Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
23 Daftar Bola Official Piala Dunia dari Masa ke Masa, Apa Saja?
Wikimedia Commons/Mr.ちゅらさん
  • Artikel ini menelusuri evolusi 23 bola resmi Piala Dunia sejak 1930, menyoroti perubahan desain, bahan, dan teknologi yang terus berkembang di setiap edisi turnamen.

  • Dari T-Model Uruguay hingga Trionda 2026, setiap bola mencerminkan inovasi unik, mulai dari penghapusan tali kulit, penggunaan bahan sintetis, hingga integrasi chip digital NFC.

  • Inovasi visual dan simbolik juga menjadi sorotan, seperti desain ikonik Telstar hitam-putih, warna nasional Tricolore Prancis, hingga konsep ramah lingkungan Al Rihla dari Qatar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sepak bola bukan sekadar permainan 11 lawan 11 di atas lapangan rumput. Ada satu instrumen penting  yang sering kali menjadi pusat perhatian sekaligus kunci dari setiap gol indah yang tercipta, yaitu bola itu sendiri. 

Kalau kamu perhatikan, bola yang digunakan dalam ajang bergengsi empat tahunan ini tidak pernah sama dan selalu menyimpan cerita unik serta inovasi canggih di baliknya.

Melansir dari situs resmi FIFA, bola telah berevolusi jauh dari sekadar bongkahan kulit bertekstur kasar menjadi mahakarya berteknologi tinggi yang memanjakan mata sekaligus memudahkan para  pemain. 

Bagi kamu yang penasaran bagaimana wujud dan kisah di baliknya, berikut Popmama.com merangkum 23 daftar bola official Piala Dunia dari masa ke masa. Yuk, simak sampai habis!

1. Uruguay 1930: T-Model

FIFA.com

Turnamen edisi perdana ini punya kisah yang sangat unik. Pada masa itu belum ada standardisasi bola resmi. Puncaknya terjadi di laga final saat Argentina dan Uruguay sempat berdebat sengit soal bola mana yang akan dipakai. 

Sebagai jalan tengah, babak pertama menggunakan bola milik Argentina, sedangkan babak kedua menggunakan bola T-Model andalan Uruguay yang sedikit lebih berat dan sukses mengantar sang tuan rumah menjadi juara pertama!

2. Italia 1934: Federale 102

Wikimedia Commons/MDBR

Empat tahun berselang, Federale 102 buatan Italia membawa perubahan penting untuk keamanan pemain. Pada era tersebut, menyundul bola berbahan kulit tebal dengan tali pengikat (mirip tali sepatu) bisa bikin kepala cedera. 

Federale 102 mengganti tali kulit dengan jahitan benang katun yang jauh lebih lembut agar pemain merasa lebih nyaman saat berduel di udara.

3. Prancis 1938: Allen

Wikimedia Commons/MDBR

Piala Dunia pindah ke Prancis, begitu juga produsen bolanya. Bola Allen ini sebenarnya memiliki bentuk yang menyerupai Federale 102. 

Namun, inilah pertama kalinya sebuah perusahaan diizinkan meletakkan bola bermerek mereka di titik tengah lapangan sebelum laga final dimulai, murni sebagai strategi promosi.

4. Brasil 1950: Superball Duplo T

Wikimedia Commons/MDBR

Setelah turnamen sempat terhenti cukup lama akibat Perang Dunia II, sepak bola kembali bergeliat dengan hadirnya Superball Duplo T. 

Bola ini mencatat sejarah besar sebagai bola tanpa tali pengikat pertama. Adanya katup pompa (pentil) tersembunyi membuat bola tak perlu lagi dibongkar dan dipompa secara manual dari luar selama pertandingan.

5. Swiss 1954: Swiss World Champion

Wikimedia Commons/Leoguz

Sesuai namanya, Swiss World Champion mulai meninggalkan tren bola berwarna cokelat gelap. Bola ini tampil mencolok dengan warna kekuningan yang cerah dari 18 panel yang dijahit saling mengunci.

Berkat desain baru tersebut, bentuknya diklaim jauh lebih bulat dan konsisten ketimbang para pendahulunya.

6. Swedia 1958: Top Star

Wikimedia Commons/Leoguz

Tahukah kamu kalau bola ini terpilih lewat jalur "audisi"? Menjelang turnamen, FIFA membuat sayembara buta yang diikuti oleh 102 bola tanpa merek. 

