Siomay merupakan salah satu jajanan yang digemari banyak orang, biasanya ada di sekolah-sekolah dan dikonsumsi anak-anak.
5 Cara Membedakan Siomay Ikan Sapu-Sapu dan Ikan Tenggiri

- Siomay umumnya dibuat dari ikan tenggiri yang gurih dan kenyal, namun muncul kekhawatiran penggunaan ikan sapu-sapu karena harganya murah dan berisiko mengandung logam berat.
- Aroma, warna, tekstur, rasa, serta harga menjadi indikator utama untuk membedakan siomay berbahan ikan tenggiri dengan yang menggunakan ikan sapu-sapu.
- Konsumen disarankan lebih teliti memilih siomay agar terhindar dari bahan baku ikan sapu-sapu yang bisa menyerap zat pencemar berbahaya bagi kesehatan.
Umumnya, siomay dibuat dari campuran daging ikan tenggiri, tepung, dan bumbu yang kemudian dikukus hingga matang. Cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal membuat makanan ini menjadi favorit berbagai kalangan.
Namun, di kota besar terutama Jakarta muncul kekhawatiran terkait penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku siomay. Pasalnya, ikan sapu-sapu memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan ikan tenggiri, selain itu populasinya juga seperti hama di sungai Jakarta.
Beberapa ahli juga mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar berisiko mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karenanya harus berhati-hati mengonsumsi siomay di pinggir jalan.
Agar tidak salah pilih saat membeli siomay, berikut Popmama.com rangkum cara membedakan siomay berbahan ikan tenggiri dan ikan sapu-sapu.
Table of Content
1. Cium aromanya terlebih dahulu

Salah satu cara paling mudah membedakan siomay adalah melalui aromanya. Siomay yang dibuat dari ikan tenggiri biasanya memiliki aroma ikan laut yang segar dan gurih. Bau yang dihasilkan tidak terlalu menyengat dan cenderung menggugah selera.
Sebaliknya, siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu sering kali mengeluarkan aroma amis yang lebih tajam. Pada beberapa kasus, tercium pula bau lumpur yang cukup khas karena habitat asli ikan tersebut berada di dasar perairan.
2. Perhatikan warna siomay

Warna juga bisa menjadi petunjuk penting saat memilih siomay. Siomay berbahan ikan tenggiri umumnya berwarna putih bersih atau sedikit krem cerah. Tampilannya terlihat lebih segar dan menarik.
Sementara itu, siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu biasanya memiliki warna yang lebih kusam, keabu-abuan, atau cenderung gelap. Meski tidak selalu menjadi patokan mutlak, perbedaan warna ini bisa menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan.
3. Cek teksturnya saat digigit

Tekstur siomay ikan tenggiri dikenal kenyal tetapi tetap lembut ketika dikunyah. Serat daging ikannya terasa halus dan tidak terlalu padat. Jika disentuh, permukaannya juga biasanya sedikit lengket karena kandungan protein ikan yang cukup tinggi.
Berbeda dengan itu, siomay berbahan ikan sapu-sapu cenderung terasa lebih alot dan sangat padat. Teksturnya bisa terasa terlalu kenyal karena sering kali dicampur dengan lebih banyak tepung untuk menutupi kualitas bahan bakunya.
4. Rasakan cita rasanya

Ikan tenggiri memiliki rasa gurih alami yang khas dan sedikit manis. Karena itu, siomay tenggiri tetap terasa lezat meski tanpa tambahan penyedap yang berlebihan.
Sementara itu, siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu cenderung memiliki rasa yang lebih hambar. Bahkan, beberapa orang menyebut terdapat rasa pahit atau getir yang tertinggal di lidah. Untuk menyamarkan rasa tersebut, tidak jarang digunakan bumbu atau penyedap dalam jumlah lebih banyak.
5. Waspadai harga yang terlalu murah
Harga juga bisa menjadi indikator yang perlu dicermati. Ikan tenggiri memiliki harga pasar yang relatif tinggi sehingga siomay berbahan tenggiri umumnya dijual dengan harga yang menyesuaikan biaya produksi.
Jika menemukan siomay dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran di lokasi yang sama, konsumen sebaiknya lebih teliti. Meski harga murah tidak selalu berarti menggunakan bahan berkualitas rendah, kondisi tersebut tetap patut menjadi perhatian.
Mengapa perlu waspada?
Pada dasarnya, ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi apabila berasal dari perairan yang bersih. Namun, ikan ini dikenal sebagai pemakan dasar (bottom feeder) yang mudah menyerap berbagai zat pencemar dari lingkungannya.
Jika hidup di sungai atau perairan yang tercemar, ikan sapu-sapu berpotensi mengakumulasi logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Zat-zat tersebut tidak hilang hanya karena dimasak dan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Karena itu, penting untuk lebih teliti saat membeli makanan olahan berbahan ikan. Dengan mengenali aroma, warna, tekstur, rasa, dan harga siomay, konsumen dapat lebih bijak dalam memilih jajanan yang aman untuk dikonsumsi.
Itulah tadi cara membedakan siomay ikan sapu-sapu dan ikan tenggiri. Semoga membantu ya!


















