7 Cara Mengatasi Maag yang Ampuh agar Perut Kembali Nyaman

- Artikel menjelaskan bahwa maag atau dispepsia sering muncul akibat pola makan tidak teratur, menyebabkan perut terasa penuh, kembung, mual, hingga nyeri di ulu hati.
- Tujuh cara mengatasi maag meliputi mengatur porsi makan kecil tapi sering, mengunyah perlahan, menghindari makanan pemicu, kelola stres, jaga berat badan ideal, dan berhati-hati konsumsi obat.
- Jika perubahan gaya hidup belum cukup meredakan gejala, penggunaan obat seperti antasida atau resep dokter dianjurkan sesuai dosis agar produksi asam lambung tetap terkendali.
Kesibukan harian dalam mengurus rumah tangga maupun pekerjaan sering kali membuat jadwal makan menjadi berantakan.
Akibatnya, keluhan seperti perut terasa penuh, kembung, mual, hingga rasa perih atau panas di ulu hati kerap datang menyerang.
Dalam dunia medis, kumpulan gejala ketidaknyamanan pada perut bagian atas ini dikenal dengan istilah dispepsia, atau yang lebih akrab kita sebut sebagai penyakit maag.
Lalu, bagaimana cara mengatasi maag? Berikut Popmama.com sajikan 7 cara mengatasi maag yang bisa kamu terapkan dengan mudah di rumah.
Table of Content
1. Ubah pola makan

Langkah pertama yang paling mendasar adalah mengatur ulang makanan yang masuk ke dalam perut dalam satu waktu.
Mengutip dari carygastro, makan dalam porsi besar sekaligus akan membuat lambung meregang secara berlebihan dan bekerja ekstra keras untuk mencerna makanan.
Tekanan di dalam perut pun akan meningkat, yang memicu timbulnya rasa begah dan nyeri. Sebagai solusinya, kamu bisa mengubah pola makan menjadi porsi yang lebih kecil, tetapi dengan frekuensi yang lebih sering, misalnya lima hingga enam kali sehari.
Cara ini terbukti ampuh menjaga lambung agar tidak kosong terlalu lama sekaligus meringankan beban kerjanya.
2. Kunyah makanan secara halus

Setelah menyesuaikan porsinya, cara kamu menikmati makanan juga tak kalah penting. Proses pencernaan sebenarnya tidak dimulai di lambung, melainkan di dalam mulut.
Ketika kamu makan terlalu cepat atau terburu-buru menelan, makanan yang masuk ke lambung masih dalam ukuran besar.
Selain itu, makan terburu-buru juga membuat udara lebih banyak ikut tertelan. Keduanya merupakan kombinasi sempurna penyebab perut kembung dan maag.
Oleh karena itu, biasakanlah untuk mengunyah makanan secara perlahan hingga benar-benar halus sebelum menelannya.
3. Kenali dan hindari makanan serta minuman pemicu

Transisi menuju perut yang nyaman tidak akan berhasil jika kamu masih sering mengonsumsi asupan yang mengiritasi lambung.
Setiap orang mungkin memiliki pemicu yang berbeda, tetapi secara umum, makanan berlemak tinggi, berminyak, serta makanan pedas dan asam adalah musuh utama lambung.
Tidak hanya makanan, minuman seperti kopi (kafein), teh pekat, minuman bersoda, hingga cokelat dan alkohol juga diketahui dapat memicu gejala maag.
Mulailah mencatat makanan atau minuman apa saja yang sering memicu rasa perih di perut, lalu batasi atau hindari konsumsinya sama sekali demi kenyamanan pencernaan kamu.
4. Kelola stres

Tahukah kamu bahwa perut dan otak memiliki jalur komunikasi yang sangat erat? Sistem saraf pada saluran cerna sangat sensitif terhadap emosi.
Ketika kamu merasa cemas, panik, atau stres karena tekanan pekerjaan dan rutinitas rumah, produksi asam lambung bisa meningkat drastis.
Cobalah untuk mencari waktu sejenak di tengah kesibukan (me time) untuk melakukan hal yang menenangkan, seperti latihan pernapasan dalam, yoga, membaca buku, atau sekadar mendengarkan musik santai.
5. Jaga berat badan ideal dan rutin berolahraga

Selain faktor makanan dan pikiran, kondisi fisik secara keseluruhan juga sangat memengaruhi kesehatan pencernaan.
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan tekanan ekstra pada rongga perut. Tekanan inilah yang sering kali mendorong asam lambung naik atau membuat lambung terasa tidak nyaman.
Untuk mengatasinya, kamu disarankan untuk berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit setiap hari.
Selain membantu menjaga berat badan tetap ideal, olahraga juga memperlancar metabolisme dan pergerakan usus, sehingga proses pencernaan menjadi lebih optimal.
6. Hati-hati dalam mengonsumsi obat pereda nyeri

Sering kali kita tanpa sadar mengonsumsi obat-obatan yang justru menjadi dalang di balik sakit maag.
Beberapa jenis obat, terutama obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin, diketahui dapat mengikis lapisan pelindung dinding lambung jika dikonsumsi terlalu sering atau saat perut kosong.
Jika kamu sedang dalam masa pengobatan tertentu dan mulai merasakan gejala dispepsia, segera konsultasikan hal ini dengan dokter.
Dokter biasanya akan meresepkan jenis obat pereda nyeri lain yang lebih ramah di lambung.
7. Gunakan obat sesuai anjuran

Jika kamu sudah melakukan berbagai perubahan gaya hidup di atas, tetapi gejala tak kunjung mereda, langkah selanjutnya adalah menggunakan bantuan medis.
Obat-obatan bebas seperti antasida dapat membantu menetralkan asam lambung dengan cepat.
Untuk penanganan yang lebih kuat, dokter mungkin akan meresepkan obat golongan penghambat pompa proton (PPI) atau H2 blocker yang berfungsi menurunkan produksi asam lambung secara efektif.
Pastikan kamu selalu mengikuti anjuran dan dosis dari dokter agar pengobatan berjalan maksimal.
Nah, itulah pembahasan mengenai 7 cara mengatasi maag. Semoga bermanfaat, Ma.
FAQ Seputar Cara Mengatasi Maag
| Apakah sakit lambung bisa menyebabkan sakit jantung? | Gangguan lambung seperti Gastroesophageal Reflux Disease dapat menimbulkan nyeri dada yang mirip dengan gejala penyakit jantung, seperti rasa terbakar di dada (heartburn). Namun, kondisi ini berbeda dengan penyakit jantung. Meski begitu, jika nyeri dada terasa berat atau menjalar, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk memastikan penyebabnya. |
| Bagaimana cara menghilangkan maag tanpa obat? | Untuk meredakan gastritis tanpa obat, kamu bisa mulai dengan makan teratur, menghindari makanan pedas, asam, dan berlemak, serta mengelola stres. Selain itu, perbanyak minum air putih, hindari begadang, dan usahakan tidak langsung berbaring setelah makan agar gejala tidak kambuh. |
| Asam lambung, bolehkah minum rebusan jahe? | Penderita Gastroesophageal Reflux Disease umumnya boleh mengonsumsi rebusan jahe dalam jumlah wajar, karena jahe dapat membantu meredakan mual dan memberikan efek hangat pada tubuh. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing. |


