Hasilnya, bola bernomor urut 55 yang kemudian diberi nama Top Star berhasil menang. Bola inilah yang jadi saksi bisu kehebatan seorang Pele muda saat membawa Brasil menjadi juara.

7. Chili 1962: Mr. Crack

Wikimedia Commons/MDBR

Meski namanya terdengar cukup nyeleneh, Mr. Crack membawa inovasi berupa panel oktagonal (segi delapan) dan heksagonal (segi enam). 

Sayangnya, bola ini mendapat respons kurang baik dari para pemain Eropa karena materialnya dinilai cepat berat dan rusak saat digunakan di lapangan yang basah.

8. Inggris 1966: Challenge 4-Star

Wikimedia Commons/Ben Sutherland

Sebagai tanah kelahiran sepak bola modern, tuan rumah Inggris sangat perfeksionis. Challenge 4-Star dipilih setelah melewati serangkaian tes ketat, mulai dari uji kebulatan, pantulan, hingga daya tahan terhadap tekanan angin. 

Ketelitian ini sepertinya membawa tuah, karena Inggris sukses meraih gelar juara dunia pertama mereka di rumah sendiri.

9. Meksiko 1970: Telstar

Wikimedia Commons/Zac allan

Nah, ini dia sang legenda yang selamanya mengubah wajah sepak bola! Adidas pertama kali masuk sebagai pemasok resmi dan melahirkan Telstar. 

Desain 32 panel hitam-putih ini sengaja dibuat agar bola terlihat sangat mencolok di layar kaca, mengingat kala itu siaran televisi dunia masih didominasi oleh warna hitam-putih.

10. Jerman Barat 1974: Telstar Durlast

Wikimedia Commons/Haeferl

Melanjutkan kesuksesan sebelumnya, Telstar Durlast hadir dengan desain yang hampir identik. Bedanya, kali ini Adidas melapisi bola dengan bahan durlast khusus yang berfungsi untuk menahan air. 

Hasilnya, bola menjadi jauh lebih awet dan tidak gampang basah meski dimainkan di cuaca yang kurang bersahabat untuk permainan sepak bola.

11. Argentina 1978: Tango Durlast

Wikimedia Commons/Zac allan

Mulai berbeda dengan gaya Telstar, muncullah Tango Durlast yang memperkenalkan desain ilusi optik ikonik dari 20 panel. Polanya membentuk lingkaran-lingkaran saling terhubung saat bola berputar kencang.

Pola cantik yang catchy ini sangat disukai hingga terus dijadikan cetak biru bola Adidas selama beberapa dekade ke depan.

12. Spanyol 1982: Tango España

Wikimedia Commons/Warren Rohner

Tango España menutup sebuah era karena menjadi bola resmi terakhir di Piala Dunia yang seluruhnya masih menggunakan bahan kulit asli. 

Inovasi terbesarnya ada pada sistem jahitan karet kedap air untuk mencegah air merembes masuk secara drastis saat hujan turun.

13. Meksiko 1986: Azteca

Wikimedia Commons/Zac allan

Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, azteca mencetak sejarah sebagai bola Piala Dunia pertama yang 100% menggunakan bahan sintetis. 

Polanya sangat unik dan bernilai seni tinggi karena terinspirasi langsung dari kemegahan arsitektur peradaban kuno Aztec di Meksiko.

14. Italia 1990: Etrusco Unico

Wikimedia Commons/Liondartois

Pada Piala Dunia di Italia 1990, bahan yang digunakan semakin canggih dan futuristik. Etrusco Unico menambahkan lapisan busa poliuretan di bagian dalamnya. 

Hal ini membuat laju bola menjadi jauh lebih ringan dan melesat lebih cepat di udara. Motif luarnya pun menawan, menampilkan trio kepala singa khas peninggalan seni Etruska dari sejarah Italia.

15. Amerika Serikat 1994: Questra

Wikimedia Commons/Zac allan

Di Piala Dunia Amerika Serikat 1994 digunakan bola bernama Questra. Diambil dari frasa "quest for the stars", Questra memiliki tema eksplorasi luar angkasa yang kental. 

