Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Sensasi GERD Anxiety dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Ini Sensasi GERD Anxiety dan Cara Mengatasinya dengan Tepat
Pexels/Kampus Production
Intinya Sih
  • GERD dan anxiety saling berkaitan melalui poros usus-otak, di mana naiknya asam lambung dapat memicu kecemasan, sementara stres berlebih memperparah gejala GERD.
  • Sensasi fisik yang umum saat GERD meliputi dada terbakar, mulut pahit, sulit menelan, batuk kering, hingga nyeri dada; sedangkan anxiety ditandai jantung berdebar, napas pendek, dan rasa takut ekstrem.
  • Penanganan efektif mencakup perbaikan pola makan, latihan pernapasan dalam, posisi tidur miring ke atas, pengelolaan stres lewat hobi atau terapi psikologis, serta konsultasi dokter bila gejala menetap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu tiba-tiba merasakan dada panas seperti terbakar, lalu seketika jantung berdebar sangat kencang dan napas terasa berat? 

Bagi sebagian orang, momen mengejutkan seperti ini sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung mendadak. Padahal, bisa jadi kamu sedang mengalami kombinasi dua kondisi kesehatan yang saling berkaitan erat, yaitu naiknya asam lambung dan kecemasan.

Kedua masalah kesehatan ini ternyata bisa muncul secara bersamaan dan menciptakan siklus yang sangat tidak menyenangkan. 

Supaya kamu tidak terus-menerus panik, berikut Popmama.com membahas sensasi GERD anxiety dan cara mengatasinya. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

Apa Itu GERD Anxiety?

Apa Itu GERD Anxiety?

Sensasi GERD Anxiety dan Cara Mengatasinya 2.jpg
Pexels/Vitaly Gariev

Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu menyamakan persepsi tentang apa sebenarnya hubungan antara kedua kondisi ini. 

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi kronis ketika asam lambung berbalik naik ke kerongkongan karena katup lambung tidak menutup sempurna. 

Sementara itu, anxiety atau gangguan kecemasan adalah respons berlebihan dari tubuh terhadap tekanan atau stres.

Mengutip dari Healthline, GERD dan gangguan kecemasan rupanya memiliki hubungan timbal balik yang sangat unik. Di satu sisi, kecemasan dan stres bisa menguras energi tubuh serta memperburuk gejala fisik dari GERD. 

Di sisi lain, rasa sakit dan tidak nyaman akibat asam lambung yang naik sering kali membuat seseorang merasa panik serta cemas berlebihan. Keduanya bagaikan lingkaran setan, dimana satu masalah memicu masalah lainnya, lalu memperparah keadaan secara bergantian.

Sensasi yang Dirasakan Saat GERD

Sensasi GERD Anxiety dan Cara Mengatasinya 3.jpg
Pexels/George Shervashidze

Mengutip laman Everyday Health, berikut adalah daftar sensasi fisik yang paling sering dialami saat GERD menyerang:

  • Rasa terbakar di dada (Heartburn): Ini adalah sensasi panas, perih, atau nyeri di area tengah dada, tepat di belakang tulang dada. Biasanya sensasi ini semakin memburuk setelah kamu makan besar atau saat berbaring santai.

  • Mulut terasa pahit atau asam: Asam lambung yang terdorong naik hingga ke bagian belakang tenggorokan sering meninggalkan sensasi rasa asam dan pahit yang tertinggal cukup lama di lidah.

  • Sulit menelan makanan (Disfagia): Saluran kerongkongan bisa terasa menyempit akibat iritasi asam yang terus-menerus. Akibatnya, kamu sering merasa ada makanan yang mengganjal di tenggorokan.

  • Batuk kering dan suara serak: Cairan asam yang merembes naik bisa mengiritasi pita suara dan area tenggorokan bagian atas, sehingga memicu batuk yang tidak kunjung reda.

  • Nyeri dada: Sensasi nyerinya kadang sangat tajam dan mendadak. Hal inilah yang sering membuat banyak orang buru-buru pergi ke rumah sakit karena khawatir terkena serangan jantung.

Saat Anxiety, Apa Saja yang Dirasakan?

Sensasi GERD Anxiety dan Cara Mengatasinya 4.jpg
Pexels/MART PRODUCTION

Melansir dari Medical News Today, kecemasan tidak sekadar soal pikiran yang kalut. Tubuh ikut bereaksi secara fisik lewat beberapa sensasi berikut:

  • Jantung berdebar sangat kencang: Rasanya detak jantung berlari sangat cepat atau berdetak tidak beraturan, bahkan saat kamu sedang duduk diam tanpa aktivitas fisik.

