran kanan, meski sejumlah jam berputar ke kiri tetap ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Arah jarum jam yang berputar ke kanan merupakan kebiasaan rancangan manusia, meniru pergerakan bayangan pada jam matahari di belahan Bumi utara.
  • Who?
    Bangsa Mesir dan Babilonia kuno, pembuat jam Eropa, serta masyarakat yang menggunakan jam matahari berperan dalam perkembangan arah putaran jarum jam.
  • Where?
    Tradisi ini berawal dari penggunaan jam matahari di belahan Bumi utara dan kemudian diterapkan pada jam mekanis di gereja serta alun-alun kota Eropa.
  • When?
    Jam bayangan telah digunakan sekitar 3.500 SM; jam mekanis besar muncul di Eropa pada abad ke-13 dan ke-14, lalu penggunaan arah seragam menguat pada abad ke-19.
  • Why?
    Pembuat jam awal memilih arah tersebut karena masyarakat telah mengenal pola bayangan gnomon yang bergerak searah jarum jam di belahan Bumi utara.
  • How?
    Bayangan tongkat pada jam matahari menjadi acuan, lalu geraknya ditiru oleh jam mekanis, jam menara, jam rumah, dan sistem waktu seragam untuk kereta api serta perdagangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dulu orang melihat waktu dari bayangan matahari dan tongkat. Di Bumi bagian utara, bayangannya bergerak ke arah kanan. Lalu pembuat jam di Eropa membuat jam seperti itu. Sekarang hampir semua jam tetap memakai arah kanan, supaya waktu di rumah, sekolah, toko, dan stasiun sama. Ada juga beberapa jam langka yang berputar ke kiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu, saat memiliki waktu luang, memerhatikan jam dinding di dekatmu sekarang? Sambil bertanya-tanya, mengapa jarum jam berputar ke arah kanan? 

Ternyata, arah putaran ini bukan sekadar kebetulan. Ada kisah panjang yang melibatkan bayangan matahari, para pembuat jam di Eropa, sampai jadwal kereta api. 

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut Popmama.com mengulas asal usul jarum jam berputar ke arah kanan. Yuk, simak sampai habis!

Kenapa Jarum Jam Berputar ke Arah Kanan?

Pexels/Brett Sayles

Mengutip History Facts, arah gerak jarum jam bukanlah hukum alam, melainkan hasil rancangan manusia yang dipengaruhi oleh letak geografis dan sejarah selama berabad-abad. 

Para pembuat jam pada masa awal memilih meniru gerak bayangan jam matahari yang sudah akrab bagi banyak orang.

Jadi, jawaban singkatnya, jarum jam mengikuti arah bayangan pada jam matahari di belahan Bumi utara. Bisa dibilang, jam di dinding rumahmu adalah jam bayangan yang dipindahkan ke dalam ruangan.

Menurut Today I Found Out, kebiasaan mengukur waktu dengan arah yang sama ini sudah ada sejak bangsa Mesir dan Babilonia kuno membuat jam bayangan pertama sekitar 3.500 SM. Artinya, tradisi yang kita ikuti setiap hari umurnya sudah ribuan tahun.

Apa Hubungan Matahari dengan Arah Putaran Jarum Jam?

Pexels/Erik Mclean

Melansir History Facts, orang zaman dulu mengukur waktu dari bayangan, salah satunya lewat tongkat tegak bernama gnomon yang dipakai di Mesir Kuno dan Mesopotamia. Di belahan Bumi utara, matahari terbit di timur, melintas di langit selatan, lalu terbenam di barat.

Akibatnya, bayangan tongkat bergeser dari arah barat pada pagi hari, ke utara saat tengah hari, lalu ke timur menjelang sore. Pola yang rapi dan mudah ditebak itulah yang menjadi penanda waktu bagi banyak orang.

Mengutip Today I Found Out, Kutub Utara tampak berputar berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari angkasa. 

Karena itu, bayangan tongkat yang dipasang sejajar dengan sumbu Bumi di Mesir bergerak searah jarum jam, sedangkan di Australia bayangannya justru bergerak sebaliknya.

Kapan Jam Mekanis Mulai Menggunakan Arah Putaran seperti Sekarang?

Pexels/Alexander Zvir

Menurut History Facts, jam mekanis berukuran besar mulai bermunculan di gereja dan alun-alun kota di Eropa pada abad ke-13 dan ke-14. Mesin awal ini digerakkan oleh pemberat sehingga bisa tetap berjalan di dalam ruangan maupun di malam hari.

Meski mekanismenya baru, jam-jam pertama itu tetap mewarisi gerak bayangan jam matahari. Jarum jam awal pun biasanya hanya satu, yakni penunjuk jam, dan bergerak searah dengan bayangan yang sudah dikenal orang selama bergenerasi.

Mengutip Today I Found Out, para pembuat jam Eropa pada abad ke-14 sangat akrab dengan jam matahari. 

Jam di katedral yang mulai berwajah pada akhir abad itu pun dibuat meniru arah gerak tersebut, termasuk Wells Cathedral Clock di Somerset, Inggris, yang dipasang pada akhir abad ke-14.

Menariknya, istilah clockwise dengan arti seperti sekarang baru muncul dalam bahasa Inggris pada 1870-an, menurut Today I Found Out.

Apakah Semua Jam di Dunia Berputar ke Arah Kanan?

Pexels/Chris F

Jawabannya, tidak semua. Melansir History Facts, jam yang berputar ke kiri memang pernah muncul di beberapa tempat, tetapi jumlahnya sangat jarang.

Biasanya, jam semacam ini ditemukan di tempat yang punya tradisi jam matahari vertikal sehingga gerak berlawanan arah terasa wajar bagi warga setempat. 

Di belahan Bumi Selatan, banyak jam matahari bahkan secara alami menghasilkan gerak yang disebut sebagai berlawanan arah jarum jam.

Contoh yang paling terkenal adalah jam astronomi di Balai Kota Lama (Old Town Hall) Praha, Ceko. Menurut History Facts, jarumnya berputar ke kiri mengikuti arah tulisan Ibrani dari kanan ke kiri sekaligus mengikuti tradisi lokal yang lebih tua.

Mengapa Jam Modern Tetap Menggunakan Arah Putaran yang Sama?

Pexels/Reynaldo Yodia

Menurut History Facts, pada abad ke-16, kemajuan mekanisme pegas membuat jam bisa dibuat lebih kecil, sehingga rumah dan toko mulai punya jam sendiri. Pada abad ke-18, jam saku makin populer seiring berjalannya Revolusi Industri.

Para pembuat jam kala itu menyamakan arah jarum dengan jam menara yang sudah lebih dulu ada. Bahkan setelah jarum menit dan jarum detik ditambahkan, arah putarannya tetap sama.

Memasuki abad ke-19, kereta api, perdagangan global, dan pabrik membuat dunia membutuhkan jam penunjuk waktu yang seragam. 

Ketika zona waktu diterapkan di era modern, kota-kota menyamakan jam mereka, dan jam dinding, jam stasiun, sampai jam sekolah pun makin memperkuat arah putaran yang sama.

Seperti disebut History Facts, jarum jam berputar ke kanan bukan karena aturan alam, melainkan warisan dari jam matahari di belahan Bumi utara yang kemudian dibakukan oleh sejarah. 

Nah, itulah pembahasan mengenai asal usul jarum jam berputar ke arah kanan. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article