Dirancang dengan teknologi aerospace, bola ini terasa lebih empuk sehingga nyaman dikontrol oleh kaki pemain, namun mampu melaju secepat kilat saat dieksekusi ke arah gawang.

16. Prancis 1998: Tricolore

Wikimedia Commons/Liondartois

Tricolore menandai sebuah revolusi visual. Inilah bola berwarna pertama dalam sejarah Piala Dunia! Mengusung perpaduan warna biru, putih, dan merah, desainnya sangat lekat dengan bendera kebanggaan Prancis serta siluet ayam jantan yang menjadi simbol nasional mereka. 

Dan pada tahun itu juga, tuan rumah Prancis keluar sebagai juara untuk pertama kalinya setelah mengalahkan raksasa Amerika Latin, Brasil.

17. Korea Selatan & Jepang 2002: Fevernova

Wikimedia Commons/Nicola

Berpindah ke benua Asia, Fevernova sukses mematahkan tradisi desain pola Tango yang sudah melekat puluhan tahun. 

Tampil dengan warna emas cerah, merah, dan hijau, bola ini terasa sangat ringan. Meski sempat dikritik karena terbang terlalu melayang, bola ini melahirkan banyak gol jarak jauh yang spektakuler.

18. Jerman 2006: Teamgeist

Wikimedia Commons/Kandschwar

Untuk membuat bentuk bola bulat sempurna tanpa banyak tonjolan, Adidas memangkas drastis jumlah panel dari 32 menjadi hanya 14 lembar pada Teamgeist. 

Hasilnya, ke arah mana pun kamu menendangnya, pantulan dan respons bola ini akan terasa sangat konsisten. Uniknya lagi, pada laga final edisi ini desain warna bolanya menggunakan warna emas.

19. Afrika Selatan 2010: Jabulani

Wikimedia Commons/Shawn Smith

Dari semua daftar di sini, Jabulani mungkin yang paling kontroversial! Hanya dibekali delapan panel demi bentuk super bulat, pergerakan Jabulani di udara justru sangat tidak tertebak. 

Arahnya yang gemar berbelok tiba-tiba sukses membuat banyak kiper kelas dunia mati kutu dan frustrasi untuk membaca arah bola.

20. Brasil 2014: Brazuca

Wikimedia Commons/Clément Bucco-Lechat

Nama Brazuca dipilih berdasarkan hasil voting jutaan penggemar sepak bola di Brasil. Belajar dari kontroversi edisi sebelumnya, Brazuca hadir dengan enam panel asimetris yang didesain menyerupai baling-baling. 

Bola ini menuai banyak pujian karena sangat stabil dan gampang dikontrol, dan salah satu momen gol paling diingat adalah sepakan keras James Rodriguez dari luar kotak penalti saat Kolombia berjumpa Uruguay di babak 16 besar.

21. Rusia 2018: Telstar 18

Wikimedia Commons/Дмитрий Садовников

Membawa nuansa nostalgia dari Telstar 1970, bola ini kembali dengan corak hitam putih namun dibalut efek piksel digital yang kekinian. 

Kerennya lagi, Telstar 18 ditanami kepingan chip NFC di dalamnya, lho! Fitur ini memungkinkan penonton berinteraksi dengan bola secara digital menggunakan ponsel mereka.

22. Qatar 2022: Al Rihla

Wikimedia Commons/HyperionLEO

Berarti "Perjalanan" dalam bahasa Arab, desain Al Rihla mengambil inspirasi dari perahu dhow tradisional dan arsitektur megah Qatar. 

Bola ini sangat ramah lingkungan karena murni menggunakan tinta dan lem berbasis air. Selain itu, Al Rihla diklaim sebagai bola dengan laju di udara tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia.

23. Amerika Serikat, Meksiko, & Kanada 2026: Trionda

Wikimedia Commons/UKinUSA

Menyambut sejarah baru dengan tiga negara tuan rumah, lahirlah Trionda yang memiliki arti "Tiga Gelombang". Desain panel geometris cerahnya merayakan persatuan lintas batas. 

Kamu bisa menemukan ikon-ikon kebanggaan tuan rumah di permukaannya: daun maple (Kanada), elang (Meksiko), dan bintang (Amerika Serikat).

Nah, itulah pembahasan mengenai 23 daftar bola official Piala Dunia dari masa ke masa. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article