Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bukan Gantikan Dokter, AI Bantu Tingkatkan Akurasi Diagnosis dan Skrining Kanker

Bukan Gantikan Dokter, AI Bantu Tingkatkan Akurasi Diagnosis dan Skrining Kanker
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum
Intinya Sih
5W1H
  • Teknologi AI di dunia medis Indonesia dimanfaatkan untuk membantu dokter meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis kanker, tanpa menggantikan peran tenaga medis.
  • AI terbukti mampu mendeteksi ekspresi HER2 pada kanker payudara dengan lebih akurat, meningkatkan konsistensi hasil pemeriksaan, serta mempercepat identifikasi tipe kanker agresif.
  • Pada skrining kanker paru, AI berperan sebagai second reader yang menandai area mencurigakan di paru-paru, mempercepat pelaporan, dan membantu dokter menentukan langkah pemeriksaan lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di Indonesia kini semakin masif di berbagai industri, termasuk dunia medis. Teknologi ini disebut dapat membantu dokter dalam proses pemeriksaan kanker agar lebih cepat dan akurat.

Tantangan dunia medis di Indonesia semakin besar karena banyak kasus kanker yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut dan berdampak pada menurunnya tingkat keberhasilan pengobatan. Diketahui tingkat kematian akibat kanker di Indonesia mencapai 240 ribu dari 400 ribu kasus.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (25/2/26) di Hotel Raffles Jakarta, para pakar kesehatan di bidang onkologi membahas optimalisasi pemanfaatan AI dalam mendukung proses diagnosis kanker payudara dan skrining kanker paru.

Simak penjelasan selengkapnya seputar bukan gantikan dokter, AI bantu tingkatkan akurasi diagnosis dan skrining kanker yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Table of Content

AI Bantu Akurasi dan Percepat Deteksi Awal Penyakit Kanker

AI Bantu Akurasi dan Percepat Deteksi Awal Penyakit Kanker

Bukan Gantikan Dokter, AI Bantu Tingkatkan Akurasi Diagnosis dan Skrining Kanker (6).png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Dr, dr. Patricia Diana Prasetyo, Msi.Med, Sp.PA menyoroti penggunaan AI bukan berperan sebagai pengganti dokter, namun memperkuat sistem pemeriksaan.

Peran AI dalam proses pemeriksaan kanker memperkuat sistem dalam membantu membaca data dan pola agar pasien mendapat terapi yang tepat. 

“Jadi AI itu dia akan menganalisa, dia memberikan pola, kemudian laporannya ini akan digunakan oleh saya dan dokter patolog yang lain. Kita tidak serta-merta mempercayai 100% hasil AI itu, jadi kita akan melakukan evaluasi lagi, telaah lagi, baru setelah itu dokter patolog akan merilis hasilnya,” tutur Dokter Patricia, Rabu (25/2/26).

AI Dapat Deteksi HER2 Lebih Akurat, Bantu Diagnosis Kanker Payudara

Bukan Gantikan Dokter, AI Bantu Tingkatkan Akurasi Diagnosis dan Skrining Kanker (2).png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Kasus kanker payudara pada tahun 2020 berdasarkan data GLOBOCAN mencapai 65 ribu kasus baru dengan lebih dari 22 ribu kematian. 

Pemanfaatan AI ternyata dapat membantu identifikasi tipe kanker serta mendeteksi status ekspresi Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2), protein yang mendorong pertumbuhan sel kanker agresif secara lebih konsisten dan akurat. 

“Kita bisa melihat interpretasi patologis untuk HER2-Ultralow sebelum menggunakan AI itu yang benar sekitar 1 dari 3 pasien, tapi setelah menggunakan AI itu menjadi 1 dari 5 pasien yang membaik, dan kita bisa melihat pada penelitian ini (itu) sensitivitas patolog,” ungkap Dokter Patricia.

Diketahui batas antara HER2-Low dan Ultralow sangat tipis dan sulit untuk dilihat atau dideteksi secara konvensional tanpa menggunakan AI sebagai alat bantu. AI HER2 di Indonesia yang pertama diimplementasikan sebagai first reader yang membantu dokter membaca hasil pemeriksaan.

Dalam Skrining Kanker Paru, AI Bantu Tandai Area yang Dicurigai

Bukan Gantikan Dokter, AI Bantu Tingkatkan Akurasi Diagnosis dan Skrining Kanker (3).png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Selain dimanfaatkan untuk deteksi kanker payudara, pemanfaatan AI di Indonesia juga digunakan untuk mempercepat proses skrining kanker paru. Hal ini juga dijelaskan oleh dr. Dewi Tantra Hardiyanto, Sp.Rad, bahwa AI dalam deteksi dini kanker paru berperan sebagai alat bantu atau second reader.

“AI itu berperan sebagai alat bantu, jadi second reader untuk menandai area paru yang mencurigakan, misalnya ditemukan pada nodul adanya kelainan, maka AI itu akan membantu memberikan gambaran supaya dokter radiologi bisa lebih cepat melihat adanya kelainan paru,” jelas Dokter Dewi, Rabu (25/2/26).

Dokter lulusan Universitas Hasanuddin tersebut juga mengatakan AI dapat mempercepat alur kerja dan pelaporan dalam proses skrining kanker. Dengan ini, pasien dapat lebih cepat dirujuk atau disarankan melakukan pemeriksaan lanjutan jika ditemukan adanya kelainan.

AI Terbukti Tingkatkan Deteksi Kanker Payudara dan Paru

Bukan Gantikan Dokter, AI Bantu Tingkatkan Akurasi Diagnosis dan Skrining Kanker.png
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Menurut data dari studi yang dipresentasikan pada ASCO Annual Meeting 2025, pemanfaatan AI sebagai pendamping penilaian HER2 terbukti meningkatkan akurasi penilaian hingga 92%.

Teknologi ini juga memperbaiki konsistensi antar pemeriksa dari 66% menjadi 82%, serta membantu meningkatkan deteksi HER2-ultra low sebesar 40% dibandingkan penilaian konvensional. 

Sementara itu, pemanfaatan AI dalam deteksi kanker paru dapat membantu menandai modul yang perlu dikaji karena tidak sebagian nodul ada yang bersifat jinak sehingga tidak membutuhkan tindakan agresif.

Pemanfaatan AI untuk deteksi kanker merupakan hasil kerja sama antara AstraZeneca dan Siloam International Hospitalis lewat software Qure.ai sebagai langkah strategis untuk mendukung tenaga medis dalam mempercepat proses pemeriksaan.

Demikian penjelasan mengenai bukan gantikan dokter, AI bantu tingkatkan akurasi diagnosis dan skrining kanker. 

Penggunaan AI dalam dunia medis ini sudah memiliki studi dalam jurnal internasional dan digunakan sebagai alat bantu, bukan pengambil keputusan yang menggantikan dokter.

Bagaimana pendapat Mama?

FAQ Seputar AI dalam Dunia Kesehatan

Apakah AI bisa mendeteksi penyakit?

AI juga digunakan dalam diagnosis penyakit melalui analisis citra medis dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Apakah dokter bisa digantikan dengan AI?

AI bisa mengambil alih tugas-tugas teknis, tetapi sisi kemanusiaan dalam praktik kedokteran tetap tak tergantikan.

Bagaimana peran AI dalam dunia kesehatan?

AI dalam kesehatan merevolusi layanan medis dengan meningkatkan efisiensi, akurasi diagnosis, dan pemantauan pasien secara real-time.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More