“Manusia itu hidup mengikuti latar belakangnya, jadi kita menormalisasikan apa yang dirasakan sejak kecil sembari berkembang. Dari situ sudut pandang yang ingin saya ambil adalah cinta.
Kisah Personal Lomba Sihir di Album Deluxe Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi

Lomba Sihir merilis album deluxe Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada 4 September 2026, melanjutkan album 2025 dengan lima lagu baru dari para personelnya.
Lagu-lagunya mengangkat pengalaman personal: pengaruh keluarga terhadap cinta, tekanan memenuhi ekspektasi orang terdekat, serta dukungan bagi seseorang yang hanya bisa menyaksikan kebahagiaan dari jauh.
Album ini juga membahas pertanyaan tentang pasangan dan kemungkinan kehilangan dalam rumah tangga, serta upaya memahami masalah, perubahan hidup, dan memperbaiki diri sedikit demi sedikit.
Lomba Sihir kembali membuka cerita personal lewat album deluxe terbaru mereka, Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi, yang dirilis pada 4 September 2026.
Album ini menjadi perpanjangan dari Obrolan Jam 3 Pagi yang dirilis pada 2025. Kali ini, Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Hindia menghadirkan lima lagu baru yang masih membawa semangat “obrolan” di antara para personelnya.
Menariknya, cerita dalam lima lagu tersebut terasa cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara seseorang memahami cinta berdasarkan keluarga, berusaha memenuhi ekspektasi orang-orang terdekat, sampai menghadapi perubahan dalam rumah tangga dan kehidupan pribadi.
Berikut Popmama.com rangkum cerita personal di balik lagu-lagu baru Lomba Sihir.
Table of Content
1. “Cerita Cinta” membahas cara keluarga membentuk pandangan tentang cinta

Dok. Lomba Sihir/@valleryyss Lewat “Cerita Cinta”, Natasha Udu mengangkat bagaimana seseorang dapat tumbuh dengan menganggap hal-hal tertentu sebagai sesuatu yang normal karena terbiasa melihatnya sejak kecil.
Kondisi keluarga dan lingkungan tempat seseorang tumbuh pada akhirnya dapat memengaruhi cara mereka memandang cinta dan hubungan. Sesuatu yang dianggap biasa bagi satu orang belum tentu memiliki arti yang sama bagi orang lain.
Udu menjelaskan bahwa lagu ini mengambil sudut pandang seseorang yang berusaha mempertahankan perasaannya, tetapi kemudian mulai memahami perspektif lain setelah mendengarkan cerita dari teman-temannya.
Banyak orang hidup melihat beberapa hal normal banget di keluarga mereka, padahal mungkin bagi orang lain enggak. Dan di lagu ini sifatnya lebih ke defensif, membela diri sendiri: ‘Ini yang saya rasakan.
Kamu seharusnya terima.’ Cuma, saat mendengar sudut pandang lain dari teman-teman, akhirnya kita sama-sama bisa saling mengerti dan refleksi diri,” ujar Udu.
Cerita tersebut membuat “Cerita Cinta” tidak hanya berbicara mengenai hubungan romantis, tetapi juga bagaimana pengalaman sejak kecil dapat ikut membentuk seseorang ketika menjalani hubungan saat dewasa.
2. “Hampir” tentang sulitnya membahagiakan keluarga dan orang-orang terdekat

Dok. Lomba Sihir/@valleryyss Setiap orang mungkin pernah berada dalam posisi ingin memenuhi harapan banyak pihak sekaligus. Namun, ketika kepentingan dan ekspektasi tersebut berbeda, seseorang bisa merasa seolah-olah tidak pernah benar-benar berhasil membahagiakan siapa pun. Situasi seperti ini menjadi inti cerita dalam lagu “Hampir”.
Tristan Juliano menggambarkan kondisi ketika seseorang harus membagi perhatian antara dua pihak yang sama-sama penting dalam hidupnya. Contohnya dapat terjadi dalam keluarga, seperti ketika seseorang harus memenuhi harapan pasangan sekaligus orangtua.
“Ada kalanya seseorang itu terbagi atas kewajiban untuk memenuhi ekspektasi dari dua entitas berbeda. Misalnya, antara istri dengan ibu. Atau kebahagiaan mitra kerja dan sahabat. Kadang-kadang kita enggak bisa benar-benar memenuhi ekspektasi mereka, dan kadang-kadang merasa membatin, ‘Kok saya selalu hampir?’” kata Tristan.
Cerita tersebut terasa dekat dengan kehidupan orang dewasa yang mulai memiliki banyak peran sekaligus. Menjadi pasangan, anak, orangtua, sahabat, maupun rekan kerja dapat menghadirkan ekspektasi yang berbeda-beda.
“Hampir” kemudian menjadi gambaran tentang perasaan ketika seseorang sudah berusaha melakukan yang terbaik, tetapi tetap merasa belum cukup bagi orang-orang di sekitarnya.
3. “Vas Bunga” bercerita tentang seseorang yang hanya bisa melihat kebahagiaan dari jauh

