Setelah sukses membuka outlet di beberapa pusat perbelanjaan Jakarta, toko donat sekaligus IP lokal Butter Baby hadir di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Menariknya, terdapat juga instalasi patung karakter ikoniknya setinggi 8 meter.
Viral, Patung IP Kuliner Setinggi 8 Meter Jadi Daya Tarik Baru di Bandara Soetta

- Butter Baby resmi membuka toko di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan instalasi patung karakter setinggi 8 meter yang menarik perhatian wisatawan lokal dan internasional.
- Konsep Butter Baby dikembangkan sebagai IP kuliner Indonesia dengan cerita kuat, menggabungkan kreativitas, pengalaman interaktif, serta cita rasa lokal yang siap dibawa ke pasar global.
- Kementerian Ekonomi Kreatif RI mendukung penuh inisiatif ini sebagai simbol kebanggaan nasional dan strategi untuk memperkenalkan IP lokal Indonesia ke kancah internasional.
Jadi sorotan, peresmian patung menggemaskan tersebut disambut baik oleh Kementerian Ekonomi Kreatif RI. Tidak hanya oleh warga lokal, berbagai influencer hingga artis dari dalam dan luar negeri juga ikut meramaikan peresmian toko donat dengan instalasi unik ini.
Adanya patung berlapis logam dengan berat 7,5 ton tersebut diharapkan bakal jadi daya tarik yang meningkatkan minat wisatawan internasional ke tanah air.
Simak penjelasan selengkapnya mengenai patung IP kuliner setinggi 8 meter jadi daya tarik baru di Bandara Soetta yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
Table of Content
Dipersiapkan dengan Konsep Matang Sebelum Mendunia

Konsep yang digagas bukan hanya sekadar toko donat, tetapi telah menjadi Intellectual Property (IP) yang didaftarkan resmi di Indonesia. Penguatan cerita dan fondasi dari IP ini juga cukup kuat, menekankan Jakarta sebagai tempat di mana karakter tersebut memulai tujuan barunya ke dunia luar.
“Butter Baby merupakan butter alien dari Butterlandia yang terdampar di Jakarta, dan dia menemukan tujuan baru untuk menyelamatkan planet ini. Jakarta adalah tempat dia terjatuh, tempat di mana dia akan mulai berkelana membawa Indonesia dengannya,” tutur Nick Burch, founder Butter Baby, Jumat (19/6/26).
Kehadiran IP baru ini juga disambut positif oleh Kementerian Ekonomi Kreatif RI yang idenya telah diajukan satu setengah tahun lalu hingga akhirnya resmi didaftarkan dan mulai dikenalkan ke masyarakat luar.
Ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bahwa Indonesia bisa menjadi tempat mengembangkan ide kreatif.
“Membawa sebuah IP Indonesia yang didaftarkan di Kementerian Hukum, PT nya juga di Indonesia, ide teman-teman dari New York bersama local partner Indonesia membawa sebuah IP yang dipersiapkan secara matang untuk tidak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga dipersiapkan untuk go global,” tutur Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (19/6/26).
Hadirkan Pengalaman Unik, Bukan Sekadar ke Toko

Konsep yang digagas oleh Burch bersaudara selaku founder Butter Baby bukan sekadar menciptakan kreativitas di bidang kuliner, tetapi juga berhasil membawa cerita dan karakter yang kuat.
“Tidak hanya sekadar datang ke toko donat, tapi di situ kita merasakan experience, storytelling, pelayanannya, dan makanannya yang donatnya juga unik,” kata Menteri Rfieky.
Penyampaian yang unik ini juga menjadi salah satu keunggulan yang memberikan daya tarik tersendiri pada kuliner Indonesia. Selain menanamkan karakter dengan cerita yang kuat, donat yang tersaji juga berhasil memadukan cita rasa lokal, yang nantinya akan dibawa menuju global.
”Jadi saya sempat heran, kok ada donat rasa popcorn, kok ada croissant rasa rendang. Di sinilah mungkin bagaimana budaya Indonesia berkolaborasi dengan selera kita,” tambahnya.
Jadi Daya Tarik Baru Bagi Wisatawan Lokal dan Internasional

Dalam peresmian outlet baru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdapat beberapa spot experience yang bisa dirasakan konsumen, salah satunya permainan menarik yang berhadiah blind box karakter khusus, tiket perjalanan gratis, hingga kupon makan donat gratis selama satu tahun.
Tidak hanya itu, kehadirannya di Terminal 3 Bandara Soetta juga ditandai dengan instalasi patung karakternya yang khas dengan tinggi 8 meter. Patung berlapis logam yang beratnya hampir 8 ton tersebut berada di depan pintu utama Terminal 3 yang jadi gerbang dunia menuju Indonesia.
”Patung ini lahir menghadap ke luar karena dalam setiap langkahnya menuju dunia, Butter Baby membawa DNA Indonesia bersamanya. Keberangkatan inilah titik yang sesungguhnya,” Ucap Karen Tjahja, Head of Marketing and Business Development Butter Baby.
Didukung Penuh oleh Kementerian Ekraf Menuju Global

Harapannya, patung ini juga menjadi daya tarik baru wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Selain membawa makanan sebagai oleh-oleh, instalasi permanen ini juga dapat jadi spot yang memberikan oleh-oleh pengalaman unik bagi para wisatawan.
”Kita rasa airport ini kan sudah menjadi wajah kita. Kalau dulu biasanya pulang itu bawa makanan, oleh-oleh, kita itu juga ada experience. Ini menjadi tugas kita Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendukung IP lokal agar tumbuh tidak hanya sebagai kebanggaan nasional, tetapi juga menjadi global champion,” jelas Riefky dalam sambutannya.
Butter Baby merupakan sebuah IP global berbasis karakter yang lahir di Jakarta dengan 99 persen tim dari Indonesia.
Nick Burch dan Henry Burch secara organik menemukan Butter Baby dengan menggandeng nama-nama global seperti Jackson Wang, Bright Vachirawit, Gulf Kanawut, North West, hingga SEVENTEEN.
Itu dia penjelasan mengenai patung IP kuliner setinggi 8 meter jadi daya tarik baru di Bandara Soetta.


