  • Napas terasa pendek dan sesak: Kamu mungkin tiba-tiba merasa kesulitan untuk menghirup udara dalam-dalam, seolah ada ikatan kencang di sekitar dada.

  • Otot kaku dan tubuh gemetar: Tubuh bersiap masuk ke dalam mode bertahan hidup, sehingga otot-otot secara otomatis menegang dan sering kali disertai tangan atau kaki yang bergetar.

  • Keringat dingin bercucuran: Walaupun cuaca sedang sejuk atau tidak panas, telapak tangan, leher, atau dahi tiba-tiba terasa dingin, namun basah oleh keringat.

  • Perasaan takut yang luar biasa: Muncul sensasi seolah sesuatu yang sangat buruk atau membahayakan nyawa akan terjadi detik itu juga, membuat kamu sulit berpikir jernih.

Bisakah GERD Sebabkan Anxiety?

Sensasi GERD Anxiety dan Cara Mengatasinya 5.jpg
Pexels/www.kaboompics.com

Pertanyaan yang mungkin sedang berkecamuk di pikiranmu saat ini adalah "apakah asam lambung yang naik benar-benar punya kekuatan untuk memicu kecemasan?" Jawabannya adalah iya, sangat bisa!

Mengutip Gastroconsa, saluran pencernaan dan otak kita sebenarnya terhubung oleh sebuah sistem saraf yang sangat kompleks yang sering disebut dengan istilah gut-brain axis atau poros usus-otak.

Ketika asam lambung naik dan merusak jaringan pelindung kerongkongan, tubuh merasakan nyeri dada yang luar biasa. Otak akan dengan cepat merespons rasa sakit mendadak ini sebagai sebuah ancaman bagi nyawa. 

Sinyal bahaya ini secara otomatis melepaskan hormon stres ke aliran darah. Apalagi jika kamu belum tahu persis apa penyebab rasa nyeri dada tersebut, rasa takut akan penyakit parah justru membuat anxiety langsung meledak. 

Jadi, sangat wajar jika seseorang yang menderita GERD dalam waktu lama pada akhirnya mengembangkan gangguan kecemasan akibat trauma rasa sakit.

Cara Mengatasi GERD Anxiety

Sensasi GERD Anxiety dan Cara Mengatasinya 6.jpg
Pexels/MART PRODUCTION

Dilansir Medical News Today, berikut adalah beberapa langkah efektif yang bisa kamu praktikkan sehari-hari:

  • Perbaiki pola dan porsi makan: Hindari makanan pemicu naiknya asam lambung, seperti sajian yang terlalu pedas, berlemak tinggi, cokelat, kafein, hingga minuman bersoda. Biasakan makan dalam porsi kecil namun sering dan hindari tidur langsung setidaknya tiga jam setelah perut terisi.

  • Olah pernapasan perut (Deep breathing): Saat rasa panik mulai melanda karena lambung tak nyaman, cobalah duduk tenang. Tarik napas perlahan lewat hidung selama 4 detik, tahan 4 detik, lalu embuskan lewat mulut selama 6 detik. Cara ini ampuh mengaktifkan sistem saraf parasimpatik untuk merilekskan otot sekaligus menenangkan pikiran.

  • Atur posisi tidur yang ideal: Gunakan penyangga tambahan di bawah kasur kepala agar posisi tubuh bagian atas naik sekitar 15-20 sentimeter. Posisi tidur sedikit menanjak ini memanfaatkan gravitasi untuk menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan.

  • Kelola stres lewat hobi dan relaksasi: Jadwalkan waktu khusus untuk melakukan aktivitas yang memanjakan pikiran, seperti jalan pagi santai, meditasi ringan, atau sekadar berkebun. Semakin tenang pikiranmu, semakin kecil kemungkinan asam lambung memproduksi asam berlebih.

  • Lakukan terapi psikologis: Jika kecemasan terasa sangat membandel, jangan ragu untuk menemui psikolog. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy) sangat efektif untuk mengajarkan otak bagaimana merespons sensasi fisik tanpa perlu memicu kepanikan.

  • Konsultasikan dengan dokter ahli: Jika gaya hidup sudah diperbaiki, namun sensasi tidak nyaman masih sering kambuh, temui dokter. Dokter dapat meresepkan obat penekan asam lambung agar lambung memiliki waktu untuk memulihkan diri.

Nah, itulah pembahasan mengenai sensasi GERD anxiety dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Share Article
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More