Dok. Lomba Sihir/@valleryyss Tidak semua orang yang menyayangi kita selalu bisa berada di tengah-tengah perjalanan hidup yang sedang dijalani.
Hal tersebut menjadi cerita dalam “Vas Bunga”, yang menggambarkan seseorang dari lingkaran Lomba Sihir yang hanya dapat melihat perkembangan dan kebahagiaan mereka dari kejauhan.
Enrico Octaviano menjelaskan bahwa sosok tersebut tetap ikut merasa bahagia, meskipun tidak bisa hadir langsung dalam berbagai momen yang dijalani anggota lainnya.
“‘Vas Bunga’ adalah lagu tentang salah satu dari perkumpulan kami yang cuma bisa melihat dari jauh perkembangan kami. Dia enggak berada di tengah-tengah kesenangan itu. Dia ikut senang dari jauh,” ujar Enrico.
Hindia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya adalah sosok yang menulis lagu tersebut. Kondisi ini berkaitan dengan kesibukannya yang membuat ia cukup jarang tampil bersama Lomba Sihir.
Meski begitu, jarak bukan berarti membuat seseorang berhenti merasa terhubung. Ada kalanya dukungan tetap diberikan dari jauh, meski tidak selalu terlihat secara langsung.
4. “Di Seberang” lahir dari pertanyaan tentang pasangan dan kehidupan rumah tangga

Dok. Lomba Sihir/@valleryyss “Di Seberang” menjadi salah satu lagu yang sudah lebih dahulu diperkenalkan kepada pendengar pada 15 Juli 2026. Lagu ini memiliki cerita yang cukup personal bagi Enrico. Ia mengungkapkan bahwa ide di balik lagu tersebut berasal dari berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan rumah tangganya.
Salah satu pertanyaan yang menjadi pemicu adalah mengenai apa yang akan terjadi jika salah satu pasangan pergi lebih dulu.
“Lagu ini datang dari pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di rumah tangga saya, kayak, ‘Kalau aku mati duluan, nanti kita bagaimana?’” kata Enrico.
Dalam prosesnya, Hindia turut membantu Enrico menulis lirik lagu tersebut. Hindia menggambarkan dirinya sebagai “kendaraan” bagi Enrico untuk mengeluarkan perasaan yang ingin disampaikan melalui lagu.
Cerita tersebut membuat “Di Seberang” terasa seperti refleksi mengenai pasangan, kehidupan bersama, kehilangan, dan pertanyaan-pertanyaan besar yang terkadang muncul ketika seseorang membayangkan masa depan bersama orang yang dicintainya.
5. “Sedikit demi Sedikit” mengajak berdamai dengan perubahan dalam hidup

Dok. Lomba Sihir Lagu terakhir, “Sedikit demi Sedikit”, bercerita tentang seseorang yang sedang mencoba memahami berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.
Rayhan Noor menggambarkan sosok dalam lagu ini sebagai seseorang yang mulai menyadari bahwa berbagai masalah dapat menumpuk tanpa disadari. Mulai dari pertemanan yang tiba-tiba rusak, cita-cita yang tidak berjalan sesuai harapan, hingga kondisi tubuh yang perlahan berubah seiring bertambahnya usia.
“Orang yang sedang berusaha memahami sesuatu di hidupnya dan mencoba membaca apa yang terjadi di sekitarnya, kayak pertemanan yang tiba-tiba rusak, cita-cita yang hancur gara-gara dia sendiri, atau badan yang sudah mulai enggak sekuat dulu. Itu semuanya kan menumpuk menjadi sesuatu. Orang ini ingin memperbaiki dirinya: ‘saya mau tinggalkan semua ini sebelum saya kehilangan lebih banyak lagi,’” kata Rayhan.
Cerita tersebut terasa seperti fase refleksi yang mungkin dialami banyak orang ketika mulai memasuki tahap kehidupan yang berbeda.
Alih-alih terus membawa semua persoalan, ada keinginan untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit sebelum kehilangan lebih banyak hal yang berarti.
Lima lagu dalam Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi akhirnya menjadi ruang bagi para personel Lomba Sihir untuk membicarakan hal-hal yang lebih personal.
Mereka tidak hanya membuat musik bersama, tetapi juga saling mendengarkan, memberikan sudut pandang, dan merespons cerita satu sama lain.
Hindia mengatakan bahwa edisi deluxe ini membuat pendengar dapat melihat kedalaman baru dari Lomba Sihir karena penulisan dalam lima lagu tersebut terasa lebih detail.
Sementara itu, Rayhan berharap album ini dapat membuat pendengar melihat lebih dekat kehidupan mereka sendiri.
Pada akhirnya, Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi bukan hanya kumpulan lagu tambahan. Album ini seperti percakapan yang diperpanjang—tentang keluarga, pasangan, pertemanan, kehilangan, perubahan, dan proses memahami diri sendiri.
Seperti yang disampaikan Udu, Lomba Sihir tidak berharap lagu-lagu mereka harus disukai semua orang. Namun, mereka berharap karya tersebut dapat menemani keseharian pendengar atau bahkan membantu mereka yang merasa memiliki cerita serupa.





















