Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Ciri-Ciri Kanker Darah Stadium 4, dari Anemia hingga Kelelahan
Pexels/Anna Shvets
  • Ciri-ciri kanker darah stadium akhir yang dapat muncul antara lain anemia, perdarahan berulang, infeksi yang terjadi berulang, dan kelelahan ekstrem.

  • Penurunan berat badan dan massa otot akibat cancer cachexia dapat membuat penderita tampak semakin kurus, lemah, dan kehilangan energi.

  • Berbagai gejala yang muncul pada stadium akhir membutuhkan perhatian medis agar penderita mendapatkan perawatan dan penanganan sesuai kondisinya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kanker darah stadium 4 bisa membuat orang sangat sakit. Mereka bisa kurang darah, sering mimisan atau gusi berdarah, lalu badan jadi kurus dan lemah. Mereka juga mudah kena infeksi. Rasa lelahnya sangat berat walau sudah tidur. Dokter memberi pengobatan untuk membantu mengurangi keluhan dan menjaga hidup pasien.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika kanker darah berkembang ke tahap akhir atau stadium 4, kondisi tubuh penderita bisa mengalami berbagai perubahan.

Gejala yang muncul terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya dan membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif.

Lantas, apa saja tanda yang dapat muncul pada kanker darah stadium 4? Simak 5 ciri-ciri kanker darah stadium 4 yang telah dirangkum oleh Popmama.com berikut ini.

1. Anemia

Magnific/jcomp

Anemia bisa menjadi salah satu kondisi yang dialami pada kanker darah stadium akhir, terutama karena kanker dapat mengganggu fungsi sumsum tulang yang bertugas memproduksi sel darah merah.

Ketika produksi sel darah merah menurun, tubuh kekurangan hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan.

Pada kanker darah stadium akhir, anemia juga dapat semakin berat akibat perkembangan penyakit, perdarahan, atau efek samping pengobatan tertentu.

2. Pendarahan berulang

Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

Pendarahan berulang umumnya berkaitan dengan rendahnya jumlah trombosit akibat terganggunya fungsi sumsum tulang dalam memproduksi sel darah yang sehat.

Trombosit berperan penting dalam membantu proses pembekuan darah. Ketika jumlahnya menurun, tubuh menjadi lebih sulit menghentikan perdarahan sehingga penderita kanker darah dapat mengalami mimisan berulang, gusi berdarah, atau perdarahan yang sulit berhenti.

3. Badan yang kurus dan lemah

Pexels/Tima Miroshnichenko

Pada penderita kanker darah stadium akhir, tubuh yang semakin kurus dapat berkaitan dengan cancer cachexia.

Dilansir dari Cleveland Clinic, cancer cachexia adalah kondisi hilangnya berat badan dan massa otot pasien kanker darah stadium akhir.

Kondisi inilah yang pada akhirnya membuat tubuh pasien kanker darah tampil lebih kurus dan lemah.

4. Sering terjadi infeksi

Pexels/cottonbro studio

Dikutip dari laman Leukemia Foundation, sumsum tulang dapat menghasilkan banyak sel darah putih abnormal yang tidak bekerja dengan baik untuk melawan infeksi. Di saat yang sama, produksi sel darah putih sehat bisa berkurang.

Hal tersebut menyebabkan pertahanan tubuh melemah sehingga seseorang lebih mudah mengalami infeksi berulang dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

5. Kelelahan ekstrem

Pexels/Tima Miroshnichenko

Kelelahan ekstrem dapat menjadi salah satu kondisi yang dialami penderita kanker darah stadium akhir. Rasa lelah ini bisa terasa sangat berat dan tidak membaik meski sudah cukup tidur atau beristirahat.

Kelelahan ekstrem dapat dipengaruhi oleh anemia, metastasis sel kanker, infeksi berulang, hingga efek samping pengobatan.

Penderita bisa merasa sangat lemas, kekurangan energi, dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Itulah 5 ciri-ciri kanker darah stadium 4, mulai dari anemia hingga kelelahan ekstrem. Pengobatan yang dijalani dapat membantu mengendalikan gejala dan menjaga kualitas hidup pasien.

Curated For You

Editorial Team

Related Article