Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Daftar Negara yang Terapkan WFH untuk Menghemat BBM
Freepik.com/freepik
  • Kenaikan harga BBM global mendorong sejumlah negara menerapkan kembali sistem kerja dari rumah untuk menekan konsumsi energi dan penggunaan kendaraan bermotor.
  • India, Pakistan, Bangladesh, Filipina, Thailand, dan Indonesia menjadi contoh negara yang mengadopsi WFH sebagai strategi efisiensi energi sekaligus pengurangan kemacetan serta polusi.
  • Pemerintah di tiap negara menyesuaikan kebijakan WFH dengan kondisi lokal, mulai dari sektor digital hingga ASN, demi mencapai penghematan bahan bakar dan peningkatan efektivitas kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai belahan dunia tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, namun juga memengaruhi kebijakan kerja di banyak negara.

Untuk menekan konsumsi energi, sejumlah pemerintah mulai kembali melirik skema work from home (WFH) sebagai solusi yang dinilai efektif dan mudah diterapkan.

Kebijakan ini bukan sekadar tren yang muncul saat pandemi lalu, melainkan menjadi strategi jitu untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, terutama perjalanan harian menuju kantor yang menjadi alasan besar penggunaan energi BBM. Dengan bekerja dari rumah, penggunaan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dapat ditekan secara signifikan.

Beberapa negara bahkan sudah lebih dulu menerapkan kebijakan ini sebagai langkah menghadapi krisis energi. Kira-kira negara apa saja, ya? 

Berikut Popmama.com siapkan 6 daftar negara yang terapkan WFH untuk menghemat BBM. Simak berikut ini.

1. India

Freepik.com/freepik

India menjadi salah satu negara yang cukup cepat mendorong kebijakan kerja fleksibel, termasuk WFH.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan tingkat penggunaan transportasi yang tinggi, hal ini menjadi alasan terbesar penggunaan energi BBM di negara tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah dan sejumlah perusahaan mulai menerapkan sistem kerja dari rumah, terutama untuk sektor yang memungkinkan dilakukan secara digital.

Hasilnya, langkah ini tidak hanya membantu menekan penggunaan bahan bakar, tetapi juga mengurangi kemacetan di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai yang selama ini dikenal padat.

2. Pakistan

Gettyimages.com

Pakistan juga termasuk negara yang telah menerapkan kebijakan serupa sebagai respons terhadap krisis energi yang cukup serius.

Pemerintah Pakistan bahkan sempat mengimbau penerapan WFH untuk beberapa hari dalam seminggu, khususnya bagi instansi pemerintah dan sektor pendukung. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi BBM nasional yang terus meningkat.

Tidak hanya itu, pembatasan aktivitas kerja di kantor juga menjadi langkah yang diambil untuk melakukan penghematan energi secara menyeluruh, termasuk pengurangan penggunaan listrik di gedung-gedung perkantoran.

3. Bangladesh

Nytimes.com

Tidak jauh berbeda dengan Pakistan, Bangladesh juga ikut mendorong sistem kerja dari rumah.

Sebagai negara berkembang dengan kebutuhan energi yang terus meningkat, pemerintah Bangladesh melihat WFH sebagai solusi praktis untuk mengurangi konsumsi BBM.

Selain penerapan kerja jarak jauh, pemerintah juga mengatur jam kerja yang lebih singkat untuk menghemat energi secara keseluruhan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa penghematan energi tidak hanya dilakukan dari satu sisi, tetapi juga melalui kombinasi berbagai langkah.

4. Filipina

Onenews.ph

Dari kawasan Asia Tenggara, Filipina menjadi salah satu negara yang lebih dulu menerapkan kebijakan WFH untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Pemerintah Filipina mendorong perusahaan, khususnya di sektor BPO (Business Process Outsourcing) dan layanan digital, untuk mempertahankan sistem kerja hybrid atau penuh dari rumah.

Dengan berkurangnya tenaga kerja yang biasanya melakukan perjalanan jauh setiap hari, kebijakan ini dinilai efektif dalam menekan penggunaan BBM sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kota-kota besar seperti Manila.

5. Thailand

Bangkokpost.com

Menyusul Filipina, Thailand juga ikut mengadopsi kebijakan serupa dengan mendorong masyarakat untuk bekerja dari rumah dalam kurun waktu tertentu.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi lonjakan harga energi global. Selain itu, WFH juga dinilai mampu membantu mengurangi polusi udara yang kerap menjadi masalah di beberapa wilayah perkotaan.

Dengan kombinasi antara efisiensi energi dan dampak lingkungan yang lebih baik, kebijakan ini menjadi solusi yang cukup relevan bagi Thailand.

6. Indonesia

Pexels.com/el jusuf

Menyusul berbagai negara tersebut, Indonesia juga melihat celah dan keuntungan dari penerapan sistem kerja ini. 

Dengan mendorong ASN maupun sebagian sektor kerja untuk menerapkan WFH atau sistem hybrid, pemerintah berharap konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara bertahap.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan serta memberikan efisiensi waktu bagi pekerja. Meski tergolong baru dibandingkan negara lain, langkah ini menjadi tanda bahwa Indonesia mulai beradaptasi dengan strategi global dalam menghadapi tantangan energi.

Itu dia 6 daftar negara yang terapkan WFH untuk menghemat BBM. Kamu juga bisa membantu penghematan energi melalui langkah kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan menggunakan transportasi umum atau kendaraan ramah lingkungan lainnya.

FAQ Tentang Negara yang Terapkan WFH untuk Menghemat BBM

1. Apakah BUMN juga WFH?

Ya, BUMN diimbau menerapkan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu, berdasarkan Surat Edaran Menaker No. M/6/HK.04/III/2026 dan SE Kepala BP BUMN Nomor 3 Tahun 2026.

2. Apa saja keuntungan kerja jarak jauh?

Jadwal kerja jarak jauh dan fleksibel tidak hanya memberikan kepuasan kerja, kesehatan yang lebih baik, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang lebih tinggi, serta mengurangi stres bagi karyawan , tetapi juga menguntungkan perusahaan melalui peningkatan produktivitas, penurunan angka pergantian karyawan, dan pengurangan ketidakhadiran.

3. Kenapa penghematan BBM diperlukan?

Penghematan BBM diperlukan untuk mengurangi beban biaya energi, menekan impor dan subsidi bahan bakar, serta menjaga ketersediaan cadangan energi agar tidak cepat habis. Selain itu, penggunaan BBM yang lebih efisien juga membantu menurunkan polusi udara dan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada lingkungan.

Editorial Team