Pexels/RODNAE Productions
Meskipun zakat fitrah boleh diberikan langsung kepada fakir miskin, ada manfaat lain jika disalurkan melalui lembaga zakat resmi. Salah satunya adalah distribusi yang lebih merata. Lembaga zakat memiliki data lengkap mengenai siapa saja yang berhak menerima zakat, sehingga penyalurannya bisa lebih efektif.
Selain itu, lembaga zakat juga memastikan bahwa zakat diberikan dalam bentuk yang sesuai, yaitu makanan pokok. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum atas setiap Muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk salat Id." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa zakat fitrah harus diberikan dalam bentuk makanan pokok. Lembaga zakat biasanya lebih terorganisir dalam menyediakan dan mendistribusikan makanan pokok kepada mereka yang membutuhkan.
Berdasarkan penjelasan di atas, bisakah zakat fitrah diberikan langsung kepada fakir miskin? Jawabannya boleh, karena mereka termasuk golongan yang berhak menerimanya. Namun, ada keuntungan tersendiri jika menyalurkannya melalui lembaga zakat, seperti distribusi yang lebih merata dan terorganisir.
Yang terpenting adalah memastikan bahwa zakat fitrah diberikan dalam bentuk makanan pokok dan disalurkan sebelum salat Idul Fitri, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Jadi, baik diberikan langsung atau melalui lembaga, pastikan zakat fitrah sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, ya!
Ada 8 golongan penerima zakat, siapa saja? | Berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60, delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat adalah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (budak), gharimin (orang berhutang), fisabilillah, dan ibnu sabil. Mereka adalah kelompok yang membutuhkan bantuan ekonomi atau dukungan dalam menegakkan syiar Islam, guna mewujudkan keadilan sosial. |
Bagaimana cara membayar zakat dalam Islam? | Anda membayar 2,5% dari kekayaan yang Anda miliki selama satu tahun lunar, dengan syarat kekayaan tersebut melebihi nisab . Untuk diwajibkan membayar zakat, seseorang harus memiliki setidaknya nisab selama satu tahun lunar. Pada akhir tahun tersebut, mereka membayar 2,5% dari kekayaan yang memenuhi syarat. |
Apa perbedaan zakat, infak, dan sedekah? | Zakat, infak, dan sedekah adalah ibadah harta dalam Islam dengan perbedaan utama pada hukum dan ketentuannya. Zakat hukumnya wajib (rukun Islam) dengan nisab/waktu tertentu, infak adalah pengeluaran harta sukarela (sunnah), sedangkan sedekah memiliki cakupan paling luas, mencakup materi maupun non-materi (senyum, ilmu, doa). |